Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo akhirnya menanggapi sorotan publik terkait utang besar proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau WHOOSH yang dikerjakan melalui kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam pernyataannya di Solo, Senin (27/10/2025), Jokowi menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk investasi strategis untuk masa depan, bukan kerugian yang harus ditakuti.

Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal seperti Whoosh dilakukan untuk mengatasi persoalan kemacetan kronis yang selama ini membebani kawasan Jakarta, Jabodetabek, hingga Bandung. Ia menyebutkan, kemacetan telah menimbulkan kerugian ekonomi negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya akibat waktu produktif yang hilang, konsumsi bahan bakar berlebih, serta meningkatnya polusi udara.

Ia menyebutkan bahwa kerugian akibat kemacetan di Jakarta saja mencapai sekitar Rp65 triliun per tahun, dan jika digabungkan dengan Jabodetabek dan Bandung, angkanya bisa lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Kita harus tahu masalahnya dulu. Kemacetan di Jakarta dan Bandung sudah berlangsung selama puluhan tahun. Setiap tahun negara kehilangan lebih dari Rp100 triliun karena waktu dan energi terbuang. Maka transportasi massal cepat seperti Whoosh adalah solusi, bukan beban,” ujar Jokowi.

Ia menambahkan, pembangunan moda transportasi publik tidak bisa diukur semata dari sisi keuntungan finansial. Menurutnya, manfaat sosial, lingkungan, dan efisiensi ekonomi jangka panjang jauh lebih penting. “Transportasi publik tidak bisa dihitung dengan laba, tapi dengan manfaat sosial udara lebih bersih, produktivitas meningkat, dan waktu tempuh yang lebih efisien,” tegasnya.

Pemerintahan eranya kemudian mencanangkan untuk membangun transportasi massal untuk mengurai kemacetan. Dibangunlah fasilitas kereta cepat termasuk Woosh ini.

“Untuk mengatasi itu, kemudian direncanakan, dibangun yang namanya MRT, LRT, kereta cepat . Sebelumnya lagi KRL, ada juga kereta bandara. Agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi, mobil atau sepeda motor ke kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL,” jelasnya.

Jokowi mencontohkan MRT Jakarta yang masih menerima subsidi sekitar Rp800 miliar per tahun. Meskipun baru beroperasi dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, MRT telah sukses mengangkut 171 juta penumpang sejak diluncurkan. Ia meyakini bahwa subsidi tersebut akan sebanding dengan manfaat yang diberikan MRT bagi masyarakat Jakarta.

Dari sisi ekonomi, proyek Whoosh diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di sepanjang koridor Jakarta–Bandung. Kawasan transit seperti Padalarang, Tegalluar, Karawang, dan Halim dirancang untuk menjadi simpul investasi baru yang dapat menumbuhkan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri lokal.

“Memindahkan orang dari mobil pribadi ke transportasi umum itu butuh proses. Mengubah karakter itu tidak gampang,” ujarnya.

Namun, Jokowi mengajak semua pihak untuk bersyukur atas adanya pergerakan positif dalam penggunaan transportasi umum.

Ia mencontohkan kereta cepat Whoosh yang telah mengangkut 12 juta orang sejak diluncurkan. Ia optimis bahwa jumlah penumpang Whoosh akan terus meningkat seiring dengan semakin baiknya layanan dan infrastruktur pendukung.

“Kereta cepat ini menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, menumbuhkan UMKM, warung-warung yang berjualan di sekitar stasiun,” katanya.

Ia juga meyakini bahwa Whoosh akan meningkatkan sektor pariwisata dan properti di Bandung dan sekitarnya. Dengan segala manfaat yang ditawarkan, Jokowi optimis bahwa kerugian Whoosh akan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang dan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur kereta cepat.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa proyek Whoosh harus dilihat dalam perspektif jangka panjang sebagai warisan pembangunan nasional. “Ini bukan tentang untung atau rugi hari ini, tapi tentang warisan bagi generasi mendatang, warisan berupa efisiensi, waktu, dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Isi surat dari Farhan Siswa SMAN 62 Jakarta yang masih di tahan di Rutan Polda Metro Jaya. (Tangkapan layar IG)

    Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 134
    • 0Komentar

    buzzid — Jakarta, siswa bernama Farhan Indra Setiawan jadi buah bibir publik setelah surat haru yang ia tulis dari balik jeruji tahanan viral di media sosial. Pelajar kelas 12 SMAN 62 Jakarta Timur itu ditahan usai ikut demonstrasi pada 29 Agustus 2025. Dari dalam tahanan, ia menulis permohonan agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap […]

  • Mengenang Salim Kancil, Aktivis Desa penolak tambang yang dibunuh Kades nya 26 Sept 2015 silam.

    Mengenang Tragedi Salim Kancil, Melawan Tambang Terbunuh

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    buzzID – Hari ini 26 September 2025 tepat 10 tahun kematiannya, nama Salim Kancil sampai sekarang masih jadi simbol perlawanan rakyat kecil melawan tambang ilegal. Ceritanya tragis, tapi juga jadi pengingat keras tentang betapa mahalnya harga keadilan di negeri ini. Dari Petani ke Nelayan karena Sawah Rusak Salim lahir pada tanngal 22 April 1969 di […]

  • Fakta Hacker “Bjorka”, Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank

    Fakta Hacker “Bjorka”, Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 131
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Kasus peretasan kembali mencuri perhatian publik setelah seorang pemuda asal Sulawesi Utara mengaku sebagai “Bjorka”, sosok hacker misterius yang sempat membuat heboh jagat maya. Ia ditangkap polisi usai mengklaim telah meretas 4,9 juta data nasabah sebuah bank swasta.   Penangkapan ini menjadi babak baru dalam rentetan isu keamanan data di Indonesia, sekaligus […]

  • Tangkapan layar video viral Bobby Nasution memberhentikan truk berplat Aceh.

    Viral, Gubernur Bobby Razia Truk Plat Aceh

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    buzzID — Medan, Sabtu (28/9/2025) jadi hari panas di provinsi Sumatera Utara. Gubernur Bobby Nasution memerintahkan razia terhadap kendaraan bermuatan yang menggunakan pelat BL (kode Kendaraan Aceh) di wilayah Sumut, langkah yang langsung disorot banyak pihak, khususnya dari Aceh sendiri. Sebagian kritikus menyebut tindakan ini provokatif, politis, dan bisa memicu gesekan antar daerah. Razia ini […]

  • Perayaan Maulid Nabi di Bali.

    Maulid Nabi 2025 di Bali : Dari Parade Telur, Harmoni Budaya, sampai Long Weekend Seru

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau ngomongin Bali, yang langsung kebayang biasanya pantai, pura, sama vibes liburan. Tapi ada satu sisi lain yang nggak banyak orang tau, Bali juga punya tradisi Islam yang kuat dan unik. Salah satu momen paling kerasa adalah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini jatuh di Jumat, 5 September 2025, pas banget […]

  • xijinping mao zedong china

    Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Dari Chairman ke Sekjen, dari Mao ke Xi. Kisah PKC adalah cerita bagaimana satu partai bisa ngatur hidup 1,4 miliar orang. Goks nggak, bro? buzzID – PKC (Partai Komunis China) sejatinya lahir di tengah kekacauan. Bayangin tahun 1921, Tiongkok masih penuh perang saudara, kemiskinan, dan campur tangan asing. Di situlah lahir Partai Komunis Tiongkok (PKC), […]

expand_less