Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Society » Event » Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat karakter yang bergumul dengan keresahan eksistensial mereka: Lelaki Muda yang memberontak, Lelaki Tua yang terjebak masa lalu, Pecinta Balon yang mewakili anomali kekuasaan, dan Perempuan yang bergulat-tak-henti dengan trauma. Di tangan sutradara Ardianti Permata Ayu dan Dramaturg Heri Purwoko, naskah ini dihidupkan kembali dengan latar distopia yang suram, mencerminkan realitas dunia saat ini yang dikuasai ketamakan dan ketidakpedulian terhadap alam. Panggung diubah menjadi tempat penampungan sampah plastik dan elektronik, menjadi kritik tajam tentang kondisi manusia di tengah dunia yang rusak.

Pertunjukan drama Petang di Taman.

Pertunjukan drama Petang di Taman. (Istimewa)

Skenografi yang dihadirkan Anteater dirancang untuk memperkuat kesan kelam dan tanpa harapan. Penonton dapat menemukan bongkahan sampah dalam bentuk kardus, kemasan plastik, serta ban-ban usang sebagai tempat duduk dan tanaman. Atmosfer ini didukung oleh penataan suara oleh Derick Adeboi yang menciptakan lanskap audio disonan dari suara metal, desau angin, dan petir. Para pemain, termasuk Heri Purwoko, Idham Aulia Shaffansyah, Septiadi, Sukendi, dan Pracista Dhira Prameswari, menghidupkan kembali karakter-karakter ikonik ini dengan kedalaman emosional yang relevan, tentunya dengan bantuan sentuhan Khairunnisah pada tata rias dan kostum.

“Petang di Taman” adalah lebih dari sekadar pertunjukan teater; ia adalah sebuah perjalanan introspektif yang mengundang penonton untuk merenungkan makna dan absurditas kehidupan. Ketika “taman” dalam pementasan Iwan Simatupang adalah sebuah panggung tempat keresahan absurd, di sisi lain demonstrasi akhir Agustus 2025 di jalanan, yang dimulai dari tuntutan buruh, ojek daring, hingga mahasiswa, membuktikan bahwa “taman” yang sesungguhnya kini adalah ruang publik, di mana keresahan rakyat tak lagi filosofis, tetapi nyata dan menuntut keadilan, sebuah cerminan dari naskah yang menjadi realitas distopia (Tempo, 31 Agustus 2025). Tuntutan reformasi DPR, penolakan kenaikan tunjangan, dan desakan pengusutan kasus kekerasan aparat (Kumparan, 29 Agustus 2025) menunjukkan bahwa dialog yang seharusnya terjadi di parlemen kini harus diungkapkan melalui suara keras di jalanan, menciptakan panggung dramatis yang penuh ketegangan, seperti yang disampaikan oleh berbagai media terkemuka. Pementasan Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng oleh Anteater ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Teater Jakarta Selatan (FTJS) dan digelar pada Selasa, 15 September 2025 pukul 19.30 WIB di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan. FTJS sendiri terselenggara berkat kerjasama Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan SINTESA yang merupakan asosiasi teater wilayah Jakarta Selatan.

Kelompok teater kolaboratif, Anteater Experiment menghidupkan lagi absurditas drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan

Kelompok teater kolaboratif, Anteater Experiment menghidupkan lagi absurditas drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan,. (Istimewa)

TENTANG ANTEATER EXPERIMENT

Anteater Experiment adalah wadah kreatif yang terdiri dari individu-individu dengan beragam latar belakang disiplin ilmu, dari akademisi hingga jurnalis, yang bersatu untuk menciptakan karya-karya visual dan pertunjukan yang provokatif. Pementasan ini menjadi bukti komitmen mereka untuk terus bereksperimen dan menghadirkan gagasan-gagasan segar ke dunia seni pertunjukan Indonesia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Mengenang Salim Kancil, Aktivis Desa penolak tambang yang dibunuh Kades nya 26 Sept 2015 silam.

    Mengenang Tragedi Salim Kancil, Melawan Tambang Terbunuh

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    buzzID – Hari ini 26 September 2025 tepat 10 tahun kematiannya, nama Salim Kancil sampai sekarang masih jadi simbol perlawanan rakyat kecil melawan tambang ilegal. Ceritanya tragis, tapi juga jadi pengingat keras tentang betapa mahalnya harga keadilan di negeri ini. Dari Petani ke Nelayan karena Sawah Rusak Salim lahir pada tanngal 22 April 1969 di […]

  • kanror desa sukawangi

    Desa di Bogor Mau Dilelang, Warga Panik!

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    buzzID, Bogor – Kejadian unik sekaligus bikin geleng-geleng kepala muncul dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, terancam dilelang karena sejak tahun 1980-an dijadikan jaminan utang bank oleh seorang pengusaha. Kabar ini diungkap langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Yandri […]

  • Fitnah? Roy Suryo dan Tifa Datangi Makam Ibunda Jokowi, Sebut Bukan Ibu Kandung

    Fitnah? Roy Suryo dan Tifa Datangi Makam Ibunda Jokowi, Sebut Bukan Ibu Kandung

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Publik kembali digemparkan oleh ulah dua tokoh kontroversial, Roy Suryo dan Tifa, yang mendatangi makam almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Saat berziarah, keduanya menemukan sesuatu hal yang disebut mereka janggal dan tak lazim. Prosesi ziarah kubur yang dilakukan  diunggah dalam konten YouTube Refly Harun pada […]

  • Valentino Rossi tiba di Jakarta. Foto: Dok. Pertamina Lubricants

    Valentino Rossi Tiba di Jakarta

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    buzzID — Jakarta, Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, akhirnya menginjakkan kaki lagi di Indonesia jelang gelaran MotoGP Mandalika 2025, 3–5 Oktober mendatang. Setelah sebelumnya sering absen saat timnya bertanding di Indonesia, kini Rossi hadir langsung untuk menyapa fans dan ikut meramaikan suasana pra-pertandingan. Bersama anak buahnya dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team, yaitu Fabio Di […]

  • Munir, peringatan 21 Tahun Menolak Lupa

    Munir, Suara yang Tak Pernah Padam

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Munir Said Thalib bukan pejabat, bukan orang kaya. Dia cuma seorang anak Malang, lahir 8 Desember 1965, yang punya satu modal penting: keberanian. Dari bangku kuliah hukum di Universitas Brawijaya, Munir udah dikenal suka “ngeyel” kalau lihat ketidakadilan. Baginya, diam sama dengan merawat kejahatan. “Kalau kita diam melihat kejahatan, maka kita sedang merawat kejahatan itu.” […]

  • Fakta Terungkap, Kasus Jual Laut Desa Kohod

    Fakta Terungkap, Kasus Jual Laut Desa Kohod

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 124
    • 0Komentar

    buzzID – Berawal dari kasus pagar laut misterius di perairan Tangerang yang viral. Pagar laut itu membentang sepanjang 30,16 kilometer dari Desa Muncung hingga Pakuhaji, Tangerang, Banten dengan wujud berupa bambu yang ditancapkan di dasar laut. Hal tersebut langsung dikomentari oleh Kepala Desa Kohod, Arsin, lahan pagar laut itu dulunya adalah daratan yang digunakan untuk […]

expand_less