Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
  • comment 0 komentar

Jakarta, 16 Oktober 2025 — Program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada awal pekan ini memicu reaksi keras dari kalangan pesantren di berbagai daerah. Tayangan yang membahas tradisi penghormatan santri terhadap kiai dinilai menyinggung nilai-nilai luhur kehidupan pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri.

Kontroversi bermula pada 13 Oktober 2025, saat segmen tersebut ditayangkan dalam episode bertema “Tradisi Pesantren dan Penghormatan Santri”. Beberapa cuplikan menampilkan penggambaran kehidupan santri yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan dinilai melecehkan makna penghormatan terhadap kiai yang selama ini dijunjung tinggi di kalangan pesantren.

Kronologi dan Akar Permasalahan

Dalam tayangan itu, narasi disajikan dengan gaya satir dan visualisasi dramatik yang dianggap tidak pantas oleh banyak kalangan. Penggambaran interaksi santri dan kiai yang bersifat karikatural dinilai mencederai nilai adab serta spiritualitas yang menjadi inti kehidupan pesantren.

Aksi Santri Malang Raya, boikot Trans7 (Disway)

Tradisi seperti mencium tangan kiai, berdiri ketika kiai datang, serta sikap hormat santri terhadap guru dianggap oleh redaksi program sebagai “kebiasaan unik”, namun dalam penyajiannya muncul kesan merendahkan dan tidak kontekstual.

Reaksi keras segera muncul dari para santri, alumni, dan pengasuh pondok pesantren di berbagai daerah, khususnya dari Ponpes Lirboyo, Kediri, yang merasa tayangan tersebut telah menyinggung martabat pesantren.

Permohonan Maaf Trans7 dan Silaturahmi ke Lirboyo

Menanggapi protes tersebut, pihak Trans7 segera mengambil langkah klarifikasi. Melalui keterangan resmi yang dirilis 14 Oktober 2025, manajemen Trans7 menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pesantren dan secara khusus kepada Ponpes Lirboyo, Kediri.

“Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tayangan Xpose Uncensored yang menyinggung perasaan masyarakat pesantren. Kami mengakui adanya kelalaian dalam proses editorial dan akan melakukan evaluasi menyeluruh,” tulis pernyataan resmi pihak Trans7.

Audiensi Trans7 Bersama Alumni Ponpes Lirboyo (Adrial/detikcom)

Perwakilan dari Trans7 melakukan mediasi dengan pihak Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jabodetabek atas sebuah tayangan yang dianggap menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pihak Trans7 mengakui telah lalai dan akan bertanggung jawab.

“Trans7 mengakui kelalaian walaupun itu materi atau konten dari PH (production house), tetapi Trans7 tidak lepas dari tanggung jawab untuk itu,” ujar Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, di Kantor Trans7, Jakarta, Selasa silam (14/10).

Andi mengatakan tayangan tersebut merupakan produk dari rumah produksi atau production house (PH). Bentuk sanksi ke pihak PH akan didiskusikan lebih lanjut oleh Trans7.

Dalam kesempatan yang sama, Penasihat Almuni Lirboyo Jabodetabek, Rasyud Syahkir, menjelaskan ada lima tuntutan yang disampaikan ke pihak Trans7. Pihak Trans7, katanya, telah merespons tuntutan tersebut.

“Alhamdulillah dari lima tuntutan yang disampaikan oleh teman-teman semuanya direspons, insyaallah secara tertulis, sebelum 1×24 jam,” kata dia.

Trans7 juga berjanji untuk menghapus dan meninjau ulang seluruh konten terkait pesantren yang telah ditayangkan serta memperkuat tim verifikasi dan sensor internal.

Sikap Organisasi Keagamaan dan Tokoh Publik

Kontroversi ini turut menarik perhatian organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU). Pimpinan PBNU menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi industri media agar lebih berhati-hati ketika menayangkan isu yang menyangkut agama dan budaya lokal.

“Pesantren bukan hanya institusi pendidikan, tapi juga pusat nilai, adab, dan spiritualitas. Media harus paham konteks sebelum membuat narasi,” kata KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU, dalam keterangannya di Jakarta.

Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: PBNU)

Gus Yahya menilai, siaran tersebut tidak hanya menyalahi prinsip jurnalisme yang benar, tetapi juga dapat mengganggu harmoni dan ketenteraman masyarakat. “Karena jelas penghinaan-penghinaan yang dilakukan di dalam tayangan Trans7 tersebut sangat menyinggung dan membangkitkan amarah bagi kalangan pesantren dan warga Nahdlatul Ulama pada umumnya,” ujarnya.

Sejumlah pengamat media menilai langkah cepat Trans7 dalam meminta maaf merupakan tindakan yang tepat, namun mereka juga menekankan pentingnya pelatihan jurnalisme sensitif budaya di industri penyiaran.

