Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo akhirnya menanggapi sorotan publik terkait utang besar proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau WHOOSH yang dikerjakan melalui kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam pernyataannya di Solo, Senin (27/10/2025), Jokowi menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk investasi strategis untuk masa depan, bukan kerugian yang harus ditakuti.

Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal seperti Whoosh dilakukan untuk mengatasi persoalan kemacetan kronis yang selama ini membebani kawasan Jakarta, Jabodetabek, hingga Bandung. Ia menyebutkan, kemacetan telah menimbulkan kerugian ekonomi negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya akibat waktu produktif yang hilang, konsumsi bahan bakar berlebih, serta meningkatnya polusi udara.

Ia menyebutkan bahwa kerugian akibat kemacetan di Jakarta saja mencapai sekitar Rp65 triliun per tahun, dan jika digabungkan dengan Jabodetabek dan Bandung, angkanya bisa lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Kita harus tahu masalahnya dulu. Kemacetan di Jakarta dan Bandung sudah berlangsung selama puluhan tahun. Setiap tahun negara kehilangan lebih dari Rp100 triliun karena waktu dan energi terbuang. Maka transportasi massal cepat seperti Whoosh adalah solusi, bukan beban,” ujar Jokowi.

Ia menambahkan, pembangunan moda transportasi publik tidak bisa diukur semata dari sisi keuntungan finansial. Menurutnya, manfaat sosial, lingkungan, dan efisiensi ekonomi jangka panjang jauh lebih penting. “Transportasi publik tidak bisa dihitung dengan laba, tapi dengan manfaat sosial udara lebih bersih, produktivitas meningkat, dan waktu tempuh yang lebih efisien,” tegasnya.

Pemerintahan eranya kemudian mencanangkan untuk membangun transportasi massal untuk mengurai kemacetan. Dibangunlah fasilitas kereta cepat termasuk Woosh ini.

“Untuk mengatasi itu, kemudian direncanakan, dibangun yang namanya MRT, LRT, kereta cepat . Sebelumnya lagi KRL, ada juga kereta bandara. Agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi, mobil atau sepeda motor ke kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL,” jelasnya.

Jokowi mencontohkan MRT Jakarta yang masih menerima subsidi sekitar Rp800 miliar per tahun. Meskipun baru beroperasi dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, MRT telah sukses mengangkut 171 juta penumpang sejak diluncurkan. Ia meyakini bahwa subsidi tersebut akan sebanding dengan manfaat yang diberikan MRT bagi masyarakat Jakarta.

Dari sisi ekonomi, proyek Whoosh diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di sepanjang koridor Jakarta–Bandung. Kawasan transit seperti Padalarang, Tegalluar, Karawang, dan Halim dirancang untuk menjadi simpul investasi baru yang dapat menumbuhkan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri lokal.

“Memindahkan orang dari mobil pribadi ke transportasi umum itu butuh proses. Mengubah karakter itu tidak gampang,” ujarnya.

Namun, Jokowi mengajak semua pihak untuk bersyukur atas adanya pergerakan positif dalam penggunaan transportasi umum.

Ia mencontohkan kereta cepat Whoosh yang telah mengangkut 12 juta orang sejak diluncurkan. Ia optimis bahwa jumlah penumpang Whoosh akan terus meningkat seiring dengan semakin baiknya layanan dan infrastruktur pendukung.

“Kereta cepat ini menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, menumbuhkan UMKM, warung-warung yang berjualan di sekitar stasiun,” katanya.

Ia juga meyakini bahwa Whoosh akan meningkatkan sektor pariwisata dan properti di Bandung dan sekitarnya. Dengan segala manfaat yang ditawarkan, Jokowi optimis bahwa kerugian Whoosh akan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang dan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur kereta cepat.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa proyek Whoosh harus dilihat dalam perspektif jangka panjang sebagai warisan pembangunan nasional. “Ini bukan tentang untung atau rugi hari ini, tapi tentang warisan bagi generasi mendatang, warisan berupa efisiensi, waktu, dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Jejak Korupsi Tambang, Prabowo Tinjau Smelter Timah Triliunan Sitaan Kejagung

    Jejak Korupsi Tambang, Prabowo Tinjau Smelter Timah Triliunan Sitaan Kejagung

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 107
    • 0Komentar

    buzzID – Bangka Belitung, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung smelter timah hasil sitaan Kejaksaan Agung RI Bangka Belitung. Aset ini sebelumnya terkait dengan kasus korupsi tambang timah yang menimbulkan kerugian negara fantastis, mencapai Rp 271 triliun. Prabowo menyaksikan secara langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk., yang digelar di Smelter PT […]

  • Dedi Mulyadi dan Mahasiswa Berdialog di Gedung Sate. Foto : tribun.

    Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    buzzID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi jadi omongan, bukan cuma karena statementnya yang nyentuh soal mahasiswa ditahan, tapi juga cara dia nge-handle aspirasi anak muda. Setelah demo 29–31 Agustus yang bikin 147 mahasiswa ditangkap (37 di antaranya masih di bawah umur), Dedi langsung ngegas minta Kapolda Jabar ngebebasin mereka yang nggak terbukti kriminal. […]

  • xijinping mao zedong china

    Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Dari Chairman ke Sekjen, dari Mao ke Xi. Kisah PKC adalah cerita bagaimana satu partai bisa ngatur hidup 1,4 miliar orang. Goks nggak, bro? buzzID – PKC (Partai Komunis China) sejatinya lahir di tengah kekacauan. Bayangin tahun 1921, Tiongkok masih penuh perang saudara, kemiskinan, dan campur tangan asing. Di situlah lahir Partai Komunis Tiongkok (PKC), […]

  • Prabowo Lantik 25 Pejabat Baru dalam Satu Hari

    Prabowo Lantik 25 Pejabat Baru dalam Satu Hari

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 25 pejabat baru dalam satu rangkaian acara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8 Oktober 2025). Prosesi pelantikan dilakukan secara khidmat dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden. Para pejabat yang dilantik kali ini mencakup berbagai jabatan tinggi: mulai dari wakil menteri, kepala badan dan wakil kepala […]

  • Festival musik paling ditunggu sejagat Tanah Air, Pestapora 2025,

    Pestapora 2025: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kolaborasi Gila-Gilaan!

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 551
    • 0Komentar

    buzzID – Festival musik paling ditunggu sejagat Tanah Air, Pestapora 2025, bakal resmi digelar tanggal 5–7 September 2025 di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tahun ini, Pestapora hadir dengan gebrakan konsep baru: “Never Seen This Before Experience”, di mana musisi-musisi papan atas bakal tampil dalam format yang belum pernah lo lihat sebelumnya. […]

  • Gaza makin menderita

    Virus Baru Mematikan Mewabah di Gaza, RS Kewalahan Tangani Pasien

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta – Virus baru dengan gejala disebut mirip COVID-19 dilaporkan menyebar cepat di Gaza, Palestina. Penyakit ini terbukti lebih mematikan, karena meluasnya kekurangan gizi, kelaparan, serta blokade yang terus berlangsung membuat daya tahan tubuh warga sangat lemah. Pejabat kesehatan di Gaza melaporkan infeksi meningkat setiap hari, membuat rumah sakit kewalahan dan tidak mampu menangani lonjakan […]

expand_less