Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Society » Icon » Maulid Nabi : Ngaji Santuy, Logika Jalan Resep Gus Baha Biar Iman Awet

Maulid Nabi : Ngaji Santuy, Logika Jalan Resep Gus Baha Biar Iman Awet

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Kalau dengerin Gus Baha ceramah, pasti rasanya kayak nongkrong sama temen lama: santai, kocak, tapi isinya dalam banget. Di acara Maulid & Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan (01/09), beliau ngejelasin hal penting soal bagaimana mensifati Rasulullah SAW dengan cara yang nggak biasa.

Menurut Gus Baha, Rasulullah itu justru sengaja nunjukin sisi manusianya. Beliau makan bareng sahabat, bercanda, menikah, capek, istirahat, hal-hal yang kelihatan sederhana. Tapi di balik itu ada pesan gede: biar umat paham bahwa beliau tetap manusia, bukan sosok yang dituhankan. Justru dari kesederhanaan itulah muncul kemuliaan.

Gus Baha juga nyorotin kenapa Islam bisa awet ribuan tahun. Katanya, agama ini kuat karena dikawal sama logika sehat, bukan sekadar atraksi luar biasa. Nabi Muhammad lebih sering pakai penjelasan yang gampang dicerna. Misalnya, kalau ada yang percaya banyak “tuhan” buat ngatur hidup, beliau kasih analogi: “Kalau kamu punya banyak majikan, perintahnya beda-beda. Ribet kan? Lebih enak punya satu majikan yang jelas.” Sesederhana itu, tapi bikin orang langsung ngeh.

Beliau juga cerita, orang-orang awam pun bisa sampai ke tauhid dengan cara yang simpel. Kayak ada jejak kaki berarti ada orang lewat, ada ciptaan berarti ada Sang Pencipta. Logika sepraktis itu bikin siapa aja bisa nyambung. Agama jadi gampang dipahami tanpa harus muter-muter di teori berat.

Akhirnya, pesan Gus Baha jelas banget: jangan takut pakai logika buat memahami agama. Karena justru dengan akal sehat, iman jadi kokoh dan bisa bertahan. Ngaji itu nggak mesti ribet dan kaku, cukup dibawa santai tapi tetep serius. Rasulullah pun ngajarin dengan cara yang membumi, biar semua orang dari berbagai latar bisa nangkep esensi agama ini. (Sumber : Nabawi TV)

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Presiden Indonesia Sukarno (kiri) sedang berbicara dengan Jenderal Suharto setelah sesi pembubaran komando Malaysia, 24 Agustus 1966, di Jakarta.

    G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 479
    • 0Komentar

    buzzID – Setiap September, sejarah Indonesia kembali diperdebatkan. G30S/PKI bukan sekadar catatan masa lalu, tapi jadi titik rawan politik dan identitas bangsa. Di tengah kontroversi itu, sejarawan Anhar Gonggong lewat kanal YouTube resminya mencoba membongkar ulang pertanyaan mendasar: “Benarkah peristiwa G30S/PKI itu terjadi sebagaimana kita percayai selama ini?” Jawaban Anhar lugas : ya, peristiwa itu […]

  • Kata-Kata Pertama Patrick Kluivert Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia

    Kata-Kata Pertama Patrick Kluivert Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jakarta – Patrick Kluivert akhirnya resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 16 Oktober 2025, setelah PSSI dan Kluivert sepakat untuk mengakhiri kerja sama secara baik-baik. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Kluivert menyampaikan pesan emosional yang menunjukkan kekecewaan sekaligus rasa bangganya atas perjalanan bersama skuad Garuda. “Meskipun […]

  • Perayaan Maulid Nabi di Bali.

    Maulid Nabi 2025 di Bali : Dari Parade Telur, Harmoni Budaya, sampai Long Weekend Seru

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau ngomongin Bali, yang langsung kebayang biasanya pantai, pura, sama vibes liburan. Tapi ada satu sisi lain yang nggak banyak orang tau, Bali juga punya tradisi Islam yang kuat dan unik. Salah satu momen paling kerasa adalah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini jatuh di Jumat, 5 September 2025, pas banget […]

  • Barang bukti Rp204 miliar kasus pembobolan rekening dormant. (HukamaNews.com)

    Sindikat Bobol Rekening Dormant Gasak Rp204 Miliar dalam 17 Menit, Struktur Cluster Terungkap

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 102
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Kasus pembobolan rekening dormant (rekening tidak aktif) BNI di Jawa barat senilai Rp204 miliar jadi sorotan besar dunia perbankan. Hanya dalam waktu 17 menit, sindikat terorganisir berhasil menguras dana ratusan miliar dengan modus penyamaran sebagai Satgas Kementerian. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, menjelaskan para pelaku membagi […]

  • Fitnah? Roy Suryo dan Tifa Datangi Makam Ibunda Jokowi, Sebut Bukan Ibu Kandung

    Fitnah? Roy Suryo dan Tifa Datangi Makam Ibunda Jokowi, Sebut Bukan Ibu Kandung

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Publik kembali digemparkan oleh ulah dua tokoh kontroversial, Roy Suryo dan Tifa, yang mendatangi makam almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Saat berziarah, keduanya menemukan sesuatu hal yang disebut mereka janggal dan tak lazim. Prosesi ziarah kubur yang dilakukan  diunggah dalam konten YouTube Refly Harun pada […]

  • Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

    Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 106
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta. Pemandangan tak biasa muncul di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi bertajuk “” pada Senin sore (6/10). Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar Rapat Dengar Pendapat Warga (RDPW) dengan konsep ‘piknik demokrasi’. Namun, alih-alih orasi panas atau barisan polisi berhadap-hadapan, aksi ini justru […]

expand_less