Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Pop Culture » Music » Pestapora 2025 : Jumatan ala Kalcer, Vincent Dengerin Rhoma Irama Khutbah

Pestapora 2025 : Jumatan ala Kalcer, Vincent Dengerin Rhoma Irama Khutbah

  • account_circle Gerard F
  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Ada pemandangan tak biasa di festival musik Pestapora 2025. Di tengah gegap gempita panggung dan ribuan penonton yang biasanya hanyut dalam alunan musik, Jumat siang itu venue mendadak berubah jadi lautan saf. Para penikmat musik kompak ikut shalat Jumat berjamaah, bikin vibes festival terasa beda dari biasanya (05/09).

Dirangkum dari sumber tayangan IG Vindes dan video yang beredar, terlihat barisan anak muda dengan outfit festival lengkap : kaos band, kemeja santai, bucket hat, sampai sneakers hype, melepas alas kaki lalu duduk rapi di area terbuka. Imam berdiri di depan, pengeras suara seadanya dipakai buat khutbah, sementara di kejauhan masih samar terdengar aktivitas teknisi panggung. Suasana khidmat ini bikin banyak orang merinding, karena Pestapora berhasil menyatuin dua hal yang jarang ketemu: euforia musik dan kekhusyukan ibadah.

Yang bikin makin heboh, sosok Vincent Rompies juga ikut duduk di saf jamaah. Musisi sekaligus host ternama ini terlihat khusyuk mengikuti rangkaian shalat bareng ribuan penonton lain. Netizen langsung rame di medsos, kagum karena kehadiran Vincent dianggap simbol bahwa ibadah di festival bukan hal tabu, tapi justru bisa jadi ruang kebersamaan.

Mmen Jumatan Pestapora 2025

Momen Jumatan Pestapora 2025, H. Rhoma Irama Khutbah.(IG Vindes)

Shalat Jumat di Pestapora ini juga makin berkesan karena muazin adalah Fauzan Lubis, vokalis band Sisitipi. Suara adzannya yang khas bikin suasana festival jadi hening dan sakral. Lalu, khutbah disampaikan oleh H. Rhoma Irama, sang Raja Dangdut, yang tampil sebagai khotib. Kombinasi ini bikin jamaah ngerasain pengalaman unik: ibadah bareng musisi, host, dan legenda musik sekaligus.

Respon publik pun positif. Banyak yang memuji penyelenggara Pestapora karena menyediakan ruang shalat Jumat, sehingga festival tetap bisa jalan tanpa ninggalin kewajiban. “Jumatan ala Kalcer,” tulis salah satu netizen di IG. Momen ini jadi bukti kalau musik, budaya, dan spiritualitas bisa berjalan berdampingan tanpa saling bentrok bahkan bikin festival makin bermakna.

  • Penulis: Gerard F

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • timnas Indonesia lawan Taipe

    Garuda Pesta Gol, Next Stop : Lebanon!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    buzzID – Surabaya kembali membara! Jumat malam, 5 September 2025, Stadion Gelora Bung Tomo jadi saksi ketika Timnas Indonesia bikin pesta besar, melibas Chinese Taipei / Taiwan 6–0. Sejak menit awal, atmosfer udah kerasa beda—tribun penuh nyanyian, flare warna-warni, dan vibes anak muda yang gak berhenti jingkrak tiap kali Garuda cetak gol. Timnas Indonesia berhadapan […]

  • Ultah ke 74 Kak Seto mendaki di gunung Prau, Wonosobo, Jateng

    Menolak Tua! Kak Seto Rayakan Ultah ke-74 dengan Birthday Trip Naik Gunung Prau

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 101
    • 0Komentar

    buzzID — Usia cuma angka, buktinya psikolog anak legendaris Seto Mulyadi alias Kak Seto bikin gebrakan saat ulang tahunnya yang ke-74. Alih-alih tiup lilin di rumah atau makan bareng keluarga, Kak Seto malah pilih birthday trip debut mendaki Gunung Prau! Yes, ini adalah pendakian pertamanya seumur hidup. Postingan Instagram @kaksetosahabatanak langsung viral setelah ia menulis […]

  • Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Pagi di La Higuera, Bolivia, 9 Oktober 1967, udara dingin menembus dinding sekolah tua yang dijadikan markas tentara. Di ruang kecil itu, seorang tawanan berdiri tegap meski tubuhnya babak belur. Namanya Ernesto “Che” Guevara. Wajahnya penuh luka, tapi sorot matanya masih menyala. Beberapa menit kemudian, peluru menembus dadanya. “Aku tahu kau datang untuk membunuhku,” katanya […]

  • Presiden Trump resmi menandatangani perubahan nama Pentagon menjadi Department of War

    Presiden Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Department of War

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    buzzID – Amerika Serikat lagi panas gara-gara keputusan Presiden Donald Trump yang nge-rebrand Department of Defense (DoD) jadi Department of War. Lewat perintah eksekutif, Trump ngasih lampu hijau supaya nama “War Department” bisa dipakai di komunikasi resmi, walaupun secara hukum nama resminya tetep “Defense” karena itu diatur UU sejak 1949. “Kita bukan cuma bertahan, kita […]

  • Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 113
    • 0Komentar

    buzzID – Akhir Agustus 2025 kemarin, Jakarta dan sekitarnya sempat panas banget. Demo besar-besaran pecah, katanya buat nyuarain keresahan rakyat, tapi versi polisi, banyak aksi yang dianggap “anarkis.” Nah, buntut dari itu, polisi langsung bergerak cepat, patroli siber rame-rame, ada ratusan akun medsos diblokir, dan belasan orang ditetapkan sebagai tersangka. Uniknya, yang kena nggak cuma […]

  • xijinping mao zedong china

    Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Dari Chairman ke Sekjen, dari Mao ke Xi. Kisah PKC adalah cerita bagaimana satu partai bisa ngatur hidup 1,4 miliar orang. Goks nggak, bro? buzzID – PKC (Partai Komunis China) sejatinya lahir di tengah kekacauan. Bayangin tahun 1921, Tiongkok masih penuh perang saudara, kemiskinan, dan campur tangan asing. Di situlah lahir Partai Komunis Tiongkok (PKC), […]

expand_less