Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Trending » Demo Nepal, GenZ tumbangkan Pemerintahan Komunis

Demo Nepal, GenZ tumbangkan Pemerintahan Komunis

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
  • comment 0 komentar
buzzID – Nepal, 8–11 September 2025. Jalanan Kathmandu dan kota-kota besar Nepal udah kayak “arena perang” versi real life. Ribuan anak muda, kebanyakan Gen Z, turun ke jalan protes ke pemerintah. Pemicunya, larangan media sosial yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi, ditambah isu klasik: korupsi, ketimpangan, dan elite politik hidup mewah.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pada 8-9 Septmeber 2025 Pemerintah Nepal yang dipimpin Perdana Menteri KP Sharma Oli (Partai Komunis Nepal–UML) resmi umumkan pemnblokiran medsos kayak Tiktok, Facebook, Instagram, X. Alasan resminya: biar masyarakat “lebih sehat” dari hoaks. Tapi di lapangan, Gen Z nganggep ini cuma cara pemerintah nutup mulut rakyat. Sehari setelah pengumuman, ribuan mahasiswa dan aktivis langsung demo di Kathmandu. (Reuters, 08/09).
Jurang antara orang kaya dan miskin di Nepal amat dalam. Pendapatan per kapita tahunan Nepal, yang sekitar US$ 1.400 atau setara Rp23 juta, merupakan terendah di Asia Selatan. Tingkat kemiskinan negara ini secara konsisten berada di atas 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. Pengangguran di kalangan pemuda di Nepal telah menjadi tantangan besar. Persentase pemuda Nepal yang menganggur dan tidak mengenyam pendidikan mencapai 32,6 persen pada 2024, dibandingkan dengan 23,5 persen di negara tetangganya India, menurut data Bank Dunia.
“We are bound by the chains of unemployment… trapped in the selfish games of political parties. Corruption has woven a web that is extinguishing the light of our future.” 
Kita terbelenggu oleh rantai pengangguran… terperangkap dalam permainan egois partai politik. Korupsi telah merajut jaring yang memadamkan cahaya masa depan kita. “Jai Nepal” Abiskar Raut disampaikan secara kontroversional yang kemudian viral. pidato pada program tahunan ke-24 (annual programme) di Holy Bell English Secondary School, Maret 2025
AdfsfsdfsfAvishkar Raut jadi sosok Gen Z dan dijuluki 'Jai Nepal' memberikan pidato perlawanan terhadap pemerintah Nepal yang dianggapnya rusak.

Avishkar Raut jadi sosok Gen Z dan dijuluki ‘Jai Nepal’ memberikan pidato perlawanan terhadap pemerintah Nepal yang dianggapnya rusak.

Pada 09 September 2025, aksi demo makin panas. Gedung parlemen sampai dibakar massa. Hotel-hotel mewah yang identik dengan elite politik juga jadi sasaran. PM Oli akhirnya resign malam itu juga. Kata dia, “Saya mundur demi stabilitas negara.” (Washington Post, 09/09). Aparat menembaki massaSetidaknya dolaporkan 22 orang tewas, ratusan luka-luka akibat bentrok dengan aparat.
“Saya mundur demi stabilitas negara.” Perdana Menteri KP Sharma Oli (Washington Post, 09/09)
Siapa yang Jadi Target? Nepo Babies & Elite Politik
Siapa sangka istilah “Nepo Babies” yang awalnya cuma bahan bercandaan netizen malah bikin satu negara heboh. Awalnya, netizen cuma bikin video lucu-lucuan di TikTok dan Reddit isinya kompilasi foto anak pejabat yang keliling dunia, naik mobil sport, sekolah di luar negeri. Tapi makin lama, makin banyak yang sadar kalau kontrasnya keterlaluan, di satu sisi rakyat susah cari kerja, di sisi lain anak elite hidup bak sultan. Puncaknya? Pemerintah Nepal sempet blokir 26 platform medsos dengan alasan aturan baru. Bukannya reda, protes malah makin gila-gilaan. Hashtag #NepoKids trending, konten makin brutal, dan akhirnya warga turun ke jalan.
“Ini bukan cuma soal medsos. Ini soal keadilan dan transparansi. Kami bosan lihat elite pamer harta sementara rakyat susah,” kata salah satu aktivis muda di Kathmandu (6/9).
“Kami muak lihat elite politik hidup di hotel bintang lima, sementara kami nggak bisa bayar kuliah,” kata Sandesh, mahasiswa 21 tahun, saat diwawancara Reuters (08/09).
“Mereka (nepo babies) dapet semua fasilitas, kerjaan gampang. Sementara kita harus antre kerja berbulan-bulan. Ini ketidakadilan yang nyata,” ujar Anisha, aktivis perempuan (09/09).
Ilustrasi oleh buzzID

