Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Setiap September, sejarah Indonesia kembali diperdebatkan. G30S/PKI bukan sekadar catatan masa lalu, tapi jadi titik rawan politik dan identitas bangsa. Di tengah kontroversi itu, sejarawan Anhar Gonggong lewat kanal YouTube resminya mencoba membongkar ulang pertanyaan mendasar: “Benarkah peristiwa G30S/PKI itu terjadi sebagaimana kita percayai selama ini?”

Jawaban Anhar lugas : ya, peristiwa itu nyata. Tapi bagaimana kita memahami, menafsirkan, dan menempatkannya dalam sejarah, itu cerita lain.

“Ya, peristiwa (G30S/PKI) itu nyata. Tapi bagaimana kita memahami, menafsirkan, dan menempatkannya dalam sejarah, itu cerita lain,” Anhar Gonggong.

Latar Internasional : Indonesia di Persimpangan Perang Dingin

Anhar membuka paparannya dengan menekankan bahwa G30S/PKI tidak bisa dilihat sebagai insiden tunggal. Dunia pada 1960-an sedang panas oleh Perang Dingin. Amerika dan blok Barat berhadapan dengan Uni Soviet dan Tiongkok. Indonesia, di bawah Presiden Soekarno, menjadi rebutan pengaruh.

Anhar Gonggong, Sejarawan. (Youtube)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengembalikan konstitusi 1945 dan menguatkan posisi Bung Karno sebagai pusat kekuasaan. Dalam suasana itu, partai-partai politik dan militer berebut posisi.

“Bung Karno berdiri di atas dua kaki, Angkatan Darat di satu sisi, PKI di sisi lain,” ujar Anhar. Pilihan itu membuat Soekarno terus berusaha menyeimbangkan kekuatan yang sebenarnya tidak pernah rukun.

Warisan Madiun 1948, Benih Pertarungan AD dan PKI

Ketegangan antara militer dan PKI punya akar panjang. Pemberontakan Madiun 1948 menjadi luka dalam sejarah, PKI dituduh ingin merebut kekuasaan, dan Angkatan Darat mencatat peristiwa itu sebagai bukti “pengkhianatan” yang tak bisa dilupakan.

Konflik itu berlanjut sepanjang 1950-an dan awal 1960-an. Ada kasus perampasan tanah, bentrokan antar kelompok, sampai insiden Bandar Betsy di Simalungun, Sumatera Utara  (1965) ketika perkebunan diserobot massa tani.

Meski begitu, PKI bangkit cepat. Dalam Pemilu 1955, mereka jadi partai keempat terbesar. Bung Karno lalu meluncurkan konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). PKI makin dekat ke lingkaran istana, sementara AD makin curiga.

Puncak ketegangan datang ketika PKI menggulirkan gagasan “Angkatan Kelima” buruh dan tani dipersenjatai. Bagi AD, ini ancaman langsung. Jenderal Ahmad Yani dan koleganya menolak keras.

Hubungan AD dan PKI makin buntu. Soekarno mencoba menengahi, tapi tensi politik sudah terlalu tinggi.

30 September 1965, Malam Berdarah

Peristiwa itu meledak pada malam 30 September 1965. Sejumlah perwira tinggi AD diculik dan kemudian ditemukan tewas di Lubang Buaya. Narasi resmi Orde Baru menegaskan bahwa PKI dalang tunggal.

Anhar menegaskan, apa pun tafsirnya, peristiwa itu memang terjadi. Tetapi, ia menolak anggapan bahwa tidak ada penyiksaan. “Masak orang dimasukkan ke lubang tanpa diperiksa dulu?” katanya, menanggapi klaim sejarawan asing seperti Ben Anderson yang menyebut tidak ada tanda-tanda penyiksaan.

Sumur Lubang Buaya, tempat para Jenazah korabn G30S/PKI dibuang dalam satu lubang.

Sumur Lubang Buaya, tempat para Jenazah korabn G30S/PKI dibuang dalam satu lubang.

Salah satu stigma yang melekat pada PKI adalah label ateis. Anhar membantah generalisasi itu. Ada kader PKI yang beragama, bahkan ada yang berhaji. Ada pula anggota PKI yang duduk di DPR. Menurutnya, melihat PKI sebagai “blok ateis” terlalu menyederhanakan keragaman di dalamnya.

Bagi Anhar, sejarah bukan hanya tentang mencatat fakta, tapi juga tentang siapa yang menulis, dan untuk kepentingan siapa.

