Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Sport » Kata-Kata Pertama Patrick Kluivert Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia

Kata-Kata Pertama Patrick Kluivert Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia

  • account_circle Gerard F
  • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
  • comment 0 komentar

Jakarta – Patrick Kluivert akhirnya resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 16 Oktober 2025, setelah PSSI dan Kluivert sepakat untuk mengakhiri kerja sama secara baik-baik.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Kluivert menyampaikan pesan emosional yang menunjukkan kekecewaan sekaligus rasa bangganya atas perjalanan bersama skuad Garuda.

“Meskipun saya sangat kecewa dan menyesal karena tidak mampu membawa Indonesia melangkah lebih jauh menuju Piala Dunia, saya tetap bangga dengan apa yang telah kita bangun bersama,” ungkap Kluivert.

“Terima kasih kepada seluruh pemain, staf, suporter, dan semua pihak yang sudah memberikan kepercayaan serta dukungan selama saya bekerja di sini. Saya akan selalu membawa Indonesia di hati saya.”, tambahnya.

Kluivert juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh penggemar Timnas Indonesia atas segala dukungan yang sudah diberikan selama ini.

Pelatih asal Belanda itu juga berterima kasih kepada para pemain Timnas Indonesia, staf, dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Keputusan ini diambil PSSI dengan ‘mempertimbangkan dinamika internal’. Terutama setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

“Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” demikian pernyataan resmi PSSI, Kamis (16/10).

“Kesepakatan ini ditandatangani antara PSSI dan Para Pihak di Tim Kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak kerja sama berdurasi dua tahun,” demikian pernyataan resmi PSSI.

Bukan hanya Patrick Kluivert yang dicopot. PSSI juga mengakhiri kerja sama dengan Gerald Vanenburg sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 dan Frank van Kempen sebagai pelatih Timnas U-20.

“Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, Tim Kepelatihan tersebut tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U23, maupun U20.”

“PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepakbola nasional,” tulis pihak PSSI.

Masa Kepemimpinan yang Singkat

Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal tahun 2025, menggantikan posisi sebelumnya yang sempat kosong. Mantan striker asal Belanda itu datang dengan reputasi besar dan membawa filosofi sepak bola menyerang serta pembinaan pemain muda yang disiplin.

Namun, performa timnas di bawah arahannya dinilai belum memenuhi ekspektasi. Indonesia gagal melangkah ke babak berikutnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, meski beberapa laga menunjukkan potensi permainan yang menjanjikan.

Keputusan pemutusan kontrak disebut diambil secara bersama-sama setelah melalui pembicaraan internal yang cukup panjang. Pihak PSSI menilai, tim membutuhkan penyegaran arah dan strategi untuk menghadapi agenda besar tahun depan, termasuk Piala Asia dan SEA Games.

Beberapa pengamat sepak bola menilai keputusan ini sudah cukup tepat. Mereka menyoroti bahwa Kluivert datang dengan visi besar, namun kurang waktu untuk benar-benar memahami karakter pemain Indonesia dan adaptasi kompetisi domestik.

Secara konsep permainan, Kluivert membawa ide yang modern dan berani. Tapi transisinya terlalu cepat untuk diterapkan di level tim nasional. Para pemain belum terbiasa dengan intensitas dan disiplin yang dia terapkan.

Selain itu, faktor komunikasi dan adaptasi budaya disebut menjadi kendala tersendiri. Meski begitu, banyak yang tetap mengapresiasi profesionalismenya selama menangani tim.

  • Penulis: Gerard F

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 96
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2025 tahun ini (24/09) bukan sekadar seremoni atau upacara. Jakarta menjadi pusat perhatian dengan dua titik aksi besar: Medan Merdeka Selatan dan depan Gedung DPR/MPR RI. Ribuan petani, aktivis agraria, mahasiswa, hingga elemen masyarakat sipil turun ke jalan membawa pesan lantang: reforma agraria sejati harus dijalankan sekarang juga. […]

  • Kunto Aji Kibarkan Bendera Palestina di Synchronize Fest 2025

    Kunto Aji Kibarkan Bendera Palestina di Synchronize Fest 2025

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah kemeriahan Synchronize Festival 2025 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, momen emosional pun muncul di panggung Forest Stage. Ketika kolaborasi antara Kunto Aji dan YogyaKarta Hadroh Club (Y.K.H.C) membawakan lagu mereka, suasana berubah menjadi aksi solidaritas yang menggetarkan. Menjelang penutup penampilan, Kunto Aji meminta sebuah bendera Palestina dari salah satu penonton, […]

  • Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    Che Guevara: 58 Tahun Setelah Peluru di La Higuera, Api Revolusi Itu Belum Padam

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Pagi di La Higuera, Bolivia, 9 Oktober 1967, udara dingin menembus dinding sekolah tua yang dijadikan markas tentara. Di ruang kecil itu, seorang tawanan berdiri tegap meski tubuhnya babak belur. Namanya Ernesto “Che” Guevara. Wajahnya penuh luka, tapi sorot matanya masih menyala. Beberapa menit kemudian, peluru menembus dadanya. “Aku tahu kau datang untuk membunuhku,” katanya […]

  • Supreme Store Miami.

    Supreme : Dari Skate Shop Pinggir Jalan Jadi Raja Streetwear Dunia

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Strategi kelangkaan bikin barang Supreme jadi kayak aset investasi. Hoodie retail $150 bisa naik jadi ribuan dolar di pasar resell. buzzID – Kalau ngomongin streetwear, gak mungkin gak nyebut Supreme. Brand asal New York ini udah jadi legenda: dari toko kecil buat anak skate tahun 90-an, sekarang jadi ikon budaya pop yang dipuja (dan kadang […]

  • Photo of Lighthouse, 2025/ Alamy

    Banksy, Seniman Misterius yang Terus Bikin Dunia Seni Geger

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 128
    • 0Komentar

    buzzID — Nama Banksy selalu bikin heboh setiap kali karyanya muncul di tembok, papan jalan, atau bahkan balai lelang. Bukan cuma karena muralnya keren, tapi karena dia selalu berhasil bikin orang mikir. Dia misterius, nggak pernah mau buka identitas, tapi pesan-pesannya lantang: tentang perang, kapitalisme, kemanusiaan, sampai protes sosial. Di era sekarang, semua hal jadi […]

  • Aksi awal protes GenZ Nepal akibat pemblokiran medsos yang akhirnya meluas membawa tema Nepo Babies

    Demo Nepal, GenZ tumbangkan Pemerintahan Komunis

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 302
    • 0Komentar

    buzzID – Nepal, 8–11 September 2025. Jalanan Kathmandu dan kota-kota besar Nepal udah kayak “arena perang” versi real life. Ribuan anak muda, kebanyakan Gen Z, turun ke jalan protes ke pemerintah. Pemicunya, larangan media sosial yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi, ditambah isu klasik: korupsi, ketimpangan, dan elite politik hidup mewah. Apa yang Sebenarnya Terjadi? Pada […]

expand_less