Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Demo Nepal, GenZ tumbangkan Pemerintahan Komunis

Demo Nepal, GenZ tumbangkan Pemerintahan Komunis

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
  • comment 0 komentar
buzzID – Nepal, 8–11 September 2025. Jalanan Kathmandu dan kota-kota besar Nepal udah kayak “arena perang” versi real life. Ribuan anak muda, kebanyakan Gen Z, turun ke jalan protes ke pemerintah. Pemicunya, larangan media sosial yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi, ditambah isu klasik: korupsi, ketimpangan, dan elite politik hidup mewah.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pada 8-9 Septmeber 2025 Pemerintah Nepal yang dipimpin Perdana Menteri KP Sharma Oli (Partai Komunis Nepal–UML) resmi umumkan pemnblokiran medsos kayak Tiktok, Facebook, Instagram, X. Alasan resminya: biar masyarakat “lebih sehat” dari hoaks. Tapi di lapangan, Gen Z nganggep ini cuma cara pemerintah nutup mulut rakyat. Sehari setelah pengumuman, ribuan mahasiswa dan aktivis langsung demo di Kathmandu. (Reuters, 08/09).
Jurang antara orang kaya dan miskin di Nepal amat dalam. Pendapatan per kapita tahunan Nepal, yang sekitar US$ 1.400 atau setara Rp23 juta, merupakan terendah di Asia Selatan. Tingkat kemiskinan negara ini secara konsisten berada di atas 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. Pengangguran di kalangan pemuda di Nepal telah menjadi tantangan besar. Persentase pemuda Nepal yang menganggur dan tidak mengenyam pendidikan mencapai 32,6 persen pada 2024, dibandingkan dengan 23,5 persen di negara tetangganya India, menurut data Bank Dunia.
“We are bound by the chains of unemployment… trapped in the selfish games of political parties. Corruption has woven a web that is extinguishing the light of our future.” 
Kita terbelenggu oleh rantai pengangguran… terperangkap dalam permainan egois partai politik. Korupsi telah merajut jaring yang memadamkan cahaya masa depan kita. “Jai Nepal” Abiskar Raut disampaikan secara kontroversional yang kemudian viral. pidato pada program tahunan ke-24 (annual programme) di Holy Bell English Secondary School, Maret 2025
AdfsfsdfsfAvishkar Raut jadi sosok Gen Z dan dijuluki 'Jai Nepal' memberikan pidato perlawanan terhadap pemerintah Nepal yang dianggapnya rusak.

Avishkar Raut jadi sosok Gen Z dan dijuluki ‘Jai Nepal’ memberikan pidato perlawanan terhadap pemerintah Nepal yang dianggapnya rusak.

Pada 09 September 2025, aksi demo makin panas. Gedung parlemen sampai dibakar massa. Hotel-hotel mewah yang identik dengan elite politik juga jadi sasaran. PM Oli akhirnya resign malam itu juga. Kata dia, “Saya mundur demi stabilitas negara.” (Washington Post, 09/09). Aparat menembaki massaSetidaknya dolaporkan 22 orang tewas, ratusan luka-luka akibat bentrok dengan aparat.
“Saya mundur demi stabilitas negara.” Perdana Menteri KP Sharma Oli (Washington Post, 09/09)
Siapa yang Jadi Target? Nepo Babies & Elite Politik
Siapa sangka istilah “Nepo Babies” yang awalnya cuma bahan bercandaan netizen malah bikin satu negara heboh. Awalnya, netizen cuma bikin video lucu-lucuan di TikTok dan Reddit isinya kompilasi foto anak pejabat yang keliling dunia, naik mobil sport, sekolah di luar negeri. Tapi makin lama, makin banyak yang sadar kalau kontrasnya keterlaluan, di satu sisi rakyat susah cari kerja, di sisi lain anak elite hidup bak sultan. Puncaknya? Pemerintah Nepal sempet blokir 26 platform medsos dengan alasan aturan baru. Bukannya reda, protes malah makin gila-gilaan. Hashtag #NepoKids trending, konten makin brutal, dan akhirnya warga turun ke jalan.
“Ini bukan cuma soal medsos. Ini soal keadilan dan transparansi. Kami bosan lihat elite pamer harta sementara rakyat susah,” kata salah satu aktivis muda di Kathmandu (6/9).
“Kami muak lihat elite politik hidup di hotel bintang lima, sementara kami nggak bisa bayar kuliah,” kata Sandesh, mahasiswa 21 tahun, saat diwawancara Reuters (08/09).
“Mereka (nepo babies) dapet semua fasilitas, kerjaan gampang. Sementara kita harus antre kerja berbulan-bulan. Ini ketidakadilan yang nyata,” ujar Anisha, aktivis perempuan (09/09).
Ilustrasi oleh buzzID

