Pestapora 2025 : Jumatan ala Kalcer, Vincent Dengerin Rhoma Irama Khutbah
- account_circle Gerard F
- calendar_month Jum, 5 Sep 2025
- comment 0 komentar

Vincent Rompies Jumatan di Pestapora 2025. (IG Vindes)
buzzID – Ada pemandangan tak biasa di festival musik Pestapora 2025. Di tengah gegap gempita panggung dan ribuan penonton yang biasanya hanyut dalam alunan musik, Jumat siang itu venue mendadak berubah jadi lautan saf. Para penikmat musik kompak ikut shalat Jumat berjamaah, bikin vibes festival terasa beda dari biasanya (05/09).
Dirangkum dari sumber tayangan IG Vindes dan video yang beredar, terlihat barisan anak muda dengan outfit festival lengkap : kaos band, kemeja santai, bucket hat, sampai sneakers hype, melepas alas kaki lalu duduk rapi di area terbuka. Imam berdiri di depan, pengeras suara seadanya dipakai buat khutbah, sementara di kejauhan masih samar terdengar aktivitas teknisi panggung. Suasana khidmat ini bikin banyak orang merinding, karena Pestapora berhasil menyatuin dua hal yang jarang ketemu: euforia musik dan kekhusyukan ibadah.
Yang bikin makin heboh, sosok Vincent Rompies juga ikut duduk di saf jamaah. Musisi sekaligus host ternama ini terlihat khusyuk mengikuti rangkaian shalat bareng ribuan penonton lain. Netizen langsung rame di medsos, kagum karena kehadiran Vincent dianggap simbol bahwa ibadah di festival bukan hal tabu, tapi justru bisa jadi ruang kebersamaan.

Momen Jumatan Pestapora 2025, H. Rhoma Irama Khutbah.(IG Vindes)
Shalat Jumat di Pestapora ini juga makin berkesan karena muazin adalah Fauzan Lubis, vokalis band Sisitipi. Suara adzannya yang khas bikin suasana festival jadi hening dan sakral. Lalu, khutbah disampaikan oleh H. Rhoma Irama, sang Raja Dangdut, yang tampil sebagai khotib. Kombinasi ini bikin jamaah ngerasain pengalaman unik: ibadah bareng musisi, host, dan legenda musik sekaligus.
Respon publik pun positif. Banyak yang memuji penyelenggara Pestapora karena menyediakan ruang shalat Jumat, sehingga festival tetap bisa jalan tanpa ninggalin kewajiban. “Jumatan ala Kalcer,” tulis salah satu netizen di IG. Momen ini jadi bukti kalau musik, budaya, dan spiritualitas bisa berjalan berdampingan tanpa saling bentrok bahkan bikin festival makin bermakna.
- Penulis: Gerard F



Saat ini belum ada komentar