Minggu, 15 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trending » Politic » Polemik Tunjangan Rumah DPRD

Polemik Tunjangan Rumah DPRD

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
  • comment 0 komentar

Di balik gedung megah parlemen daerah, ada fakta yang bikin rakyat geleng-geleng kepala, tunjangan rumah DPRD di beberapa provinsi bisa tembus Rp 70–79 juta per bulan. Angka ini bahkan menyamai tunjangan perumahan anggota DPR RI. Ongkos politik memang mahal, mungkin karena ini jadi sebanding. Menurut penelusuran buzzID, perbincangan soal tunjangan perumahan DPRD ini jadi trending topic dan topik tensinya sampai bikin meme sultan lokal.

Hasil “ngulik” dokumen resmi, ternyata ada beberapa Pergub yang jadi dasar hukum tunjangan perumahan DPRD:

  • DKI Jakarta → diatur lewat Pergub No. 132 Tahun 2018, angka tunjangan perumahan anggota DPRD bisa Rp 70,4 juta/bln, sementara Ketua DPRD nyaris Rp 78,8 juta/bln.

  • Jawa Tengah → mengacu Pergub Jateng No. 31 Tahun 2018, anggota DPRD dapat Rp 47,7 juta, Wakil Ketua Rp 72,3 juta, dan Ketua Rp 79,6 juta/bln.

  • Jawa Barat → lewat Pergub Jabar No. 80 Tahun 2017, anggota DPRD bisa kantongin Rp 62 juta, Wakil Ketua Rp 65 juta, Ketua Rp 70 juta/bln.

  • Jawa Timur → sesuai Pergub Jatim No. 55 Tahun 2017, anggota DPRD nerima Rp 49 juta, Wakil Ketua Rp 54,8 juta, dan Ketua Rp 57,7 juta/bln.

  • Sumatera Utara → lewat Pergub Sumut No. 46 Tahun 2017, anggota DPRD dapat Rp 40 juta, Wakil Ketua Rp 51 juta, dan Ketua Rp 60 juta/bln.

  • Banten → diatur lewat Pergub Banten No. 65 Tahun 2017, anggota DPRD dapet Rp 32,5 juta, Wakil Ketua Rp 35 juta, Ketua Rp 38,5 juta/bln.

Kalau ditotal, daerah-daerah ini aja udah bikin DPRD kelihatan kayak “crazy rich” versi pejabat publik.

Gedung DPRD Jateng

Gedung DPRD Jateng. (Foto Kompas)

Proporsionalkah?

Nah, di sinilah investigasinya makin menarik. Kalau dibandingin sama PAD (Pendapatan Asli Daerah), keliatan jelas bedanya:

  • DKI Jakarta punya APBD Rp 81,71 triliun (2024). Jadi tunjangan Rp 70 juta/bln per anggota DPRD mungkin “masih aman”.

  • Sumut PAD-nya nggak segede itu, tapi tunjangannya tembus Rp 60 juta/bln.

  • Banten dengan PAD yang lebih kecil, masih berani kasih Rp 32,5–38,5 juta/bln.

Bisa jadi sindiran masyarakat kerap kali bertanya : apakah emang perlu segede itu buat sekadar tunjangan rumah? Atau cuma jadi cara halus “mengamankan kenyamanan” para legislator daerah?

Begitu data ini mencuat, medsos rame, platform TikTok, IG, FB dan X penuh komentar pro kontra. Banyak netizen nyindir, “Kerja aja belum kelihatan hasilnya, tapi tunjangan rumah kayak pejabat negara kelas dunia.” Ada juga yang lebih kalem bilang, “Kalau APBD gede kayak Jakarta mungkin masih masuk akal, tapi kalau daerah PAD tipis kok ya tega?”

  • Sumanto (Ketua DPRD Jateng), 9 September 2025 via Antara:

    “Kita siap evaluasi, berdasarkan instruksi Presiden dan hasil appraisal pihak ketiga…”

  • Pramono Anung (Gubernur DKI), 7 September 2025 via Kompas TV:

    “Saya tunggu keputusan DPRD dulu, kita siapkan evaluasi jika perlu.”

  • Sultan HB X (Gubernur DIY), 9 September 2025 via Detik Jogja:

“Belum ada pembicaraan soal itu, masih tunggu arahan pusat — Kementerian Dalam Negeri.”

