Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Setiap September, sejarah Indonesia kembali diperdebatkan. G30S/PKI bukan sekadar catatan masa lalu, tapi jadi titik rawan politik dan identitas bangsa. Di tengah kontroversi itu, sejarawan Anhar Gonggong lewat kanal YouTube resminya mencoba membongkar ulang pertanyaan mendasar: “Benarkah peristiwa G30S/PKI itu terjadi sebagaimana kita percayai selama ini?”

Jawaban Anhar lugas : ya, peristiwa itu nyata. Tapi bagaimana kita memahami, menafsirkan, dan menempatkannya dalam sejarah, itu cerita lain.

“Ya, peristiwa (G30S/PKI) itu nyata. Tapi bagaimana kita memahami, menafsirkan, dan menempatkannya dalam sejarah, itu cerita lain,” Anhar Gonggong.

Latar Internasional : Indonesia di Persimpangan Perang Dingin

Anhar membuka paparannya dengan menekankan bahwa G30S/PKI tidak bisa dilihat sebagai insiden tunggal. Dunia pada 1960-an sedang panas oleh Perang Dingin. Amerika dan blok Barat berhadapan dengan Uni Soviet dan Tiongkok. Indonesia, di bawah Presiden Soekarno, menjadi rebutan pengaruh.

Anhar Gonggong, Sejarawan. (Youtube)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengembalikan konstitusi 1945 dan menguatkan posisi Bung Karno sebagai pusat kekuasaan. Dalam suasana itu, partai-partai politik dan militer berebut posisi.

“Bung Karno berdiri di atas dua kaki, Angkatan Darat di satu sisi, PKI di sisi lain,” ujar Anhar. Pilihan itu membuat Soekarno terus berusaha menyeimbangkan kekuatan yang sebenarnya tidak pernah rukun.

Warisan Madiun 1948, Benih Pertarungan AD dan PKI

Ketegangan antara militer dan PKI punya akar panjang. Pemberontakan Madiun 1948 menjadi luka dalam sejarah, PKI dituduh ingin merebut kekuasaan, dan Angkatan Darat mencatat peristiwa itu sebagai bukti “pengkhianatan” yang tak bisa dilupakan.

Konflik itu berlanjut sepanjang 1950-an dan awal 1960-an. Ada kasus perampasan tanah, bentrokan antar kelompok, sampai insiden Bandar Betsy di Simalungun, Sumatera Utara  (1965) ketika perkebunan diserobot massa tani.

Meski begitu, PKI bangkit cepat. Dalam Pemilu 1955, mereka jadi partai keempat terbesar. Bung Karno lalu meluncurkan konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). PKI makin dekat ke lingkaran istana, sementara AD makin curiga.

Puncak ketegangan datang ketika PKI menggulirkan gagasan “Angkatan Kelima” buruh dan tani dipersenjatai. Bagi AD, ini ancaman langsung. Jenderal Ahmad Yani dan koleganya menolak keras.

Hubungan AD dan PKI makin buntu. Soekarno mencoba menengahi, tapi tensi politik sudah terlalu tinggi.

30 September 1965, Malam Berdarah

Peristiwa itu meledak pada malam 30 September 1965. Sejumlah perwira tinggi AD diculik dan kemudian ditemukan tewas di Lubang Buaya. Narasi resmi Orde Baru menegaskan bahwa PKI dalang tunggal.

Anhar menegaskan, apa pun tafsirnya, peristiwa itu memang terjadi. Tetapi, ia menolak anggapan bahwa tidak ada penyiksaan. “Masak orang dimasukkan ke lubang tanpa diperiksa dulu?” katanya, menanggapi klaim sejarawan asing seperti Ben Anderson yang menyebut tidak ada tanda-tanda penyiksaan.

Sumur Lubang Buaya, tempat para Jenazah korabn G30S/PKI dibuang dalam satu lubang.

Sumur Lubang Buaya, tempat para Jenazah korabn G30S/PKI dibuang dalam satu lubang.

Salah satu stigma yang melekat pada PKI adalah label ateis. Anhar membantah generalisasi itu. Ada kader PKI yang beragama, bahkan ada yang berhaji. Ada pula anggota PKI yang duduk di DPR. Menurutnya, melihat PKI sebagai “blok ateis” terlalu menyederhanakan keragaman di dalamnya.

Bagi Anhar, sejarah bukan hanya tentang mencatat fakta, tapi juga tentang siapa yang menulis, dan untuk kepentingan siapa.

Sejarah G30S/PKI, katanya, sarat dengan konstruksi politik. Orde Baru menekankan versi tunggal, PKI dalang, TNI penyelamat. Tetapi di luar negeri, banyak penelitian yang justru menyoroti peran militer, konflik internal, hingga campur tangan asing.

Pahlawan Revolusi, mereka yang terbunuh dalam peristiwa G30S/PKI.

