Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Daerah » Viral, Gubernur Bobby Razia Truk Plat Aceh

Viral, Gubernur Bobby Razia Truk Plat Aceh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID — Medan, Sabtu (28/9/2025) jadi hari panas di provinsi Sumatera Utara. Gubernur Bobby Nasution memerintahkan razia terhadap kendaraan bermuatan yang menggunakan pelat BL (kode Kendaraan Aceh) di wilayah Sumut, langkah yang langsung disorot banyak pihak, khususnya dari Aceh sendiri. Sebagian kritikus menyebut tindakan ini provokatif, politis, dan bisa memicu gesekan antar daerah.

Razia ini terekam melalui video viral, dalam video diberitakan rombongan gubernur menghentikan truk berpelat BL, meminta pemiliknya mengganti pelat menjadi “BK” agar pajak kendaraan bermotor (PKB) bisa masuk ke Sumut. Menurut Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib, tujuan utamanya adalah agar kendaraan yang beroperasi di Sumut menyumbang ke kas daerah melalui pajak. Namun, menurut banyak pihak  terutama dari Aceh, menganggap langkah itu melampaui kewenangan dan bisa dianggap diskriminatif.

Kritik DPR Dapil Aceh: Nasir Djamil & Jamaluddin Idham Angkat Bicara

Tak lama setelah aksi itu tersebar, Nasir Djamil, anggota DPR RI Komisi III dari dapil Aceh, mengecam langkah gubernur Sumut. Dalam pernyataan yang dikutip media CNN Indonesia (29 September 2025), ia menyebut bahwa tindakan razia terhadap pelat Aceh adalah tindakan berpotensi “memecah belah masyarakat antardaerah.”

Nasir mengingatkan bahwa STNK dan pelat kendaraan adalah produk nasional, bukan produk daerah yang bisa disyaratkan berubah ketika melewati wilayah lain. Ia mendesak agar kebijakan seperti itu dicabut agar tidak merusak keharmonisan antardaerah.

Selain itu, Jamaluddin Idham, juga anggota DPR asal Aceh, turut memberi kritik melalui media sosial. Ia memperingatkan bahwa kebijakan semacam ini dapat memicu konflik baru, terutama di tengah periode ketegangan recent antara Aceh dan Sumut soal pulau–pulau perbatasan.

Kritiknya jelas: kebijakan seperti itu dianggap kurang tepat, terutama jika dilakukan terhadap kendaraan antar provinsi yang secara administratif sah dan memiliki dokumen lengkap.

Legalitas & Batas Wewenang Pemerintah Daerah

Apakah tindakan razia pelat BL ini dibenarkan menurut hukum? Ada beberapa poin yang perlu digarisbawahi.

1. UU & Regulasi Lalu Lintas

UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan mengatur registrasi kendaraan, STNK, dan kewajiban administratif kendaraan bermotor. Namun, regulasi ini tidak menyebut bahwa kendaraan antar provinsi wajib mengganti pelat saat melintas wilayah lain jika dokumen dan registrasi masih sah.

Polisi dalam PP Nomor 80 Tahun 2012 punya kewenangan memeriksa dokumen kendaraan (STNK, pelat nomor, surat kelengkapan) di jalan raya. Tapi pemeriksaan ini harus sesuai prosedur dan dimaksudkan untuk penegakan hukum, bukan diskriminasi berdasarkan asal pelat.

2. Pajak Daerah & Kewenangan Provinsi

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBN-KB) adalah kewenangan daerah yang diatur oleh undang-undang dan peraturan daerah (Perda). Sumut memang berhak mengejar PAD dari sektor kendaraan bermotor, tetapi langkah seperti razia pelat belum tentu ada dasar Perda yang mengatur bahwa kendaraan luar daerah wajib memakai pelat lokal atau diganti pelat.

3. Hak Melintas & Prinsip Kesetaraan Wilayah

Kendaraan antarprovinsi punya hak untuk melintas, selama memiliki dokumen lengkap dan memenuhi kewajiban administratif negara. Jika kebijakan pelat ganti semata-mata diberlakukan tanpa payung hukum yang jelas dan dipaksakan, bisa dianggap sebagai pelanggaran hak kebebasan bergerak antar wilayah.