Sejarah G30S/PKI, katanya, sarat dengan konstruksi politik. Orde Baru menekankan versi tunggal, PKI dalang, TNI penyelamat. Tetapi di luar negeri, banyak penelitian yang justru menyoroti peran militer, konflik internal, hingga campur tangan asing.

Pahlawan Revolusi, mereka yang terbunuh dalam peristiwa G30S/PKI.

“Sejarah tidak bisa diubah, tapi bisa dikoreksi kalau kita berani membaca sisi gelapnya,” kata Anhar.

Pelajaran utama dari ulasan ini adalah bahwa kemerdekaan harus dinikmati semua rakyat. Jika hanya segelintir yang menikmatinya, ketidakadilan akan melahirkan perlawanan.

Anhar juga mengingatkan jangan pasrah pada narasi resmi, tapi jangan pula menolak sejarah mentah-mentah. Yang penting adalah berpikir kritis, membuka ruang dialog, dan tidak menggunakan sejarah untuk membelah bangsa.

“Pancasila dan persatuan harus jadi pegangan,” tuturnya.

Proses pengangkatan Jenazah di sumur Lubang Buaya.

Video Anhar Gonggong tentang G30S/PKI bukan sekadar ceramah sejarah, tapi ajakan refleksi. Ia mengingatkan kita bahwa sejarah selalu punya banyak versi, dan tugas generasi kini adalah membaca ulang dengan kritis.

Apakah G30S/PKI terjadi? Jawabannya jelas: ya. Tapi siapa aktor, apa motif, dan bagaimana narasi itu dipakai itu medan tafsir yang terus diperdebatkan.

Yang pasti, sejarah 1965 bukan hanya soal masa lalu. Ia terus membayang ke masa kini, jadi peringatan tentang rapuhnya bangsa bila narasi dipolitisasi, dan jadi kompas agar persatuan tetap dijaga.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang

    Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat […]

  • Uztaz Maulana di Rumah Inspirasi Mekarbaru, Tangerang. Tempat ide kreatif lintas generasi.

    CTARSA Foundation Resmikan Rumah Inspirasi di Mekar Baru, Ruang Kreatif Buat Semua

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    buzzID, Kabupaten Tangerang — Kabar gembira buat warga Desa Mekar Baru! Pada Senin (22/9/2025), CTARSA Foundation resmi meresmikan Rumah Inspirasi Mekar Baru, sebuah tempat yang bakal jadi pusat edukasi, kreativitas, dan kumpul seru untuk semua kalangan dari anak-anak, remaja sampai orang tua. Peresmian ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan CTARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, bareng […]

  • Ilustrasi Gus Baha

    Maulid Nabi : Ngaji Santuy, Logika Jalan Resep Gus Baha Biar Iman Awet

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 135
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau dengerin Gus Baha ceramah, pasti rasanya kayak nongkrong sama temen lama: santai, kocak, tapi isinya dalam banget. Di acara Maulid & Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan (01/09), beliau ngejelasin hal penting soal bagaimana mensifati Rasulullah SAW dengan cara yang nggak biasa. Menurut Gus Baha, Rasulullah itu justru sengaja nunjukin sisi manusianya. Beliau […]

  • Sheila on 7 Pestapora

    Sheila On 7 Bawa Gelombang Nostalgia & Kejutan ‘Tukar Lagu’ di Pestapora 2025!

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    buzzID – Festival musik paling ditunggu tahun ini, Pestapora 2025, kembali hadir dengan gebrakan yang nggak main-main. Salah satu highlight terbesar datang dari band legendaris Sheila On 7 yang resmi masuk lineup di hari kedua, Sabtu 6 September 2025. Bukan cuma tampil biasa, mereka juga akan tampil dalam format spesial tukar lagu bareng Danilla! Yes, […]

  • GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penyegelan sementara terhadap Kantor Bank Mega di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Senin (20/10/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras atas dugaan penghinaan terhadap umat Islam dan Pondok Pesantren Lirboyo yang muncul dalam salah satu program tayangan di […]

  • Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

    Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 136
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta. Pemandangan tak biasa muncul di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi bertajuk “” pada Senin sore (6/10). Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar Rapat Dengar Pendapat Warga (RDPW) dengan konsep ‘piknik demokrasi’. Namun, alih-alih orasi panas atau barisan polisi berhadap-hadapan, aksi ini justru […]

expand_less