Kasus ini membuka diskusi publik tentang bagaimana media memahami dan merepresentasikan tradisi pesantren dalam konteks modern. Bagi kalangan pesantren, hubungan antara santri dan kiai bukan sekadar hubungan akademik, tetapi juga spiritual dan moral.

Tradisi penghormatan yang menjadi sorotan bukan bentuk kultus individu, melainkan ekspresi adab nilai yang menjadi fondasi pendidikan Islam klasik.

Usai permintaan maaf, Trans7 berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Xpose Uncensored. Pihaknya menyatakan akan melibatkan konsultan keagamaan dan budayawan untuk memastikan tayangan berikutnya lebih berimbang dan kontekstual.

Kontroversi Xpose Uncensored menjadi pelajaran penting bagi dunia penyiaran nasional. Di tengah derasnya kompetisi media dan kebutuhan konten yang menarik, sensitivitas terhadap nilai budaya dan agama tetap harus dijaga.

Permohonan maaf Trans7 dan langkah rekonsiliasi dengan Ponpes Lirboyo menjadi contoh positif penyelesaian konflik secara bermartabat. Namun, kasus ini juga menjadi pengingat: bahwa tradisi pesantren bukan sekadar materi tayangan, melainkan warisan adab dan nilai yang telah membentuk wajah Islam Nusantara selama berabad-abad.

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Barang bukti Rp204 miliar kasus pembobolan rekening dormant. (HukamaNews.com)

    Sindikat Bobol Rekening Dormant Gasak Rp204 Miliar dalam 17 Menit, Struktur Cluster Terungkap

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 135
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Kasus pembobolan rekening dormant (rekening tidak aktif) BNI di Jawa barat senilai Rp204 miliar jadi sorotan besar dunia perbankan. Hanya dalam waktu 17 menit, sindikat terorganisir berhasil menguras dana ratusan miliar dengan modus penyamaran sebagai Satgas Kementerian. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, menjelaskan para pelaku membagi […]

  • Kantor DPRD DKI Jakarta

    Netizen Tagih Janji Evaluasi Tunjangan Rumah DPRD DKI

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Timeline X dan Instagram lagi panas. Warganet rame-rame nagih janji soal evaluasi tunjangan rumah DPRD DKI Jakarta yang nilainya tembus Rp70–78 juta per bulan. “Katanya mau dievaluasi, kok masih adem-adem aja?” tulis akun @jakartanspeak. Ada juga yang nyeletuk, “Tunjangan rumahnya gede banget, kalau dipangkas bisa buat beasiswa satu kampus.” Publik makin heboh […]

  • Jejak Korupsi Tambang, Prabowo Tinjau Smelter Timah Triliunan Sitaan Kejagung

    Jejak Korupsi Tambang, Prabowo Tinjau Smelter Timah Triliunan Sitaan Kejagung

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 134
    • 0Komentar

    buzzID – Bangka Belitung, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung smelter timah hasil sitaan Kejaksaan Agung RI Bangka Belitung. Aset ini sebelumnya terkait dengan kasus korupsi tambang timah yang menimbulkan kerugian negara fantastis, mencapai Rp 271 triliun. Prabowo menyaksikan secara langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk., yang digelar di Smelter PT […]

  • Isi surat dari Farhan Siswa SMAN 62 Jakarta yang masih di tahan di Rutan Polda Metro Jaya. (Tangkapan layar IG)

    Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 134
    • 0Komentar

    buzzid — Jakarta, siswa bernama Farhan Indra Setiawan jadi buah bibir publik setelah surat haru yang ia tulis dari balik jeruji tahanan viral di media sosial. Pelajar kelas 12 SMAN 62 Jakarta Timur itu ditahan usai ikut demonstrasi pada 29 Agustus 2025. Dari dalam tahanan, ia menulis permohonan agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Sebut “Bentar Lagi Penangkapan”

    Purbaya Yudhi Sadewa Sebut “Bentar Lagi Penangkapan”

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan akan dilakukan penangkapan besar-besaran terhadap jaringan mafia penyelundupan barang impor dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21 Oktober 2025). Menurut Purbaya, sasaran utama operasi kali ini ialah pelaku yang melakukan praktik under-invoicing atau menurunkan nilai barang impor dari harga sebenarnya, […]

  • Mengenang Salim Kancil, Aktivis Desa penolak tambang yang dibunuh Kades nya 26 Sept 2015 silam.

    Mengenang Tragedi Salim Kancil, Melawan Tambang Terbunuh

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    buzzID – Hari ini 26 September 2025 tepat 10 tahun kematiannya, nama Salim Kancil sampai sekarang masih jadi simbol perlawanan rakyat kecil melawan tambang ilegal. Ceritanya tragis, tapi juga jadi pengingat keras tentang betapa mahalnya harga keadilan di negeri ini. Dari Petani ke Nelayan karena Sawah Rusak Salim lahir pada tanngal 22 April 1969 di […]

expand_less