Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

Pelajar Jakarta Masih Ditahan Gara-Gara Demo Tulis Surat Mengharukan “Aku Ingin Tetap Sekolah”

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzid — Jakarta, siswa bernama Farhan Indra Setiawan jadi buah bibir publik setelah surat haru yang ia tulis dari balik jeruji tahanan viral di media sosial. Pelajar kelas 12 SMAN 62 Jakarta Timur itu ditahan usai ikut demonstrasi pada 29 Agustus 2025. Dari dalam tahanan, ia menulis permohonan agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap bisa segera bebas.

Kronologi & Penahanan

Saat demo besar terjadi Agustus lalu, aparat mengamankan banyak peserta termasuk Farhan. Sejak 29 Agustus, ia ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Sampai hari ini, belum ada putusan hukum final yang diumumkan apakah dia akan dijerat pidana atau dilepas.

Sejumlah siswa SMA yang mengikuti demo di gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Abid Raihan/kumparan)

Sejumlah siswa SMA yang mengikuti demo di gerbang Pancasila DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: Abid Raihan/kumparan)

Melalui akun Instagram @koreksi_org, suratnya menyebar cepat. Dalam surat itu, Farhan menegaskan bahwa ia tidak melakukan pengrusakan, pencurian, apalagi tindakan kekerasan:

“Saya tidak ada melakukan pengrusakan, pencurian/penjarahan, dan saya yakin saya tidak bersalah …” Farhan Indra Setiawan.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terbesarnya: takut dikeluarkan dari sekolah, kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan. “Saya mohon agar tidak dikeluarkan dari sekolah… saya ingin segera bebas,” tulisnya.

Berikut isi surat Farhan secara lengkap:

Kepada yang terhormat

Bapak dan Ibu Gerakan Nurani Bangsa

Saya Farhan Indra Setiawan, pelajar kelas 12 dari SMAN 62 Jakarta Timur. Sekarang saya ditahan sudah 3 minggu di Rutan Polda Metro Jaya dikarenakan saya mengikuti demo tanggal 29 Agustus 2025.

Selama demo saya tidak ada melakukan pengrusakan, pencurian/penjarahan, dan saya yakin saya tidak bersalah atas tuduhan yang dinyatakan pihak berwajib. Namun atas penahanan ini, saya dikabarkan oleh pihak sekolah akan dikeluarkan meski saya belum divonis bersalah.

Maka dari itu saya meminta bantuan kepada Bapak Ibu Gerakan Nurani Bangsa dan orang baik lainnya untuk membantu saya agar tidak dikeluarkan, dan saya ingin segera bebas untuk melanjutkan pendidikan. Terima kasih banyak.

25 September 2025

Rutan Polda Metro Jaya

Farhan Indra Setiawan

Pernyataan Resmi SMAN 62 Jakarta

Dikutip dari suara.com, Pada Jumat, 26 September 2025, Wakil Kepala SMAN 62 bidang Kesiswaan, Syafrizal, melakukan klarifikasi lewat sambungan telepon. Dia menjelaskan bahwa:

  • Nama Farhan masih tercatat di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sekolah artinya status administrasinya sebagai siswa belum dicabut.

  • Sekolah tidak akan mengambil tindakan mengeluarkannya, meskipun ia sedang ditahan karena aksi demontrasi.

  • Menurut Syafrizal, sekolah baru mengetahui kondisi penahanan ketika Farhan tidak masuk-masuk kelas, dan kemudian diketahui sedang berada di Rutan Polda Metro Jaya.

  • Ia menegaskan bahwa hanya Farhan yang diketahui mengikuti aksi unjuk rasa tersebut, siswa lain dari sekolah itu tidak ikut sama sekali.

Perspektif Hukum & Etika

Dari sudut hukum:

  • Asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) berlaku: ditahan bukan berarti bersalah.

  • Penahanan terhadap pelajar seharusnya mempertimbangkan hak pendidikan: jika ditahan sementara, seharusnya ada jaminan agar pelajar tidak diusir dari sekolah.

