Minggu, 15 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trending » Nasional » G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Setiap September, sejarah Indonesia kembali diperdebatkan. G30S/PKI bukan sekadar catatan masa lalu, tapi jadi titik rawan politik dan identitas bangsa. Di tengah kontroversi itu, sejarawan Anhar Gonggong lewat kanal YouTube resminya mencoba membongkar ulang pertanyaan mendasar: “Benarkah peristiwa G30S/PKI itu terjadi sebagaimana kita percayai selama ini?”

Jawaban Anhar lugas : ya, peristiwa itu nyata. Tapi bagaimana kita memahami, menafsirkan, dan menempatkannya dalam sejarah, itu cerita lain.

“Ya, peristiwa (G30S/PKI) itu nyata. Tapi bagaimana kita memahami, menafsirkan, dan menempatkannya dalam sejarah, itu cerita lain,” Anhar Gonggong.

Latar Internasional : Indonesia di Persimpangan Perang Dingin

Anhar membuka paparannya dengan menekankan bahwa G30S/PKI tidak bisa dilihat sebagai insiden tunggal. Dunia pada 1960-an sedang panas oleh Perang Dingin. Amerika dan blok Barat berhadapan dengan Uni Soviet dan Tiongkok. Indonesia, di bawah Presiden Soekarno, menjadi rebutan pengaruh.

Anhar Gonggong, Sejarawan. (Youtube)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengembalikan konstitusi 1945 dan menguatkan posisi Bung Karno sebagai pusat kekuasaan. Dalam suasana itu, partai-partai politik dan militer berebut posisi.

“Bung Karno berdiri di atas dua kaki, Angkatan Darat di satu sisi, PKI di sisi lain,” ujar Anhar. Pilihan itu membuat Soekarno terus berusaha menyeimbangkan kekuatan yang sebenarnya tidak pernah rukun.

Warisan Madiun 1948, Benih Pertarungan AD dan PKI

Ketegangan antara militer dan PKI punya akar panjang. Pemberontakan Madiun 1948 menjadi luka dalam sejarah, PKI dituduh ingin merebut kekuasaan, dan Angkatan Darat mencatat peristiwa itu sebagai bukti “pengkhianatan” yang tak bisa dilupakan.

Konflik itu berlanjut sepanjang 1950-an dan awal 1960-an. Ada kasus perampasan tanah, bentrokan antar kelompok, sampai insiden Bandar Betsy di Simalungun, Sumatera Utara  (1965) ketika perkebunan diserobot massa tani.

Meski begitu, PKI bangkit cepat. Dalam Pemilu 1955, mereka jadi partai keempat terbesar. Bung Karno lalu meluncurkan konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). PKI makin dekat ke lingkaran istana, sementara AD makin curiga.

Puncak ketegangan datang ketika PKI menggulirkan gagasan “Angkatan Kelima” buruh dan tani dipersenjatai. Bagi AD, ini ancaman langsung. Jenderal Ahmad Yani dan koleganya menolak keras.

Hubungan AD dan PKI makin buntu. Soekarno mencoba menengahi, tapi tensi politik sudah terlalu tinggi.

30 September 1965, Malam Berdarah

Peristiwa itu meledak pada malam 30 September 1965. Sejumlah perwira tinggi AD diculik dan kemudian ditemukan tewas di Lubang Buaya. Narasi resmi Orde Baru menegaskan bahwa PKI dalang tunggal.

Anhar menegaskan, apa pun tafsirnya, peristiwa itu memang terjadi. Tetapi, ia menolak anggapan bahwa tidak ada penyiksaan. “Masak orang dimasukkan ke lubang tanpa diperiksa dulu?” katanya, menanggapi klaim sejarawan asing seperti Ben Anderson yang menyebut tidak ada tanda-tanda penyiksaan.

Sumur Lubang Buaya, tempat para Jenazah korabn G30S/PKI dibuang dalam satu lubang.

Sumur Lubang Buaya, tempat para Jenazah korabn G30S/PKI dibuang dalam satu lubang.

Salah satu stigma yang melekat pada PKI adalah label ateis. Anhar membantah generalisasi itu. Ada kader PKI yang beragama, bahkan ada yang berhaji. Ada pula anggota PKI yang duduk di DPR. Menurutnya, melihat PKI sebagai “blok ateis” terlalu menyederhanakan keragaman di dalamnya.

Bagi Anhar, sejarah bukan hanya tentang mencatat fakta, tapi juga tentang siapa yang menulis, dan untuk kepentingan siapa.

Sejarah G30S/PKI, katanya, sarat dengan konstruksi politik. Orde Baru menekankan versi tunggal, PKI dalang, TNI penyelamat. Tetapi di luar negeri, banyak penelitian yang justru menyoroti peran militer, konflik internal, hingga campur tangan asing.

Pahlawan Revolusi, mereka yang terbunuh dalam peristiwa G30S/PKI.

“Sejarah tidak bisa diubah, tapi bisa dikoreksi kalau kita berani membaca sisi gelapnya,” kata Anhar.

