Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Politic » Fitnah? Roy Suryo dan Tifa Datangi Makam Ibunda Jokowi, Sebut Bukan Ibu Kandung

Fitnah? Roy Suryo dan Tifa Datangi Makam Ibunda Jokowi, Sebut Bukan Ibu Kandung

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
  • comment 0 komentar

Publik kembali digemparkan oleh ulah dua tokoh kontroversial, Roy Suryo dan Tifa, yang mendatangi makam almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.

Saat berziarah, keduanya menemukan sesuatu hal yang disebut mereka janggal dan tak lazim. Prosesi ziarah kubur yang dilakukan  diunggah dalam konten YouTube Refly Harun pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan itu bukan sekadar ziarah biasa melainkan memicu kemarahan besar setelah Tifa dalam rekaman videonya menyebut bahwa makam tersebut bukan makam ibu kandung Jokowi.

Presiden Jokowi masuk ke dalam liang lahat sang Ibu di pemakaman keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis, 26 Maret 2020. (Istimewa)

Dikutip dari tayangan video tersebut, mulanya Tifa mengklaim adanya informasi dari warga lokal yang menyebut bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukanlah ibu kandung Jokowi. Kemudian mereka mendatangi makam keluarga Jokowi untuk menggali keterangan dan melihat secara langsung kondisinya. Dokter Tifa menyuarakan kecurigaannya bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo bukanlah ibu kandung dari Joko Widodo.

“Warga Solo mengatakan kalau ibu Sudjiatmi ini adalah ibu tiri dari Joko Widodo. Ada juga versi yang mengatakan ibu angkat,” kata Dokter Tifa dikutip dari konten YouTube Refly Harun pada Selasa, 7 Oktober 2025.

“Kalau ibu tiri kan konsepnya pak Widjiatno Notomihardjo adalah bapak kandung Joko Widodo dan ibu Sudjiatmi ini adalah salah satu istri dari bapak Widjiatno Notomihardjo,” sambungnya.

Pernyataan itu langsung dianggap fitnah dan tindakan amoral, karena menyinggung martabat pribadi dan keluarga seorang mantan presiden. Video tersebut beredar cepat di platform medsos, memunculkan gelombang protes publik. Warganet menilai Tifa telah melakukan provokasi dengan menyebarkan narasi yang sama sekali tidak berdasar.

Roy Suryo, yang terlihat mendampingi Tifa di lokasi, dikritik karena tidak menghentikan ucapan rekannya tersebut. Banyak pihak menilai tindakan diamnya justru memperkuat kesan bahwa ia mendukung atau setidaknya membiarkan penyebaran fitnah itu berlangsung.

Respons Santai Gibran: “Terima Kasih…”

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menanggapi santai kunjungan pakar IT Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma ke makam kakek dan neneknya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Roy dan Tifa merupakan pihak yang menuding Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki ijazah palsu.

“Menanggapi pertanyaan dari rekan-rekan wartawan soal kunjungan bapak Roy Suryo dan Ibu dr Tifa ke makam kakek nenek saya di Karanganyar. Saya atas nama pribadi dan keluarga, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu dr Tifa yang sudah sengaja datang melakukan ziarah kubur dan mendoakan kakek kenek kami tercinta yang telah tiada,” kata Gibran dalam siaran pers, Jumat (10/10/2025).

Putra sulung Jokowi itu menegaskan bahwa makam keluarganya selalu terbuka bagi masyarakat, “Makam tersebut adalah makam keluarga, siapa pun boleh melakukan ziarah kubur dan mendoakan almarhum kakek dan almarhumah nenek kami,” kata Gibran.

PSI: Tindakan Tidak Bermoral, Gila Publikasi

Reaksi keras juga datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menilai tindakan Tifa dan Roy Suryo sangat memalukan dan melanggar norma kemanusiaan.

“Tindakan mereka tidak bermoral dan cuma mengejar sensasi. Mereka kehabisan akal untuk menjelek-jelekkan dan memfitnah Pak Jokowi, akhirnya pergi ke makam yang entah apa relevansinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (10/10).

Andi Budiman (Tangkapan Layar IG)

Andy menyebut kunjungan ke makam tersebut semakin menunjukkan jika tujuan mereka sedari awal bukan untuk mencari kebenaran ijazah Jokowi.

