Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Fakta Hacker “Bjorka”, Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank

Fakta Hacker “Bjorka”, Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank

  • account_circle Gerard F
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • comment 0 komentar
buzzID – Jakarta, Kasus peretasan kembali mencuri perhatian publik setelah seorang pemuda asal Sulawesi Utara mengaku sebagai “Bjorka”, sosok hacker misterius yang sempat membuat heboh jagat maya. Ia ditangkap polisi usai mengklaim telah meretas 4,9 juta data nasabah sebuah bank swasta.
 
Penangkapan ini menjadi babak baru dalam rentetan isu keamanan data di Indonesia, sekaligus membuka fakta-fakta baru soal siapa sebenarnya sosok di balik nama “Bjorka” yang selama ini hanya dikenal lewat dunia maya.
 

Kronologi Perkara

Kisah ini bermula pada Februari 2025, ketika sebuah akun media sosial X dengan nama @bjorkanesiaaa mengunggah tangkapan layar akun seorang nasabah. Dalam unggahannya, ia menandai akun resmi bank terkait dan menyebut telah meretas 4,9 juta data nasabah.
 
Kabar itu sontak menimbulkan keresahan. Bank bersangkutan segera melaporkan dugaan peretasan ke aparat penegak hukum. Direktorat Siber Polda Metro Jaya kemudian bergerak cepat menelusuri jejak digital yang ditinggalkan hacker tersebut.
 
  Konferensi pers terkait Bjorka di Polda Metro Jaya. (Foto : okezone)[/caption]
 
Setelah berbulan-bulan penyelidikan, polisi akhirnya mengidentifikasi seorang pemuda berinisial WFT (22 tahun). Ia ditangkap di rumahnya di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Selasa, 23 September 2025.
 
Pengumuman penangkapan dilakukan melalui konferensi pers resmi Polda Metro Jaya pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan seorang pemuda berinisial WFT di Minahasa terkait kasus peretasan yang mengaku sebagai Bjorka. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa intensif oleh penyidik,” ujar Ade Ary, Jumat (3/10/2025) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

“Niat dari pelaku adalah sebenarnya untuk melakukan pemerasan pada bank swasta tersebut. Atas dasar postingan tersebut, kami melakukan penyelidikan dan pengungkapan kepada WFT adalah pemiliknya,” terangnya.

Barang bukti yang disita adalah berupa digital yang ada di komputer dan HP yang digunakan serta berbagai tampilan akun nasabah salah satu bank swasta.

Ia menambahkan bahwa penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan WFT dalam kebocoran data perbankan. Polisi juga bekerja sama dengan otoritas perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan dampak dari dugaan kebocoran ini.

“Kami minta masyarakat tidak panik. Tim sedang menelusuri kebenaran data yang diklaim bocor. Sampai saat ini belum ada bukti otentik bahwa saldo nasabah benar-benar hilang,” tegasnya.

Latar Belakang Sosok “Bjorka”

Nama Bjorka bukan kali ini saja menggegerkan publik. Pada 2022 lalu, akun dengan nama serupa sempat merilis sejumlah data pemerintah, termasuk dokumen kependudukan dan surat internal pejabat. Sejak itu, nama Bjorka menjadi ikon anonim peretasan yang lekat dengan isu keamanan siber Indonesia.

Klaim peretasan data finansial skala besar ini menambah daftar panjang kasus kebocoran data di Indonesia. Pengamat keamanan siber menilai, jika benar 4,9 juta data nasabah terekspos, maka ini bisa menjadi salah satu kebocoran terbesar di sektor keuangan tanah air.

Polisi menegaskan akan membawa kasus ini hingga tuntas.

“Kami akan menindak tegas pelaku kejahatan siber yang merugikan masyarakat. Tidak ada ruang bagi siapapun untuk bermain-main dengan data publik,” tutup Kombes Ade Ary.

WFT (22) saat digelandang polisi usai ditangkap terkait kasus dugaan peretasan data nasabah bank swasta. Disebut sebagai pemilik akun Bjorka atau @bjorkanesiaa. (Foto Jawa Pos)

Fakta yang Terungkap

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah fakta menarik:
 
1.Aktif di Dark Web Sejak 2020
WFT diketahui sudah aktif menjelajahi forum-forum gelap (dark web) sejak lima tahun terakhir. Ia menggunakan berbagai alias seperti SkyWave, ShinyHunter, hingga Opposite6890 untuk menyamarkan identitasnya.
 