Pelajaran utama dari ulasan ini adalah bahwa kemerdekaan harus dinikmati semua rakyat. Jika hanya segelintir yang menikmatinya, ketidakadilan akan melahirkan perlawanan.

Anhar juga mengingatkan jangan pasrah pada narasi resmi, tapi jangan pula menolak sejarah mentah-mentah. Yang penting adalah berpikir kritis, membuka ruang dialog, dan tidak menggunakan sejarah untuk membelah bangsa.

“Pancasila dan persatuan harus jadi pegangan,” tuturnya.

Proses pengangkatan Jenazah di sumur Lubang Buaya.

Video Anhar Gonggong tentang G30S/PKI bukan sekadar ceramah sejarah, tapi ajakan refleksi. Ia mengingatkan kita bahwa sejarah selalu punya banyak versi, dan tugas generasi kini adalah membaca ulang dengan kritis.

Apakah G30S/PKI terjadi? Jawabannya jelas: ya. Tapi siapa aktor, apa motif, dan bagaimana narasi itu dipakai itu medan tafsir yang terus diperdebatkan.

Yang pasti, sejarah 1965 bukan hanya soal masa lalu. Ia terus membayang ke masa kini, jadi peringatan tentang rapuhnya bangsa bila narasi dipolitisasi, dan jadi kompas agar persatuan tetap dijaga.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Prabowo Buka Suara soal Eskalasi Aksi Demo, Ada Megawati hingga Surya Paloh

    Prabowo Buka Suara soal Eskalasi Aksi Demo, Ada Megawati hingga Surya Paloh

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menggelar konferensi pers bersama ketua parpol, termasuk Ketum PDIP Megawati, soal aksi demonstrasi di Indonesia. Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan konferensi pers usai menggelar pertemuan dengan pimpinan tinggi MPR/DPR/DPD, serta sejumlah ketua partai politik (parpol), termasuk Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketum Nasdem Surya Paloh.  Berdasarkan pantauan […]

  • timnas Indonesia lawan Taipe

    Garuda Pesta Gol, Next Stop : Lebanon!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    buzzID – Surabaya kembali membara! Jumat malam, 5 September 2025, Stadion Gelora Bung Tomo jadi saksi ketika Timnas Indonesia bikin pesta besar, melibas Chinese Taipei / Taiwan 6–0. Sejak menit awal, atmosfer udah kerasa beda—tribun penuh nyanyian, flare warna-warni, dan vibes anak muda yang gak berhenti jingkrak tiap kali Garuda cetak gol. Timnas Indonesia berhadapan […]

  • Munir, peringatan 21 Tahun Menolak Lupa

    Munir, Suara yang Tak Pernah Padam

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Munir Said Thalib bukan pejabat, bukan orang kaya. Dia cuma seorang anak Malang, lahir 8 Desember 1965, yang punya satu modal penting: keberanian. Dari bangku kuliah hukum di Universitas Brawijaya, Munir udah dikenal suka “ngeyel” kalau lihat ketidakadilan. Baginya, diam sama dengan merawat kejahatan. “Kalau kita diam melihat kejahatan, maka kita sedang merawat kejahatan itu.” […]

  • Perayaan Maulid Nabi di Bali.

    Maulid Nabi 2025 di Bali : Dari Parade Telur, Harmoni Budaya, sampai Long Weekend Seru

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau ngomongin Bali, yang langsung kebayang biasanya pantai, pura, sama vibes liburan. Tapi ada satu sisi lain yang nggak banyak orang tau, Bali juga punya tradisi Islam yang kuat dan unik. Salah satu momen paling kerasa adalah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini jatuh di Jumat, 5 September 2025, pas banget […]

  • Lubang Raksasa Mendadak Terbuka di Bangkok, Warga Dievakuasi

    Lubang Raksasa Mendadak Terbuka di Bangkok, Warga Dievakuasi

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 97
    • 0Komentar

    buzzID – Bangkok, Thailand, Suasana ramai berubah dramatis ketika sebagian ruas jalan padat di Bangkok amblas begitu saja pada Rabu (24/9). Di area di depan Rumah Sakit Vajira, sebuah sinkhole raksasa muncul secara tiba-tiba, menelan sebagian jalan dan menyebabkan kekacauan di kawasan permukiman dekat kantor polisi setempat. Lubang menganga itu dilaporkan memiliki kedalaman sekitar 50 […]

  • Aksi awal protes GenZ Nepal akibat pemblokiran medsos yang akhirnya meluas membawa tema Nepo Babies

    Demo Nepal, GenZ tumbangkan Pemerintahan Komunis

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 226
    • 0Komentar

    buzzID – Nepal, 8–11 September 2025. Jalanan Kathmandu dan kota-kota besar Nepal udah kayak “arena perang” versi real life. Ribuan anak muda, kebanyakan Gen Z, turun ke jalan protes ke pemerintah. Pemicunya, larangan media sosial yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi, ditambah isu klasik: korupsi, ketimpangan, dan elite politik hidup mewah. Apa yang Sebenarnya Terjadi? Pada […]

expand_less