“Niat buruk ditambah gila publikasi membuat pikiran sehat mereka hilang. Tidak tersisa lagi rasa hormat untuk para orang tua yang sudah mendahului. Memalukan,” pungkasnya.

Andy menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun untuk tindakan semacam itu. “Ini bukan kritik, tapi fitnah yang menyerang kehormatan keluarga. Demokrasi tidak bisa dijalankan dengan cara-cara seperti itu,” tambahnya.

Catatan Tajam: Fitnah Bukan Kritik

Video Tifa dan Roy di makam ibunda Jokowi kini telah ditonton jutaan kali di media sosial dan menjadi trending di berbagai platform dan menuai pro kontra. Sebagian besar komentar warganet menuntut agar keduanya diproses hukum atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Beberapa tokoh masyarakat Solo juga angkat bicara, meminta pihak berwenang menindak tegas pelaku penyebaran fitnah yang mencemarkan nama baik keluarga Jokowi.

Sumber internal kepolisian menyebut laporan masyarakat sedang dikaji, terutama terkait kemungkinan pelanggaran Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE mengenai penyebaran kebencian berbasis informasi elektronik.

Peristiwa ini memperlihatkan betapa mudahnya batas antara kritik dan fitnah dikaburkan demi perhatian publik. Aksi Tifa dan Roy di makam keluarga Jokowi bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi pukulan bagi akal sehat demokrasi.

Dalam negara yang menjunjung kebebasan berekspresi, kebohongan tidak bisa dijadikan tameng kebebasan berbicara. Mengkritik boleh, tapi menuduh tanpa bukti adalah bentuk kejahatan moral. Dan publik kini seolah satu suara: cukup sudah politik yang mengorbankan kesopanan dan kemanusiaan hanya demi menjadi viral.

“Kalau mau ziarah, silakan. Tapi jangan bawa kamera, jangan bawa narasi aneh-aneh. Ziarah itu buat mendoakan, bukan buat bikin konten atau menyebar fitnah,” sebut komentar salah satu netizen.

Kontroversi Roy Suryo

TikToker Intan Srinita blak-blakan menuduhnya sebagai pemilik asli akun Kaskus kontroversial “Fufufafa”. Melalui akun TikTok @intansrinita16, Intan menyinggung keterlibatan Roy Suryo sebagai pemilik akun yang menyerang Presiden Prabowo Subianto itu.

Sebelum ribut soal tudingan akun Fufufafa ini, Roy Suryo memang kerap bikin sensasi yang heboh di media sosial. Sebagai pakar telematika dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, ia sering terlibat berbagai kontroversi.

1. Potong Video Menag Yaqut Cholil Qounas

Pada Februari 2024, Roy Suryo memotong video Menteri Agama Yaqut Cholil Qounas yang sedang menjelaskan aturan terkait penggunaan toa masjid. Pemotongan ini dianggap memicu kegaduhan di masyarakat, sehingga Roy Suryo dilaporkan ke pihak berwenang dengan tuduhan menyebarkan informasi yang menyesatkan.

2. Ribut di Bandara

Pada 2013, Roy Suryo juga sempat terlibat kontroversi saat berada di bandara. Saat itu, dia membawa enam tas besar dan ingin semua tas tersebut dibawa masuk ke kabin pesawat. Padahal, aturan penerbangan hanya memperbolehkan maksimal dua tas untuk setiap penumpang. Insiden ini memicu ketegangan di bandara dan menjadi pembicaraan publik.

Menpora Roy Suryo saat mengajak massa penonton laga Persib vs Persija dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya di stadion Maguwoharjo, Yogyakarta (28/8/2013). Baru pada syair awal lagu kebangsaan, Roy Suryo sudah terdengar keliru menyanyikan lagu kebangsaan melalui pengeras suara. (TEMPO/Suryo Wibowo)

3. Tidak Hafal Lagu Indonesia Raya

Pada Agustus 2013, Roy Suryo menjadi sorotan ketika menghadiri pertandingan sepak bola di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Ketika berusaha meredam kericuhan antar suporter dengan mengajak mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, dia justru salah menyebut lirik.

