Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzid — Jakarta, siswa bernama Farhan Indra Setiawan jadi buah bibir publik setelah surat haru yang ia tulis dari balik jeruji tahanan viral di media sosial. Pelajar kelas 12 SMAN 62 Jakarta Timur itu ditahan usai ikut demonstrasi pada 29 Agustus 2025. Dari dalam tahanan, ia menulis permohonan agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap bisa segera bebas.

Kronologi & Penahanan

Saat demo besar terjadi Agustus lalu, aparat mengamankan banyak peserta termasuk Farhan. Sejak 29 Agustus, ia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Sampai hari ini, belum ada putusan hukum final yang diumumkan apakah dia akan dijerat pidana atau dilepas.

Sejumlah siswa SMA yang mengikuti demo di gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Abid Raihan/kumparan)

Sejumlah siswa SMA yang mengikuti demo di gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Abid Raihan/kumparan)

Melalui akun Instagram @koreksi_org, suratnya menyebar cepat. Dalam surat itu, Farhan menegaskan bahwa ia tidak melakukan pengrusakan, pencurian, apalagi tindakan kekerasan:

“Saya tidak ada melakukan pengrusakan, pencurian/penjarahan, dan saya yakin saya tidak bersalah …” Farhan Indra Setiawan.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terbesarnya: takut dikeluarkan dari sekolah, kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan. “Saya mohon agar tidak dikeluarkan dari sekolah… saya ingin segera bebas,” tulisnya.

Berikut isi surat Farhan secara lengkap:

Kepada yang terhormat

Bapak dan Ibu Gerakan Nurani Bangsa

Saya Farhan Indra Setiawan, pelajar kelas 12 dari SMAN 62 Jakarta Timur. Sekarang saya ditahan sudah 3 minggu di Rutan Polda Metro Jaya dikarenakan saya mengikuti demo tanggal 29 Agustus 2025.

Selama demo saya tidak ada melakukan pengrusakan, pencurian/penjarahan, dan saya yakin saya tidak bersalah atas tuduhan yang dinyatakan pihak berwajib. Namun atas penahanan ini, saya dikabarkan oleh pihak sekolah akan dikeluarkan meski saya belum divonis bersalah.

Maka dari itu saya meminta bantuan kepada Bapak Ibu Gerakan Nurani Bangsa dan orang baik lainnya untuk membantu saya agar tidak dikeluarkan, dan saya ingin segera bebas untuk melanjutkan pendidikan. Terima kasih banyak.

25 September 2025

Rutan Polda Metro Jaya

Farhan Indra Setiawan

Pernyataan Resmi SMAN 62 Jakarta

Dikutip dari suara.com, Pada Jumat, 26 September 2025, Wakil Kepala SMAN 62 bidang Kesiswaan, Syafrizal, melakukan klarifikasi lewat sambungan telepon. Dia menjelaskan bahwa:

  • Nama Farhan masih tercatat di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sekolah artinya status administrasinya sebagai siswa belum dicabut.

  • Sekolah tidak akan mengambil tindakan mengeluarkannya, meskipun ia sedang ditahan karena aksi demontrasi.

  • Menurut Syafrizal, sekolah baru mengetahui kondisi penahanan ketika Farhan tidak masuk-masuk kelas, dan kemudian diketahui sedang berada di Rutan Polda Metro Jaya.

  • Ia menegaskan bahwa hanya Farhan yang diketahui mengikuti aksi unjuk rasa tersebut, siswa lain dari sekolah itu tidak ikut sama sekali.

Perspektif Hukum & Etika

Dari sudut hukum:

  • Asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) berlaku: ditahan bukan berarti bersalah.

  • Penahanan terhadap pelajar seharusnya mempertimbangkan hak pendidikan: jika ditahan sementara, seharusnya ada jaminan agar pelajar tidak diusir dari sekolah.

  • UU Perlindungan Anak & regulasi lokal bisa jadi pedoman agar perlakuan terhadap pelajar berbeda dari orang dewasa biasa.