  • UU Perlindungan Anak & regulasi lokal bisa jadi pedoman agar perlakuan terhadap pelajar berbeda dari orang dewasa biasa.

  • Penahanan harus melalui prosedur yang benar: surat perintah resmi, batas waktu yang sah, hak untuk pembelaan, dan transparansi agar tidak penyalahgunaan kekuasaan.

Secara etika dan sosial, kasus Farhan menyentil dua isu besar: kebebasan berpendapat & hak akses pendidikan. Jika siswa dipenjara hanya karena ikut demo damai kemudian dikeluarkan dari sekolah, itu bisa dianggap bentuk intimidasi terhadap generasi muda yang ingin bersuara.

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

    Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sidoarjo — Di tengah proses evakuasi puing-puing musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, petugas gabungan menemukan sebuah mobil mewah terkapar di bawah reruntuhan beton. Mobil tersebut diduga Mercedes-Benz berwarna hitam dan kondisinya ringsek parah. Penemuan itu menambah deretan tragedi menyentak dari ambruknya musala yang telah menewaskan puluhan orang. Mobil itu dievakuasi pada Sabtu, 4 […]

  • Sheila on 7 Pestapora

    Sheila On 7 Bawa Gelombang Nostalgia & Kejutan ‘Tukar Lagu’ di Pestapora 2025!

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    buzzID – Festival musik paling ditunggu tahun ini, Pestapora 2025, kembali hadir dengan gebrakan yang nggak main-main. Salah satu highlight terbesar datang dari band legendaris Sheila On 7 yang resmi masuk lineup di hari kedua, Sabtu 6 September 2025. Bukan cuma tampil biasa, mereka juga akan tampil dalam format spesial tukar lagu bareng Danilla! Yes, […]

  • timnas Indonesia lawan Taipe

    Garuda Pesta Gol, Next Stop : Lebanon!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    buzzID – Surabaya kembali membara! Jumat malam, 5 September 2025, Stadion Gelora Bung Tomo jadi saksi ketika Timnas Indonesia bikin pesta besar, melibas Chinese Taipei / Taiwan 6–0. Sejak menit awal, atmosfer udah kerasa beda—tribun penuh nyanyian, flare warna-warni, dan vibes anak muda yang gak berhenti jingkrak tiap kali Garuda cetak gol. Timnas Indonesia berhadapan […]

  • Prabowo Lantik 25 Pejabat Baru dalam Satu Hari

    Prabowo Lantik 25 Pejabat Baru dalam Satu Hari

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 25 pejabat baru dalam satu rangkaian acara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8 Oktober 2025). Prosesi pelantikan dilakukan secara khidmat dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden. Para pejabat yang dilantik kali ini mencakup berbagai jabatan tinggi: mulai dari wakil menteri, kepala badan dan wakil kepala […]

  • Prabowo Buka Suara soal Eskalasi Aksi Demo, Ada Megawati hingga Surya Paloh

    Prabowo Buka Suara soal Eskalasi Aksi Demo, Ada Megawati hingga Surya Paloh

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menggelar konferensi pers bersama ketua parpol, termasuk Ketum PDIP Megawati, soal aksi demonstrasi di Indonesia. Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan konferensi pers usai menggelar pertemuan dengan pimpinan tinggi MPR/DPR/DPD, serta sejumlah ketua partai politik (parpol), termasuk Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketum Nasdem Surya Paloh.  Berdasarkan pantauan […]

  • Daftar 11 Nama Reshuffle Kabinet Prabowo

    Daftar 11 Nama Reshuffle Kabinet Prabowo

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    buzzID – Pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto kembali melaksanakan reshuffle kabinet, menjadikan ini reshuffle kedua dalam bulan September dan kedua sejak ia resmi menjabat Oktober 2024. Pelantikan digelar secara resmi di Istana Negara dan dihadiri oleh pejabat kabinet serta tokoh pemerintahan lainnya. Berikut daftar menteri, wamen, dan kepala badan yang diganti Prabowo: Djamari […]

expand_less