Minggu, 15 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trending » Nasional » HUT TNI ke 80, Ganti Seragam Loreng, dari Hijau Tua ke Sage Green

HUT TNI ke 80, Ganti Seragam Loreng, dari Hijau Tua ke Sage Green

  • account_circle Gerard F
  • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID — Jakarta. Menjelang peringatan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, ada satu hal yang langsung menarik perhatian publik: perubahan warna dan motif pakaian dinas lapangan (PDL) para prajurit.

Jika dulu loreng khas TNI didominasi warna hijau tua, kini tampilannya berubah total menjadi hijau muda dengan motif digital, yang dikenal dengan istilah sage green digital camouflage. Warna baru ini terlihat pertama kali saat gladi bersih HUT TNI di Monas, Jakarta, pada 3 Oktober 2025, di mana Wakil Panglima TNI Letjen Agus Subiyanto tampil dengan seragam baru tersebut.

Dari Malvinas ke Sage Green

Sebelumnya, selama puluhan tahun, TNI menggunakan motif loreng Malvinas, yang memiliki dominasi warna hijau tua dan cokelat tua. Desain itu dikenal luas sejak 1980-an dan telah melekat pada citra klasik prajurit Indonesia.

Kini, perubahan menuju sage green digital membawa kesan yang lebih segar, modern, dan ringan. Warna hijau mudanya terlihat lebih netral dan bisa menyesuaikan berbagai medan operasi  dari hutan, perbukitan, hingga perkotaan. Motif digitalnya terdiri dari pola kotak-kotak kecil yang dirancang untuk kamuflase lebih efektif di berbagai kondisi pencahayaan.

Seragam pdl TNI corak baru.

Menurut laporan internal, desain baru ini dikembangkan sejak awal 2024 oleh tim desain dari Mabes TNI bekerja sama dengan litbang tiap matra, agar seragam baru tetap fungsional dan memiliki identitas khas Indonesia.

Menurut Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, motif baru tersebut dirancang agar lebih efektif dalam penyamaran, terutama saat prajurit berkamuflase di hutan atau medan operasi tertentu. “Sekarang kan, namanya kan Loreng Malvinas yang lama, dari tahun 1982. Itu yang pertama. Yang kedua, (fungsinya), jadi kalau kita masuk ke hutan dan sebagainya, ini lebih tersamar,” ungkap Tandyo, Rabu (1/10/2025).

Tandyo pun memastikan bahwa penggunaan PDL baru ini berlaku untuk semua matra, baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. Sebagai informasi, seragam PDL TNI biasa digunakan ketika ada dinas dalam, kegiatan operasi, kegiatan latihan, dinas khusus, dan kegiatan lapangan.

Sage Green Simbol Modernisasi dan Semangat Prajurit

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menggunakan seragam loreng dengan corak berbeda pada peringatan HUT ke-80 digelar di lapangan silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (5/10). Keputusan menggunakan seragam baru TNI itu sudah disampaikan Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan berdasarkan keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

“Sudah disampaikan oleh Wakil Panglima TNI beberapa hari yang lalu dan sudah ada keputusan dari Bapak Panglima tentang penggunaan seragam corak baru,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Freddy Ardianzah kepada wartawan di Monas, Jakarta, Jumat (3/10).

Freddy mengatakan, sejumlah prajurit TNI sudah memakai seragam baru itu saat gladi bersih menjelang perayaan HUT TNI. Seragam baru TNI itu warna sage green.

“Sage dengan warna Sage Green. Seperti yang rekan-rekan media lihat di sini dan mungkin lihat di beberapa pasukan sudah menggunakan atau para juri juga menggunakan,” ujar Freddy.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (tengah) dalam sesi doorstop dengan awak media di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025) usai geladi bersih HUT ke-80 TNI.(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Freddy menjelaskan, penggunaan corak baru saat HUT TNI nanti setelah melalui pengkajian terkait dengan secara fungsi maupun secara nilai penampilan, performance. Menurut Freddy, secara fungsi dari sisi tempur, bagaimana warna menyesuaikan dengan vegetasi Indonesia. Kemudian bagaimana penggunaan seragam itu disesuaikan tingkat kenyamanan.

Selain kenyamanan, menurut jenderal bintang dua ini, secara tidak langsung corak seragam baru akan meningkatkan militansi dalam setiap kegiatan diemban TNI.

“Itu maka dipilihlah corak ini. Corak PDL TNI baru. Dengan pola digital. Pola digital lebih kecil, lebih kecil dari PDL Malvinas itu. Dan itu pastinya akan memberikan rasa kebanggaan kepada prajurit,” ujar Freddy.

Prof. Muradi, Guru Besar Politik dan Keamanan dari Universitas Padjadjaran, menilai perubahan seragam ini bukan sekadar kosmetik. Dalam wawancaranya pada 4 Oktober 2025, ia menjelaskan bahwa TNI sedang berupaya memperkuat citra institusi yang modern dan adaptif terhadap zaman.