Ilustrasi oleh buzzID

Peran Partai Komunis Nepal

Partai Komunis Nepal (UML), tempat Oli bernaung, jadi pihak yang paling disalahkan. Awalnya mereka mengklaim larangan medsos demi stabilitas, tapi publik ngeh itu justru memperlihatkan wajah otoriter. Beberapa faksi komunis kecil (kayak kelompok Netra Bikram Chand “Biplav”) ikut nimbrung, sebagian mengkritik keras UML yang dianggap sudah jauh dari idealisme rakyat kecil. Setelah Oli mundur, parlemen Nepal lagi tarik ulur soal pemerintahan sementara.
Gen Z masih terus turun ke jalan, bilang mereka nggak mau berhenti sebelum ada jaminan: akses medsos balik, korupsi diberantas, dan elite politik lebih transparan. Dunia internasional ngeliat ini bisa jadi turning point buat Nepal, apakah akan lahir sistem politik baru, atau cuma ganti wajah elite doang. Fenomena ini jadi reminder buat kita semua, media sosial bisa jadi senjata ampuh kalau dipakai buat hal serius. Dari meme, bisa jadi gerakan sosial. Dan Nepal baru aja nunjukin kalau suara anak muda bisa bikin perubahan nyata.
  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Gala Premier film Gereja Setan

    Dari Sekte ke Bioskop, Kisah Nyata Mongol Jadi Film Horor “Gereja Setan”

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    buzzID – Horor lokal makin rame nih! Tanggal 11 September 2025 nanti, film terbaru berjudul Gereja Setan resmi tayang di bioskop-bioskop gede kayak XXI, CGV, sampai Cinepolis. Bedanya, ini bukan horor fiksi doang, tapi terinspirasi dari kisah nyata Mongol Stres yang dulu pernah kejebak sekte sesat sebelum balik lagi nemuin jalan hidupnya. Jadi ya, vibe […]

  • Presiden Trump resmi menandatangani perubahan nama Pentagon menjadi Department of War

    Presiden Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Department of War

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    buzzID – Amerika Serikat lagi panas gara-gara keputusan Presiden Donald Trump yang nge-rebrand Department of Defense (DoD) jadi Department of War. Lewat perintah eksekutif, Trump ngasih lampu hijau supaya nama “War Department” bisa dipakai di komunikasi resmi, walaupun secara hukum nama resminya tetep “Defense” karena itu diatur UU sejak 1949. “Kita bukan cuma bertahan, kita […]

  • Jelang Tayang di AS, Demon Slayer: Infinity Castle Rilis Trailer lagi

    Jelang Tayang di AS, Demon Slayer: Infinity Castle Rilis Trailer lagi

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Jakarta – Movie Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle segera menyapa penonton di AS. Teaser terbaru pun dirilis yang ungkap alasan sebenarnya dari Shinobu Kocho bisa jadi Hashira Serangga. Teaser yang diposting sebagai bagian dari kampanye promosi. Di trailer pertamanya, ada dua pertempuran besar terungkap buat ngelawan Iblis Upper Moon Tingkat Dua dan Tiga, ada Tanjiro Kamado dan Giyu […]

  • Aksi demonstrasi di depan gedung DPR yang berakhir ricuh September silam.

    Tiga Orang Masih Hilang Pasca Demo

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Demo Berujung Hilang, Kisah Tiga Remaja yang Belum Pulang Drama pasca aksi demo Agustus-September 2025 makin panas. Dari total 44 orang yang dilaporkan hilang, 41 sudah ketemu. Tapi tiga remaja : Farhan Hamid, Reno Syahputra Dewo, dan Bima Permana Putra sampai sekarang belum pulang ke rumah. Menurut laporan KontraS ada indikasi penghilangan paksa, ungkap Koordinator KontraS, […]

  • Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 98
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2025 tahun ini (24/09) bukan sekadar seremoni atau upacara. Jakarta menjadi pusat perhatian dengan dua titik aksi besar: Medan Merdeka Selatan dan depan Gedung DPR/MPR RI. Ribuan petani, aktivis agraria, mahasiswa, hingga elemen masyarakat sipil turun ke jalan membawa pesan lantang: reforma agraria sejati harus dijalankan sekarang juga. […]

  • Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

    Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 139
    • 0Komentar

    buzzID – Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo akhirnya menanggapi sorotan publik terkait utang besar proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau WHOOSH yang dikerjakan melalui kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam pernyataannya di Solo, Senin (27/10/2025), Jokowi menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk investasi strategis untuk masa depan, bukan kerugian yang harus ditakuti. Jokowi menjelaskan […]

expand_less