Wow, Nadiem Makarim Tersangka Korupsi 1,98 Triliun
- account_circle Fajar Elang
- calendar_month Kam, 4 Sep 2025
- comment 0 komentar

Nadeim Makarim dijerat pasal korupsi sebesar 1.,98 Triliun
buzzID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, sebagai tersangka baru. Kabar ini pun mulai menghebohkan linimasa media sosial.
“Telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna dalam jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025).
Siapa sih yang gak kenal Nadiem Makarim?
Dulu dia dilihat sebagai golden boy: co-founder Gojek, salah satu startup unicorn pertama Indonesia, terus lompat ke dunia politik jadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2019–2024). Citra yang nempel? Smart, clean, disruptif.
Tapi September 2025 ini, kabar terbaru bikin publik nge-freeze: Nadiem resmi jadi tersangka korupsi!!
Chromebook : Laptop yang Bikin Panas Dingin
Kasus utamanya adalah pengadaan laptop Chromebook buat sekolah-sekolah.
– Tuduhannya : pas menjabat menteri, Nadiem bikin kebijakan “satu spesifikasi aja” yang ujung-ujungnya cuma cocok untuk produk Chromebook.
– Hasilnya? Tender jadi gak fair, negara dirugiin sampai Rp 1,98 triliun.
Bahkan, Kejagung bilang Nadiem sempat 6 kali ketemu sama tim Google Indonesia sebelum aturan itu keluar. Google buru-buru klarifikasi: Eh bro, kami jualan lewat reseller, gak direct deal sama pemerintah.
Buat kita yang dulu ngeliat program digitalisasi sekolah kayak langkah maju, sekarang jadi kayak, Lah, jangan-jangan ini semua proyek titipan?.
Kasus ini kayak franchise dengan banyak season. Selain Chromebook, ada juga:
-
Skandal Google Cloud → soal penggunaan layanan cloud yang katanya bikin duit negara ngalir aneh.
-
Kuota Internet Gratis → program PJJ era pandemi yang ternyata bengkak Rp 1,5 triliun.
Jadi, bukan cuma satu titik, tapi tiga proyek digitalisasi era Nadiem yang lagi dicek aparat.

Nadiem Makarim Tersangka. (Foto : CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti)
Dulu, Nadiem itu poster boy generasi muda: stylish, lulusan Ivy League, ngerti teknologi, bawa vibes startup ke birokrasi. Sekarang, timeline berubah:
-
Jadi headline korupsi di media internasional.
-
Ditahan 20 hari di Rutan Salemba buat penyidikan.
-
Namanya trending, tapi bukan karena “Merdeka Belajar” lagi.

Nadiem dan Gojek
Nadiem Membela Diri
Dia udah beberapa kali angkat suara: “Saya gak pernah toleransi korupsi dalam bentuk apapun.”
Tapi publik udah terlanjur trust issues. Bener gak sih ini cuma frame up politik? Atau emang bener ada kongkalikong di balik meja rapat kementerian?
Menurut lo, kasus ini bakal jadi “jatuhnya superhero tech Indonesia” atau justru “plot twist politik” yang masih bisa dibalik?
Ironis banget. Orang yang dulu dilihat sebagai “harapan baru” malah kejebak skandal lama : korupsi barang publik.
Apa Kata Kita, Anak Muda?
Kasus ini jadi wake-up call: ternyata “anak muda techy” juga bisa kena jebakan sistem korupsi.
Pertanyaan yang nyisa:
-
Apakah Nadiem ini korban politik? Bisa jadi.
-
Atau beneran main belakang? Kalau iya, berarti gak ada bedanya dengan pejabat lama yang dulu sering kita kritik.
-
Apa efeknya ke kita? Ya jelas. Laptop itu buat sekolah, buat masa depan. Kalau korupsi, yang rugi ya anak-anak sekolah, bukan cuma negara di atas kertas.
And Then
Supaya jelas: ini bukan cuma soal Nadiem pribadi, tapi soal harapan generasi. Dulu kita percaya orang muda bisa bawa cara baru ke politik. Tapi kalau ujungnya sama aja, main proyek, atur spesifikasi, rugiin negara—apa bedanya?
Jadi, buat kita yang lahir di era digital: mungkin pelajaran dari kasus ini adalah, transparansi itu bukan gaya, tapi kewajiban. (Fajar Elang)
- Penulis: Fajar Elang



Saat ini belum ada komentar