Banjir Besar Semarang: Dua Warga Tewas, Dua Anak Hanyut
- account_circle Gerard F
- calendar_month Rab, 29 Okt 2025
- comment 0 komentar

Banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025). (KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)
buzzID — Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang sejak akhir pekan lalu hingga Selasa (28/10/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan Pantura dan daerah sekitar Kaligawe. Peristiwa ini menelan korban jiwa, menyebabkan dua warga meninggal dunia dan dua anak dilaporkan hanyut terbawa arus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan korban tewas terdiri atas seorang pria dewasa yang tenggelam saat membersihkan sampah di kolam retensi Trimulyo, Semarang Utara, serta seorang anak yang terseret arus banjir di wilayah Genuk. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Sementara itu, dua anak lainnya dilaporkan hanyut di Kecamatan Pedurungan. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun tercebur di depan sekolahnya sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan seorang anak perempuan berusia 9 tahun terseret arus di dekat saluran air pada sore hari. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keduanya hingga hari ini.
Banjir merendam sedikitnya 24 kelurahan di lima kecamatan, yaitu Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Sekitar 21.000 keluarga dengan total lebih dari 63.000 jiwa terdampak genangan yang mencapai ketinggian hingga 80 sentimeter di sejumlah titik. Kawasan Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan lumpuhnya arus transportasi di beberapa ruas utama. Jalan Soekarno-Hatta dan Wolter Monginsidi terendam hingga kendaraan sulit melintas. Di sektor perkeretaapian, jalur antara Stasiun Semarang Tawang dan Alastua sempat terputus akibat rel tergenang, menyebabkan beberapa perjalanan kereta dibatalkan atau dialihkan.
BPBD Kota Semarang menyebut intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Senin (27/10) malam menjadi pemicu utama. Kondisi sistem drainase yang belum optimal serta keterlambatan pengoperasian pompa air di beberapa titik memperparah genangan. Wilayah hilir yang menampung aliran dari daerah hulu juga mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan sedimen.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama di kawasan rendah dan dekat aliran sungai. Ia juga mengimbau warga untuk tidak bermain atau beraktivitas di area berair deras, serta segera melapor ke posko jika menemukan warga hilang atau membutuhkan evakuasi.
Dalam data BPBD Kota Semarang hari Selasa (28/10) pukul 16.30 WIB, banjir merendam sebagian wilayah Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10-80 sentimeter, dengan titik terparah di kawasan Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar. Salah satu penyebab yaitu hujan lebat di pagi hari.
“Per 16.40 WIB, ada 24 kelurahan di 5 kecamatan terdampak banjir. Ada 21.125 KK atau 63.450 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi 15, korban meninggal 2,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto.
Selain dua korban meninggal, pada Selasa (28/10) petang terdapat informasi dua anak hanyut di dua lokasi berbeda. Korban pertama yaitu anak laki-laki berinisial ARA (7) yang disebut hanyut di depan sekolahnya daerah Tlogomulyo pukul 11.00 WIB dan hingga malam belum ditemukan. Lokasi kedua ada di daerah Gasem sekitar pukul 17.50 WIB dengan korban anak perempuan bernama RA (9).
Peristiwa yang menimpa RA itu sempat terekam CCTV, terlihat korban berjalan menuju saluran yang sedang dalam perbaikan dan di sekitarnya memang banjir. Korban langsung tercebur dan hanyut, kemudian ibunya terlihat berlari dan ikut masuk ke kubangan air. Warga berdatangan dan berusaha menolong ibu tersebut, namun sang anak sudah tidak terlihat lagi.
“Malam hari ini masih dalam pencarian, masih rescue. Karena arus air masih begitu deras, masih dilakukan penyisiran,” ucap Endro, Selasa (28/10) malam.
Pemerintah Kota Semarang menyiagakan sejumlah posko darurat di titik-titik terdampak dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang mengungsi. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan evakuasi, pembersihan, serta pencarian korban yang belum ditemukan.
Hingga Selasa malam, cuaca di sebagian besar wilayah Semarang masih mendung disertai potensi hujan ringan hingga sedang. BPBD meminta masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga akhir pekan.
- Penulis: Gerard F









Saat ini belum ada komentar