Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Daerah » Desa di Bogor Mau Dilelang, Warga Panik!

Desa di Bogor Mau Dilelang, Warga Panik!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID, Bogor – Kejadian unik sekaligus bikin geleng-geleng kepala muncul dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, terancam dilelang karena sejak tahun 1980-an dijadikan jaminan utang bank oleh seorang pengusaha.

Kabar ini diungkap langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Yandri bilang desa itu bahkan sudah dipasangi plang sitaan. Lebih ngeri lagi, warga di sana terancam diusir.

“Nggak boleh ada desa di Indonesia yang dilelang. Ini negara hukum, desa itu milik rakyat. Saya sudah kirim surat ke pihak terkait biar proses ini dihentikan,” kata Yandri tegas.

500 Hektare Lahan Jadi Agunan

Menurut Kepala Desa Sukawangi, Budiyanto, ada sekitar 500 hektare lahan desa yang dipakai jadi agunan. Padahal total wilayah desa sekitar 1.200 hektare. Sisanya malah diklaim sama Kementerian Kehutanan sebagai kawasan hutan.

Masalah makin pelik karena status desa ini juga tumpang tindih dengan klaim Perhutani dan kawasan taman nasional. Jadi bukan cuma soal utang, tapi udah nyeret ke konflik lahan skala gede.

Mendes PDT Yandri Susanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/9). (Tri Meilani Ameliya./Antara)

Mendes PDT Yandri Susanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/9). (Tri Meilani Ameliya./Antara)

DPR dan Pemerintah Turun Tangan

Kasus ini bikin DPR dan pemerintah gerak cepat. Dalam rapat kerja, disepakati kalau desa dan kawasan transmigrasi harus dibebaskan dari status kawasan hutan atau taman nasional. Dua kementerian, Kementerian Desa dan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan diminta langsung bikin dasar hukum biar desa nggak benar-benar dilelang.

Yandri juga heran kok bisa bank meloloskan verifikasi jaminan sampe level desa. “Ini jelas ada yang aneh. Masa sebuah desa bisa lolos jadi agunan pinjaman?” katanya.

Warga Waswas, Hidup di Ujung Tanduk

Sekarang warga Sukawangi hidup dengan rasa cemas. Mereka takut rumah dan tanah yang sudah mereka tempati turun-temurun bakal raib begitu saja.

Kasus ini pun jadi sorotan nasional. Publik mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah desa, entitas resmi pemerintahan, bisa diperlakukan kayak properti pribadi yang bisa diagunkan ke bank.

Pemerintah janji bakal cari solusi biar hak masyarakat terlindungi, dan tragedi kayak gini nggak terulang lagi di daerah lain.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 172
    • 0Komentar

    buzzID – Akhir Agustus 2025 kemarin, Jakarta dan sekitarnya sempat panas banget. Demo besar-besaran pecah, katanya buat nyuarain keresahan rakyat, tapi versi polisi, banyak aksi yang dianggap “anarkis.” Nah, buntut dari itu, polisi langsung bergerak cepat, patroli siber rame-rame, ada ratusan akun medsos diblokir, dan belasan orang ditetapkan sebagai tersangka. Uniknya, yang kena nggak cuma […]

  • Polemik tunjangan rumah DPRD

    Polemik Tunjangan Rumah DPRD

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Di balik gedung megah parlemen daerah, ada fakta yang bikin rakyat geleng-geleng kepala, tunjangan rumah DPRD di beberapa provinsi bisa tembus Rp 70–79 juta per bulan. Angka ini bahkan menyamai tunjangan perumahan anggota DPR RI. Ongkos politik memang mahal, mungkin karena ini jadi sebanding. Menurut penelusuran buzzID, perbincangan soal tunjangan perumahan DPRD ini jadi trending […]

  • Munir, peringatan 21 Tahun Menolak Lupa

    Munir, Suara yang Tak Pernah Padam

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Munir Said Thalib bukan pejabat, bukan orang kaya. Dia cuma seorang anak Malang, lahir 8 Desember 1965, yang punya satu modal penting: keberanian. Dari bangku kuliah hukum di Universitas Brawijaya, Munir udah dikenal suka “ngeyel” kalau lihat ketidakadilan. Baginya, diam sama dengan merawat kejahatan. “Kalau kita diam melihat kejahatan, maka kita sedang merawat kejahatan itu.” […]

  • Presiden Trump resmi menandatangani perubahan nama Pentagon menjadi Department of War

    Presiden Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Department of War

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    buzzID – Amerika Serikat lagi panas gara-gara keputusan Presiden Donald Trump yang nge-rebrand Department of Defense (DoD) jadi Department of War. Lewat perintah eksekutif, Trump ngasih lampu hijau supaya nama “War Department” bisa dipakai di komunikasi resmi, walaupun secara hukum nama resminya tetep “Defense” karena itu diatur UU sejak 1949. “Kita bukan cuma bertahan, kita […]

  • GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penyegelan sementara terhadap Kantor Bank Mega di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Senin (20/10/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras atas dugaan penghinaan terhadap umat Islam dan Pondok Pesantren Lirboyo yang muncul dalam salah satu program tayangan di […]

  • Kata-Kata Pertama Patrick Kluivert Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia

    Kata-Kata Pertama Patrick Kluivert Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Jakarta – Patrick Kluivert akhirnya resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 16 Oktober 2025, setelah PSSI dan Kluivert sepakat untuk mengakhiri kerja sama secara baik-baik. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Kluivert menyampaikan pesan emosional yang menunjukkan kekecewaan sekaligus rasa bangganya atas perjalanan bersama skuad Garuda. “Meskipun […]

expand_less