Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Trending » Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzid — Jakarta, siswa bernama Farhan Indra Setiawan jadi buah bibir publik setelah surat haru yang ia tulis dari balik jeruji tahanan viral di media sosial. Pelajar kelas 12 SMAN 62 Jakarta Timur itu ditahan usai ikut demonstrasi pada 29 Agustus 2025. Dari dalam tahanan, ia menulis permohonan agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap bisa segera bebas.

Kronologi & Penahanan

Saat demo besar terjadi Agustus lalu, aparat mengamankan banyak peserta termasuk Farhan. Sejak 29 Agustus, ia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Sampai hari ini, belum ada putusan hukum final yang diumumkan apakah dia akan dijerat pidana atau dilepas.

Sejumlah siswa SMA yang mengikuti demo di gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Abid Raihan/kumparan)

Sejumlah siswa SMA yang mengikuti demo di gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Abid Raihan/kumparan)

Melalui akun Instagram @koreksi_org, suratnya menyebar cepat. Dalam surat itu, Farhan menegaskan bahwa ia tidak melakukan pengrusakan, pencurian, apalagi tindakan kekerasan:

“Saya tidak ada melakukan pengrusakan, pencurian/penjarahan, dan saya yakin saya tidak bersalah …” Farhan Indra Setiawan.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terbesarnya: takut dikeluarkan dari sekolah, kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan. “Saya mohon agar tidak dikeluarkan dari sekolah… saya ingin segera bebas,” tulisnya.

Berikut isi surat Farhan secara lengkap:

Kepada yang terhormat

Bapak dan Ibu Gerakan Nurani Bangsa

Saya Farhan Indra Setiawan, pelajar kelas 12 dari SMAN 62 Jakarta Timur. Sekarang saya ditahan sudah 3 minggu di Rutan Polda Metro Jaya dikarenakan saya mengikuti demo tanggal 29 Agustus 2025.

Selama demo saya tidak ada melakukan pengrusakan, pencurian/penjarahan, dan saya yakin saya tidak bersalah atas tuduhan yang dinyatakan pihak berwajib. Namun atas penahanan ini, saya dikabarkan oleh pihak sekolah akan dikeluarkan meski saya belum divonis bersalah.

Maka dari itu saya meminta bantuan kepada Bapak Ibu Gerakan Nurani Bangsa dan orang baik lainnya untuk membantu saya agar tidak dikeluarkan, dan saya ingin segera bebas untuk melanjutkan pendidikan. Terima kasih banyak.

25 September 2025

Rutan Polda Metro Jaya

Farhan Indra Setiawan

Pernyataan Resmi SMAN 62 Jakarta

Dikutip dari suara.com, Pada Jumat, 26 September 2025, Wakil Kepala SMAN 62 bidang Kesiswaan, Syafrizal, melakukan klarifikasi lewat sambungan telepon. Dia menjelaskan bahwa:

  • Nama Farhan masih tercatat di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sekolah artinya status administrasinya sebagai siswa belum dicabut.

  • Sekolah tidak akan mengambil tindakan mengeluarkannya, meskipun ia sedang ditahan karena aksi demontrasi.

  • Menurut Syafrizal, sekolah baru mengetahui kondisi penahanan ketika Farhan tidak masuk-masuk kelas, dan kemudian diketahui sedang berada di Rutan Polda Metro Jaya.

  • Ia menegaskan bahwa hanya Farhan yang diketahui mengikuti aksi unjuk rasa tersebut, siswa lain dari sekolah itu tidak ikut sama sekali.

Perspektif Hukum & Etika

Dari sudut hukum:

  • Asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) berlaku: ditahan bukan berarti bersalah.

  • Penahanan terhadap pelajar seharusnya mempertimbangkan hak pendidikan: jika ditahan sementara, seharusnya ada jaminan agar pelajar tidak diusir dari sekolah.

