Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Turun Jalan & Bendera One Piece Ikut Berkibar
- account_circle Velope Zaskya
- calendar_month Sen, 22 Sep 2025
- comment 0 komentar

(REUTERS/Angela Ponce)
buzzID — Gelombang protes yang awalnya ramai di Indonesia, kini merembet sampai ke Peru. Anak muda di sana, khususnya Gen Z, turun ke jalan, menuntut pemerintah bersih dari korupsi dan lebih mendengar suara rakyat.
Yang bikin unik? Bendera One Piece berkibar di tengah lautan massa! Simbol kru Topi Jerami (Straw Hat Pirates) itu jadi semacam ikon perlawanan, bikin demo terasa lebih kreatif dan relatable buat generasi muda.
“Bendera ini simbol bahwa kita nggak takut sama ‘sistem’ yang korup. Sama kayak Luffy, kita mau lawan ketidakadilan,” ujar salah satu peserta demo di Lima, Peru.
Gen Z butuh simbol yang gampang dikenali & nggak terlalu “politik banget”. Karakter Luffy dkk dianggap mewakili semangat melawan opresi, mencari kebebasan, dan melindungi yang lemah. Plus, estetikanya keren buat difoto dan viral di media sosial.
Situasi di Lapangan
Jalanan ibu kota Peru lagi panas banget. Ribuan anak muda, terutama dari generasi Z, turun ke jalan menentang Presiden Dina Boluarte dan Kongres yang dianggap makin nggak bisa dipercaya. Demo ini awalnya meledak setelah Kongres ngetok undang-undang soal dana pensiun swasta. Bagi banyak anak muda, aturan itu sama aja kayak jebakan, soalnya mayoritas kerjaan mereka nggak tetap, penghasilan nggak stabil, dan masa depan jadi terasa makin digantung.

Seorang demonstran dengan bendera Peru berada ditengah gas air mata. (REUTERS/Angela Ponce)
Tapi ternyata bukan cuma soal pensiun. Kemarahan publik juga dipicu isu yang udah lama, korupsi, kejahatan terorganisir, sampai pemerasan yang bikin masyarakat resah. Rasa kecewa makin menumpuk karena pemerintah dianggap nggak pernah serius ngurusin masalah ini. Alhasil, demo besar-besaran pun pecah di pusat kota Lima, deket banget sama istana presiden dan gedung parlemen.
Suasananya sempat chaos. Demonstran ada yang lempar batu bahkan molotov, sementara polisi balas dengan gas air mata dan peluru karet. Wartawan yang lagi liputan pun ada yang kena tembak pellet. Menurut laporan, setidaknya 18 orang terluka, termasuk aparat dan jurnalis. Malam hari situasi makin panas, aksi makin meluas, dan video-videonya langsung rame berseliweran di media sosial.

Demo Genz Peru Meluas. (AP Photo/Martin Mejia)
Di antara ribuan suara yang memenuhi jalan, ada Xiomi Aguilar, 28 tahun, yang terang-terangan bilang udah muak: “Saya merasa dikhianati oleh pemerintahan ini dan Kongres yang cuma melayani partai politik.” Sementara Jonatan Esquen, mahasiswa 18 tahun, nyebut aksi ini sebagai awal kebangkitan generasi muda. Buat dia, media sosial dan ruang publik sekarang jadi senjata baru untuk nunjukkin kalau suara Gen Z nggak bisa lagi diremehin.
Survei terbaru nunjukin tingkat kepercayaan rakyat ke pemerintah dan Kongres jatuh ke titik terendah. Banyak warga Peru mengaku malu sama kondisi politik yang carut-marut. Dan jelas banget, generasi muda kini berdiri di garis depan, bukan cuma di jalanan, tapi juga di dunia digital.
- Penulis: Velope Zaskya









Saat ini belum ada komentar