4. Salah Penerbangan

Tahun 2011, Roy Suryo sempat salah jadwal penerbangan. Ia seharusnya terbang dengan Lion Air pukul 16.15 WIB, tetapi tanpa sengaja berangkat di jadwal penerbangan sebelumnya, yaitu pukul 07.45 WIB. Kesalahan ini menyebabkan kebingungan di antara para penumpang dan pihak maskapai.

5. Dijuluki Dewa Panci

Saat menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo diisukan membawa sejumlah besar perabotan milik Kemenpora saat masa jabatannya berakhir. Hingga akhirnya diminta untuk mengembalikan 3.226 item aset negara, yang meliputi barang-barang rumah tangga, hingga mendapatkan julukan “Dewa Panci”.

6. Dipenjara 9 Bulan

Pada Rabu, 28 Desember 2022, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan hukuman tersebut atas kasus ujaran kebencian dan juga pelanggaran UU ITE. Tindak pidana yang dilakukan Suryo terkait dengan unggahan meme Stupa Candi Borobudur yang diedit menyerupai wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Aksi demonstrasi di depan gedung DPR yang berakhir ricuh September silam.

    Tiga Orang Masih Hilang Pasca Demo

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Demo Berujung Hilang, Kisah Tiga Remaja yang Belum Pulang Drama pasca aksi demo Agustus-September 2025 makin panas. Dari total 44 orang yang dilaporkan hilang, 41 sudah ketemu. Tapi tiga remaja : Farhan Hamid, Reno Syahputra Dewo, dan Bima Permana Putra sampai sekarang belum pulang ke rumah. Menurut laporan KontraS ada indikasi penghilangan paksa, ungkap Koordinator KontraS, […]

  • Gaza makin menderita

    Virus Baru Mematikan Mewabah di Gaza, RS Kewalahan Tangani Pasien

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta – Virus baru dengan gejala disebut mirip COVID-19 dilaporkan menyebar cepat di Gaza, Palestina. Penyakit ini terbukti lebih mematikan, karena meluasnya kekurangan gizi, kelaparan, serta blokade yang terus berlangsung membuat daya tahan tubuh warga sangat lemah. Pejabat kesehatan di Gaza melaporkan infeksi meningkat setiap hari, membuat rumah sakit kewalahan dan tidak mampu menangani lonjakan […]

  • GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    GP Ansor Segel Kantor Bank Mega di Kota Bogor

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penyegelan sementara terhadap Kantor Bank Mega di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Senin (20/10/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras atas dugaan penghinaan terhadap umat Islam dan Pondok Pesantren Lirboyo yang muncul dalam salah satu program tayangan di […]

  • Mata Tertutup, Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan

    Mata Tertutup, Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 104
    • 0Komentar

    buzzID— Aktor Ammar Zoni resmi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security Karang Anyar, Nusakambangan, Jawa Tengah. Pemindahan dilakukan pada Kamis pagi dalam pengawalan ketat petugas, setelah ia diduga terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam rumah tahanan (rutan). Dalam proses pemindahan tersebut, Ammar Zoni dipindahkan bersama lima narapidana lain. Dari dokumentasi yang diterima, tampak […]

  • Presiden Indonesia Sukarno (kiri) sedang berbicara dengan Jenderal Suharto setelah sesi pembubaran komando Malaysia, 24 Agustus 1966, di Jakarta.

    G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 479
    • 0Komentar

    buzzID – Setiap September, sejarah Indonesia kembali diperdebatkan. G30S/PKI bukan sekadar catatan masa lalu, tapi jadi titik rawan politik dan identitas bangsa. Di tengah kontroversi itu, sejarawan Anhar Gonggong lewat kanal YouTube resminya mencoba membongkar ulang pertanyaan mendasar: “Benarkah peristiwa G30S/PKI itu terjadi sebagaimana kita percayai selama ini?” Jawaban Anhar lugas : ya, peristiwa itu […]

  • Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

    Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 106
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta. Pemandangan tak biasa muncul di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi bertajuk “” pada Senin sore (6/10). Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar Rapat Dengar Pendapat Warga (RDPW) dengan konsep ‘piknik demokrasi’. Namun, alih-alih orasi panas atau barisan polisi berhadap-hadapan, aksi ini justru […]

expand_less