“Sejarah tidak bisa diubah, tapi bisa dikoreksi kalau kita berani membaca sisi gelapnya,” kata Anhar.

Pelajaran utama dari ulasan ini adalah bahwa kemerdekaan harus dinikmati semua rakyat. Jika hanya segelintir yang menikmatinya, ketidakadilan akan melahirkan perlawanan.

Anhar juga mengingatkan jangan pasrah pada narasi resmi, tapi jangan pula menolak sejarah mentah-mentah. Yang penting adalah berpikir kritis, membuka ruang dialog, dan tidak menggunakan sejarah untuk membelah bangsa.

“Pancasila dan persatuan harus jadi pegangan,” tuturnya.

Proses pengangkatan Jenazah di sumur Lubang Buaya.

Video Anhar Gonggong tentang G30S/PKI bukan sekadar ceramah sejarah, tapi ajakan refleksi. Ia mengingatkan kita bahwa sejarah selalu punya banyak versi, dan tugas generasi kini adalah membaca ulang dengan kritis.

Apakah G30S/PKI terjadi? Jawabannya jelas: ya. Tapi siapa aktor, apa motif, dan bagaimana narasi itu dipakai itu medan tafsir yang terus diperdebatkan.

Yang pasti, sejarah 1965 bukan hanya soal masa lalu. Ia terus membayang ke masa kini, jadi peringatan tentang rapuhnya bangsa bila narasi dipolitisasi, dan jadi kompas agar persatuan tetap dijaga.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Ukir Sejarah, ”De Facto” PBB Akui Kemerdekaan Palestina

    Ukir Sejarah, ”De Facto” PBB Akui Kemerdekaan Palestina

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 96
    • 0Komentar

    buzzID – New York, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 jadi salah satu forum paling panas tahun ini. Isunya bukan lagi sekadar wacana, tapi desakan nyata: apakah dunia siap mendorong solusi dua negara sebagai jalan damai Palestina–Israel? Sebanyak 142 dari 193 negara anggota PBB mengakui kemerdekaan Palestina. Ini cerminan moral dan kenyataan dalam tubuh Perserikatan […]

  • Aksi demonstrasi di depan gedung DPR yang berakhir ricuh September silam.

    Tiga Orang Masih Hilang Pasca Demo

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Demo Berujung Hilang, Kisah Tiga Remaja yang Belum Pulang Drama pasca aksi demo Agustus-September 2025 makin panas. Dari total 44 orang yang dilaporkan hilang, 41 sudah ketemu. Tapi tiga remaja : Farhan Hamid, Reno Syahputra Dewo, dan Bima Permana Putra sampai sekarang belum pulang ke rumah. Menurut laporan KontraS ada indikasi penghilangan paksa, ungkap Koordinator KontraS, […]

  • Mengenang Salim Kancil, Aktivis Desa penolak tambang yang dibunuh Kades nya 26 Sept 2015 silam.

    Mengenang Tragedi Salim Kancil, Melawan Tambang Terbunuh

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    buzzID – Hari ini 26 September 2025 tepat 10 tahun kematiannya, nama Salim Kancil sampai sekarang masih jadi simbol perlawanan rakyat kecil melawan tambang ilegal. Ceritanya tragis, tapi juga jadi pengingat keras tentang betapa mahalnya harga keadilan di negeri ini. Dari Petani ke Nelayan karena Sawah Rusak Salim lahir pada tanngal 22 April 1969 di […]

  • Aksi Demo Meluas

    Aksi Demo Meluas

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DEMONSTRASI besar-besaran di berbagai daerah terus terjadi sejak Senin, 25 Agustus 2025. Unjuk rasa yang semula memprotes besaran tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di berbagai lokasi di Indonesia.  Senin, 25 Agustus 2025  Seruan demo 25 Agustus itu pertama kali muncul lewat pesan berantai dari grup percakapan Whatsapp juga media sosial. Ajakan dari kelompok yang […]

  • prabowo jin ping putin

    Prabowo Tampil Sejajar Xi, Putin, dan Kim di Parade Militer China

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    buzzID – Presiden Prabowo Subianto akhirnya bikin heboh dunia maya. Dalam parade militer gede-gedean di Tiananmen Square, Beijing, doi nongol di sesi foto bareng Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un. Bayangin aja, tiga nama besar dunia plus Prabowo berdiri sejajar dalam satu frame—langsung viral di medsos! Awalnya, kunjungan ini sempet drama karena kondisi […]

  • Nadeim Makarim dijerat pasal korupsi sebesar 1.,98 Triliun

    Wow, Nadiem Makarim Tersangka Korupsi 1,98 Triliun

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 112
    • 0Komentar

    buzzID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, sebagai tersangka baru. Kabar ini pun mulai menghebohkan linimasa media sosial. “Telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna dalam jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025). Siapa sih yang gak kenal Nadiem Makarim?Dulu dia dilihat sebagai golden […]

expand_less