“Perubahan warna ke sage green ini punya pesan moral bahwa TNI sedang bertransformasi menuju institusi yang lebih terbuka dan profesional. Ini bukan sekadar tampilan, tapi juga refleksi semangat baru prajurit,” ujar Muradi.

Ia menambahkan, perubahan seragam juga bisa berdampak positif terhadap morale prajurit. Seragam baru memberi semangat dan rasa bangga, apalagi menjelang momentum besar seperti ulang tahun TNI yang ke-80.

Seragam baru TNI secara resmi diluncurkan pada 5 Oktober 2025, bersamaan dengan upacara besar HUT TNI di Monas. Setelah itu, penggunaan PDL baru akan disebar secara bertahap di seluruh satuan hingga akhir tahun 2026.

Tahapan pertama dilakukan di unit-unit strategis, termasuk pasukan pengamanan ibu kota dan satuan reaksi cepat di berbagai wilayah.

Pihak TNI juga menjelaskan bahwa perubahan ini sejalan dengan agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penyegaran identitas korps, agar lebih relevan dengan tantangan keamanan regional dan global.

  • Penulis: Gerard F

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Kunto Aji Kibarkan Bendera Palestina di Synchronize Fest 2025

    Kunto Aji Kibarkan Bendera Palestina di Synchronize Fest 2025

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah kemeriahan Synchronize Festival 2025 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, momen emosional pun muncul di panggung Forest Stage. Ketika kolaborasi antara Kunto Aji dan YogyaKarta Hadroh Club (Y.K.H.C) membawakan lagu mereka, suasana berubah menjadi aksi solidaritas yang menggetarkan. Menjelang penutup penampilan, Kunto Aji meminta sebuah bendera Palestina dari salah satu penonton, […]

  • Munir, peringatan 21 Tahun Menolak Lupa

    Munir, Suara yang Tak Pernah Padam

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Munir Said Thalib bukan pejabat, bukan orang kaya. Dia cuma seorang anak Malang, lahir 8 Desember 1965, yang punya satu modal penting: keberanian. Dari bangku kuliah hukum di Universitas Brawijaya, Munir udah dikenal suka “ngeyel” kalau lihat ketidakadilan. Baginya, diam sama dengan merawat kejahatan. “Kalau kita diam melihat kejahatan, maka kita sedang merawat kejahatan itu.” […]

  • Harga emas lagi jadi bahan gosip panas di pasar global maupun Indonesia. photo_camera 1

    Harga Emas Pecah Rekor Dunia, Antam Masih Tembus Rp 2 Jutaan

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    buzzID – Harga emas lagi jadi bahan gosip panas di pasar global maupun Indonesia. Per 2 September 2025, harga spot emas dunia tembus di level 3.475 dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi baru, sementara kontrak Oktober di India udah nyampe ₹104.724 per 10 gram. Analis bahkan bilang masih ada peluang harga emas ngegas sampai […]

  • Gala Premier film Gereja Setan

    Dari Sekte ke Bioskop, Kisah Nyata Mongol Jadi Film Horor “Gereja Setan”

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    buzzID – Horor lokal makin rame nih! Tanggal 11 September 2025 nanti, film terbaru berjudul Gereja Setan resmi tayang di bioskop-bioskop gede kayak XXI, CGV, sampai Cinepolis. Bedanya, ini bukan horor fiksi doang, tapi terinspirasi dari kisah nyata Mongol Stres yang dulu pernah kejebak sekte sesat sebelum balik lagi nemuin jalan hidupnya. Jadi ya, vibe […]

  • Supreme Store Miami.

    Supreme : Dari Skate Shop Pinggir Jalan Jadi Raja Streetwear Dunia

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Strategi kelangkaan bikin barang Supreme jadi kayak aset investasi. Hoodie retail $150 bisa naik jadi ribuan dolar di pasar resell. buzzID – Kalau ngomongin streetwear, gak mungkin gak nyebut Supreme. Brand asal New York ini udah jadi legenda: dari toko kecil buat anak skate tahun 90-an, sekarang jadi ikon budaya pop yang dipuja (dan kadang […]

  • Chrome Book

    Chromebook Versi Nadiem : Spek Biasa, Harga Sultan

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Drama besar lagi ngeguncang dunia pendidikan Indonesia. Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek yang dulu dikenal sebagai “Mas Menteri milenial”, resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan Chromebook pada Kamis, 5 September 2025, dan langsung ditangkap Kejaksaan Agung. Kasus ini jadi sorotan karena anggaran gila-gilaan yang bikin publik geleng kepala. Pemerintah, melalui Kemendikbudristek, mengalokasikan pengadaan Chromebook sebanyak 1,2 […]

expand_less