  • UU Perlindungan Anak & regulasi lokal bisa jadi pedoman agar perlakuan terhadap pelajar berbeda dari orang dewasa biasa.

  • Penahanan harus melalui prosedur yang benar: surat perintah resmi, batas waktu yang sah, hak untuk pembelaan, dan transparansi agar tidak penyalahgunaan kekuasaan.

Secara etika dan sosial, kasus Farhan menyentil dua isu besar: kebebasan berpendapat & hak akses pendidikan. Jika siswa dipenjara hanya karena ikut demo damai kemudian dikeluarkan dari sekolah, itu bisa dianggap bentuk intimidasi terhadap generasi muda yang ingin bersuara.

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Fakta Terungkap, Kasus Jual Laut Desa Kohod

    Fakta Terungkap, Kasus Jual Laut Desa Kohod

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 110
    • 0Komentar

    buzzID – Berawal dari kasus pagar laut misterius di perairan Tangerang yang viral. Pagar laut itu membentang sepanjang 30,16 kilometer dari Desa Muncung hingga Pakuhaji, Tangerang, Banten dengan wujud berupa bambu yang ditancapkan di dasar laut. Hal tersebut langsung dikomentari oleh Kepala Desa Kohod, Arsin, lahan pagar laut itu dulunya adalah daratan yang digunakan untuk […]

  • Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 101
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2025 tahun ini (24/09) bukan sekadar seremoni atau upacara. Jakarta menjadi pusat perhatian dengan dua titik aksi besar: Medan Merdeka Selatan dan depan Gedung DPR/MPR RI. Ribuan petani, aktivis agraria, mahasiswa, hingga elemen masyarakat sipil turun ke jalan membawa pesan lantang: reforma agraria sejati harus dijalankan sekarang juga. […]

  • Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

    Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 141
    • 0Komentar

    buzzID – Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo akhirnya menanggapi sorotan publik terkait utang besar proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau WHOOSH yang dikerjakan melalui kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam pernyataannya di Solo, Senin (27/10/2025), Jokowi menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk investasi strategis untuk masa depan, bukan kerugian yang harus ditakuti. Jokowi menjelaskan […]

  • Menhut Raja Juli Antoni bermain domino

    Domino Lobby

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Brot Si Bengis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Domino itu permainan klasik yang udah mendunia, tapi tetap asik dimainkan sampai sekarang. Intinya, domino pake keping-keping kecil berbentuk persegi panjang yang biasanya disebut “balok” atau “batu”. Tiap keping punya dua sisi dengan titik-titik (kayak dadu), mulai dari kosong sampai enam, bahkan ada versi lain yang lebih gede kayak “double nine” atau “double twelve”. Cara […]

  • Tangkapan layar video viral Bobby Nasution memberhentikan truk berplat Aceh.

    Viral, Gubernur Bobby Razia Truk Plat Aceh

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    buzzID — Medan, Sabtu (28/9/2025) jadi hari panas di provinsi Sumatera Utara. Gubernur Bobby Nasution memerintahkan razia terhadap kendaraan bermuatan yang menggunakan pelat BL (kode Kendaraan Aceh) di wilayah Sumut, langkah yang langsung disorot banyak pihak, khususnya dari Aceh sendiri. Sebagian kritikus menyebut tindakan ini provokatif, politis, dan bisa memicu gesekan antar daerah. Razia ini […]

  • Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 137
    • 0Komentar

    buzzID – Akhir Agustus 2025 kemarin, Jakarta dan sekitarnya sempat panas banget. Demo besar-besaran pecah, katanya buat nyuarain keresahan rakyat, tapi versi polisi, banyak aksi yang dianggap “anarkis.” Nah, buntut dari itu, polisi langsung bergerak cepat, patroli siber rame-rame, ada ratusan akun medsos diblokir, dan belasan orang ditetapkan sebagai tersangka. Uniknya, yang kena nggak cuma […]

expand_less