Langkah razia ini segera menjadi isu politik dan sosial. Beberapa dampak yang muncul:

  • Warga Aceh yang lewat ke Sumut bisa merasa “diperlakukan istimewa” atau diskriminatif, meskipun mereka hanya melintas.

  • Potensi konflik antar wilayah meningkat jika kebijakan ini diterapkan tanpa koordinasi antar provinsi.

  • Publik menilai bahwa upaya mengejar PAD tak boleh dilakukan dengan cara yang menyulut gesekan sosial.

Dengan kata lain, jika tindakan razia pelat semacam ini ingin dipertahankan, harus ada regulasi yang jelas (Perda, Surat Edaran nasional, atau kebijakan pusat) yang memperbolehkan hal tersebut di bawah pengawasan hukum dan dengan mekanisme yang adil.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • prabowo jin ping putin

    Prabowo Tampil Sejajar Xi, Putin, dan Kim di Parade Militer China

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    buzzID – Presiden Prabowo Subianto akhirnya bikin heboh dunia maya. Dalam parade militer gede-gedean di Tiananmen Square, Beijing, doi nongol di sesi foto bareng Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un. Bayangin aja, tiga nama besar dunia plus Prabowo berdiri sejajar dalam satu frame—langsung viral di medsos! Awalnya, kunjungan ini sempet drama karena kondisi […]

  • Ferry Irwandi

    Ferry Irwandi vs Siber TNI, Aktivis Kritis Kena Sorotan

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    buzzID – Nama Ferry Irwandi, CEO Malaka Project sekaligus eks PNS Kemenkeu, lagi jadi bahan perbincangan. Soalnya, Komandan Satuan Siber TNI Brigjen J.O. Sembiring datang ke Polda Metro Jaya Senin (8/9) buat konsultasi soal dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan Ferry. Katanya ada unsur pencemaran nama baik terhadap institusi, meski detailnya belum dibuka ke publik. […]

  • Menhut Raja Juli Antoni bermain domino

    Domino Lobby

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Brot Si Bengis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Domino itu permainan klasik yang udah mendunia, tapi tetap asik dimainkan sampai sekarang. Intinya, domino pake keping-keping kecil berbentuk persegi panjang yang biasanya disebut “balok” atau “batu”. Tiap keping punya dua sisi dengan titik-titik (kayak dadu), mulai dari kosong sampai enam, bahkan ada versi lain yang lebih gede kayak “double nine” atau “double twelve”. Cara […]

  • Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Mimpi Timnas Indonesia menatap panggung Piala Dunia 2026 kandas pahit ketika mereka tunduk 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, dini hari Minggu (12 Oktober 2025). Gol tunggal dari Zidane Iqbal cukup memupus harapan Garuda setelah melewati lini belakang yang rapuh dan salah satu sorotan tajam jatuh kepada bek muda, Rizky Ridho, […]

  • Nostalgia Rangga – Cinta Synchronize 2025, Nicholas Saputra Hadir

    Nostalgia Rangga – Cinta Synchronize 2025, Nicholas Saputra Hadir

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 162
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta. Sabtu malam (4 Oktober 2025) menjadi malam magis bagi penggemar film Rangga & Cinta dan Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Di panggung Dynamic Stage Synchronize Fest 2025, cerita dan lagu dari film itu dibangkitkan kembali dalam pertunjukan spesial bertajuk Musik Dari Rangga & Cinta. Nuansa romantis dan nostalgia langsung menyelimuti area konser […]

  • iphone Fold

    Mau iPhone Lipat? Siapin Duit Setara Motor N-Max Bro!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Apple akhirnya resmi ikutan tren HP lipat yang udah duluan dimonopoli Samsung. Katanya, desain iPhone lipat pertama bakal mirip banget sama Galaxy Z Fold, model lipat buku gitu. Pas ditutup ukurannya sekitar 5,5 inci, tapi pas dibuka bisa melebar jadi 7,8 inci kayak mini iPad. Layarnya udah pake Ultra Thin Glass biar mulus tanpa garis […]

expand_less