Ilustrasi oleh buzzID

Peran Partai Komunis Nepal

Partai Komunis Nepal (UML), tempat Oli bernaung, jadi pihak yang paling disalahkan. Awalnya mereka mengklaim larangan medsos demi stabilitas, tapi publik ngeh itu justru memperlihatkan wajah otoriter. Beberapa faksi komunis kecil (kayak kelompok Netra Bikram Chand “Biplav”) ikut nimbrung, sebagian mengkritik keras UML yang dianggap sudah jauh dari idealisme rakyat kecil. Setelah Oli mundur, parlemen Nepal lagi tarik ulur soal pemerintahan sementara.
Gen Z masih terus turun ke jalan, bilang mereka nggak mau berhenti sebelum ada jaminan: akses medsos balik, korupsi diberantas, dan elite politik lebih transparan. Dunia internasional ngeliat ini bisa jadi turning point buat Nepal, apakah akan lahir sistem politik baru, atau cuma ganti wajah elite doang. Fenomena ini jadi reminder buat kita semua, media sosial bisa jadi senjata ampuh kalau dipakai buat hal serius. Dari meme, bisa jadi gerakan sosial. Dan Nepal baru aja nunjukin kalau suara anak muda bisa bikin perubahan nyata.
  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • prabowo jin ping putin

    Prabowo Tampil Sejajar Xi, Putin, dan Kim di Parade Militer China

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    buzzID – Presiden Prabowo Subianto akhirnya bikin heboh dunia maya. Dalam parade militer gede-gedean di Tiananmen Square, Beijing, doi nongol di sesi foto bareng Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un. Bayangin aja, tiga nama besar dunia plus Prabowo berdiri sejajar dalam satu frame—langsung viral di medsos! Awalnya, kunjungan ini sempet drama karena kondisi […]

  • Statue 2 Iron Man dan Spider-Man Punya Sahroni Hancur, Segini Harganya

    Statue 2 Iron Man dan Spider-Man Punya Sahroni Hancur, Segini Harganya

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sahroni dengan koleksi diecast Jakarta – Rumah Ahmad Sahroni yang berada di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah massa. Ada 2 statue Iron Man dan Spider-Man yang diambil serta rusak. Netizen lalu bertanya ke kreator konten mainan Medy Renaldy terkait harga statue Iron Man dan Spider-Man yang diambil serta rusak. Medy menjawab rasa penasaran mereka dengan […]

  • Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 171
    • 0Komentar

    buzzID – Akhir Agustus 2025 kemarin, Jakarta dan sekitarnya sempat panas banget. Demo besar-besaran pecah, katanya buat nyuarain keresahan rakyat, tapi versi polisi, banyak aksi yang dianggap “anarkis.” Nah, buntut dari itu, polisi langsung bergerak cepat, patroli siber rame-rame, ada ratusan akun medsos diblokir, dan belasan orang ditetapkan sebagai tersangka. Uniknya, yang kena nggak cuma […]

  • GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penyegelan sementara terhadap Kantor Bank Mega di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Senin (20/10/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras atas dugaan penghinaan terhadap umat Islam dan Pondok Pesantren Lirboyo yang muncul dalam salah satu program tayangan di […]

  • Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

    Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sidoarjo — Di tengah proses evakuasi puing-puing musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, petugas gabungan menemukan sebuah mobil mewah terkapar di bawah reruntuhan beton. Mobil tersebut diduga Mercedes-Benz berwarna hitam dan kondisinya ringsek parah. Penemuan itu menambah deretan tragedi menyentak dari ambruknya musala yang telah menewaskan puluhan orang. Mobil itu dievakuasi pada Sabtu, 4 […]

  • Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Mimpi Timnas Indonesia menatap panggung Piala Dunia 2026 kandas pahit ketika mereka tunduk 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, dini hari Minggu (12 Oktober 2025). Gol tunggal dari Zidane Iqbal cukup memupus harapan Garuda setelah melewati lini belakang yang rapuh dan salah satu sorotan tajam jatuh kepada bek muda, Rizky Ridho, […]

expand_less