2.Menggunakan Kripto untuk Transaksi
Polisi menduga WFT memperdagangkan data ilegal di dark web dengan pembayaran menggunakan mata uang kripto. Cara ini lazim dipakai dalam aktivitas kriminal siber karena sulit dilacak.
 
3.Tidak Punya Latar Belakang IT Formal
Meski memiliki kemampuan peretasan, WFT bukan lulusan jurusan teknologi informasi. Ia diketahui tidak menamatkan sekolah kejuruan, dan kemampuan hacking-nya diperoleh secara otodidak lewat komunitas daring serta percobaan pribadi.
 
4.Barang Bukti Digital Disita
Saat penggeledahan, aparat menyita perangkat komputer, ponsel, kartu SIM, dan media penyimpanan yang diduga dipakai untuk aktivitas peretasan. Barang bukti ini kini diperiksa untuk mengurai lebih jauh jaringannya.
 
5.Motif Diduga Pemerasan
Klaim kebocoran 4,9 juta data nasabah disebut digunakan sebagai alat pemerasan terhadap bank swasta. Meski demikian, polisi masih menelusuri sejauh mana data itu benar-benar berhasil diambil dan disalahgunakan.
 
Kasus ini memunculkan kekhawatiran serius terhadap keamanan data di Indonesia. Pertama, karena klaim peretasan data dengan jumlah jutaan nasabah bisa menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan. Kedua, karena pelaku terbukti bukan berasal dari kalangan profesional IT, melainkan otodidak yang belajar lewat internet.
  • Penulis: Gerard F

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • HUT TNI ke 80, Ganti Seragam Loreng, dari Hijau Tua ke Sage Green

    HUT TNI ke 80, Ganti Seragam Loreng, dari Hijau Tua ke Sage Green

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 219
    • 0Komentar

    buzzID — Jakarta. Menjelang peringatan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, ada satu hal yang langsung menarik perhatian publik: perubahan warna dan motif pakaian dinas lapangan (PDL) para prajurit. Jika dulu loreng khas TNI didominasi warna hijau tua, kini tampilannya berubah total menjadi hijau muda dengan motif digital, yang […]

  • Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 116
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2025 tahun ini (24/09) bukan sekadar seremoni atau upacara. Jakarta menjadi pusat perhatian dengan dua titik aksi besar: Medan Merdeka Selatan dan depan Gedung DPR/MPR RI. Ribuan petani, aktivis agraria, mahasiswa, hingga elemen masyarakat sipil turun ke jalan membawa pesan lantang: reforma agraria sejati harus dijalankan sekarang juga. […]

  • Polemik tunjangan rumah DPRD

    Polemik Tunjangan Rumah DPRD

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Di balik gedung megah parlemen daerah, ada fakta yang bikin rakyat geleng-geleng kepala, tunjangan rumah DPRD di beberapa provinsi bisa tembus Rp 70–79 juta per bulan. Angka ini bahkan menyamai tunjangan perumahan anggota DPR RI. Ongkos politik memang mahal, mungkin karena ini jadi sebanding. Menurut penelusuran buzzID, perbincangan soal tunjangan perumahan DPRD ini jadi trending […]

  • Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Pagi di La Higuera, Bolivia, 9 Oktober 1967, udara dingin menembus dinding sekolah tua yang dijadikan markas tentara. Di ruang kecil itu, seorang tawanan berdiri tegap meski tubuhnya babak belur. Namanya Ernesto “Che” Guevara. Wajahnya penuh luka, tapi sorot matanya masih menyala. Beberapa menit kemudian, peluru menembus dadanya. “Aku tahu kau datang untuk membunuhku,” katanya […]

  • Isi surat dari Farhan Siswa SMAN 62 Jakarta yang masih di tahan di Rutan Polda Metro Jaya. (Tangkapan layar IG)

    Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 134
    • 0Komentar

    buzzid — Jakarta, siswa bernama Farhan Indra Setiawan jadi buah bibir publik setelah surat haru yang ia tulis dari balik jeruji tahanan viral di media sosial. Pelajar kelas 12 SMAN 62 Jakarta Timur itu ditahan usai ikut demonstrasi pada 29 Agustus 2025. Dari dalam tahanan, ia menulis permohonan agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap […]

  • Brot Jadi Orkay!

    Brot Jadi Orkay!

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kali ini Si Brot jadi orkay secara medadak, sebelumnya gaji dia cuma 3 juta per tahun. Keadaan berubah saat gajinya menjadi 3 juta perhari! 

expand_less