  • Penahanan harus melalui prosedur yang benar: surat perintah resmi, batas waktu yang sah, hak untuk pembelaan, dan transparansi agar tidak penyalahgunaan kekuasaan.

Secara etika dan sosial, kasus Farhan menyentil dua isu besar: kebebasan berpendapat & hak akses pendidikan. Jika siswa dipenjara hanya karena ikut demo damai kemudian dikeluarkan dari sekolah, itu bisa dianggap bentuk intimidasi terhadap generasi muda yang ingin bersuara.

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Sheila on 7 Dipastikan Tampil di Hari Kedua KLBB Festival 2026

    Sheila on 7 Dipastikan Tampil di Hari Kedua KLBB Festival 2026

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kabar yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sheila on 7 resmi dipastikan menjadi salah satu penampil di hari kedua KLBB (Kapan lagi Buka Bareng) Festival 2026 yang akan digelar di Stadion Madya GBK, Jakarta, pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kepastian ini langsung disambut antusias para penggemar yang sudah lama menantikan aksi panggung band […]

  • Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Pagi di La Higuera, Bolivia, 9 Oktober 1967, udara dingin menembus dinding sekolah tua yang dijadikan markas tentara. Di ruang kecil itu, seorang tawanan berdiri tegap meski tubuhnya babak belur. Namanya Ernesto “Che” Guevara. Wajahnya penuh luka, tapi sorot matanya masih menyala. Beberapa menit kemudian, peluru menembus dadanya. “Aku tahu kau datang untuk membunuhku,” katanya […]

  • Keterangan Pers di Kantor Presiden

    Reshuffle Bikin Timeline Meledak, Bukan Drama Tapi Penyegaran

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    buzzID – Tau nggak sih, Senin sore ini (8 September 2025) vibes timeline langsung gonjang-ganjing. Soalnya Presiden Prabowo baru aja nge-drop episode baru: reshuffle kabinet! Scene-nya di Istana Negara, Jakarta. Yang maju ke mic bukan Presiden Prabowo langsung, tapi Mensesneg Prasetyo Hadi, ditemenin sama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yes, Teddy yang dulu jadi ajudan […]

  • Ukir Sejarah, ”De Facto” PBB Akui Kemerdekaan Palestina

    Ukir Sejarah, ”De Facto” PBB Akui Kemerdekaan Palestina

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 118
    • 0Komentar

    buzzID – New York, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 jadi salah satu forum paling panas tahun ini. Isunya bukan lagi sekadar wacana, tapi desakan nyata: apakah dunia siap mendorong solusi dua negara sebagai jalan damai Palestina–Israel? Sebanyak 142 dari 193 negara anggota PBB mengakui kemerdekaan Palestina. Ini cerminan moral dan kenyataan dalam tubuh Perserikatan […]

  • Lubang Raksasa Mendadak Terbuka di Bangkok, Warga Dievakuasi

    Lubang Raksasa Mendadak Terbuka di Bangkok, Warga Dievakuasi

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 132
    • 0Komentar

    buzzID – Bangkok, Thailand, Suasana ramai berubah dramatis ketika sebagian ruas jalan padat di Bangkok amblas begitu saja pada Rabu (24/9). Di area di depan Rumah Sakit Vajira, sebuah sinkhole raksasa muncul secara tiba-tiba, menelan sebagian jalan dan menyebabkan kekacauan di kawasan permukiman dekat kantor polisi setempat. Lubang menganga itu dilaporkan memiliki kedalaman sekitar 50 […]

  • Tim SAR gabungan terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban ambruk bangunan di Pondok Pesantren Al Khozyni, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). Foto: dok BNPB

    Tragedi Ponpes Al Khoziny: Evakuasi Santri Terus Berlangsung, Harapan dan Duka Menyatu

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SIDOARJO — Runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9/2025) masih menyisakan duka mendalam sekaligus harapan. Peristiwa nahas itu terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Tiba-tiba, bagian musala yang sedang direnovasi ambruk seketika dan menimpa para santri yang berada di dalamnya. Hingga Rabu (1/10/2025), tim […]

expand_less