Aksi protes mahasiswa di depan gedung DPRD Jatim terkait tunjangan besar untuk anggota dewan

Aksi protes mahasiswa di depan gedung DPRD Jatim terkait tunjangan besar untuk anggota dewan. (Foto JPNN)

Menurut buzzID, sejak publik demo menyoroti tunjangan ini, tiga cluster percakapan terbentuk:

“Gaji aja belum jelas, tunjangan rumah malah sultan banget.”

“Yang kerja di sektor informal struggling, DPRD tinggal pilih ‘rumah’ puluhan juta.”

“Kalau BUMD & honorer aja gaji kecil, DPRD dapet luxury. Ada yang salah mulai dari sistem.”

Netizen nggak cuma nyinyir, banyak juga yang kasih harapan:

  • “Kalau pun tetap ada tunjangan, minimal transparan. Publik bisa lihat rincian appraisal rumahnya.”

  • “Kenapa nggak alihkan sebagian buat beasiswa atau subsidi transportasi?”

  • “Kita pengen DPRD tetap nyaman kerja, tapi jangan sampai terlalu jauh dari realitas rakyat.”

Suara dominan netizen adalah minta keadilan sosial: fasilitas oke, tapi ada batas wajar, dan harus seimbang sama pelayanan ke masyarakat.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Marc Marquez resmi amankan gelar Juara Dunia MotoGP 2025 di Jepang. (Foto: Michelin Sport)

    Kata Marc Marquez Usai Juara Dunia MotoGP 2025

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 85
    • 0Komentar

    buzzID – Dunia MotoGP kembali berguncang. Marc Marquez, sang “Baby Alien”, akhirnya resmi merebut gelar juara dunia MotoGP 2025 di Grand Prix Jepang. Ini bukan sekadar kemenangan biasa, ini adalah akhir dari perjalanan enam tahun penuh cedera, operasi, dan keraguan yang hampir menghentikan kariernya. Momen yang Bikin Merinding Balapan di Sirkuit Motegi berlangsung dramatis. Marquez […]

  • iPhone 17 akan segera hadir di indonesia.

    iPhone 17 Series Resmi Masuk Indonesia, Siap Jadi Incaran Oktober 2025

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    buzzID – Pecinta gadget, waktunya senyum lebar! Setelah berbulan-bulan jadi bahan gosip di forum dan medsos, iPhone 17 Series akhirnya dapat restu resmi buat dijual di Indonesia. Apple sukses menyelesaikan semua proses legalitas penting, mulai dari sertifikasi TKDN 40% yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian pada 11 September 2025, hingga sertifikasi Postel (Komdigi) yang diterbitkan pada 18 […]

  • 251 siswa keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kec. Tinangkung, Kota Salakan, Sulawesi Tengah. (Istimewa)

    Rangkaian Kasus Keracunan MBG Bikin Geger, Pemerintah Evaluasi Total

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 71
    • 0Komentar

    buzzID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya bikin anak-anak sekolah tambah sehat, malah bikin heboh se-Indonesia. Rangkaian kasus keracunan massal terjadi hampir bersamaan di beberapa daerah mulai dari Banggai Kepulauan (Sulteng), Gunungkidul (DIY), Garut (Jabar), sampai Baubau (Sultra). Netizen ramai-ramai menuntut pemerintah lebih serius soal pengawasan kualitas makanan. “Arahan Presiden jelas, target kita […]

  • Perayaan Maulid Nabi di Bali.

    Maulid Nabi 2025 di Bali : Dari Parade Telur, Harmoni Budaya, sampai Long Weekend Seru

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau ngomongin Bali, yang langsung kebayang biasanya pantai, pura, sama vibes liburan. Tapi ada satu sisi lain yang nggak banyak orang tau, Bali juga punya tradisi Islam yang kuat dan unik. Salah satu momen paling kerasa adalah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini jatuh di Jumat, 5 September 2025, pas banget […]

  • Hasil Prompt olah digital Keychain AI viral

    Viral, Cara Buat Miniatur Keychain Ultra Realistic dari Gemini AI

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    buzzID – Dunia kreatif digital makin liar aja, bro! Kali ini netizen lagi rame ngebahas trik bikin miniatur keychain ultra realistic yang keliatan kayak collectible premium, tapi sebenernya hasil render dari Gemini AI. Tutorialnya pertama kali dishare sama akun @digitative.id di Threads, dan langsung jadi obrolan karena hasilnya detail parah, kayak beneran difoto di studio. […]

  • Drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang

    Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat […]

expand_less