Nirvana Tribute Siap Mengguncang Jakarta November Ini
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 12 Sep 2025
- comment 0 komentar

Nirvana Tribute, band asal UK yang akan menyambangi Jakarta dalam konser tur Asia 2025.
Grunge Comeback: Energi 90-an Balik Lagi
Buat lo yang tumbuh bareng musik 90-an atau baru kenal Nirvana lewat playlist Spotify, ini momen yang gak boleh kelewatan. Jakarta bakal jadi tuan rumah konser Nirvana Tribute yang digelar 17 November 2025 di KRAPELA, Jakarta Selatan. Tribute band ini datang langsung dari Inggris dan dikenal sebagai salah satu yang paling mendekati vibes asli Nirvana, dari cara nyanyi, penampilan panggung, sampai detail setlist yang bikin lo ngerasa balik ke era Kurt Cobain masih hidup.

Nirvana Tribute band yang identik dengan Nirvana.
Penonton bakal dimanjain dengan lagu-lagu ikonik seperti Smells Like Teen Spirit, Come As You Are, In Bloom, sampai All Apologies. Konser ini bukan cuma buat nostalgia, tapi juga jadi perayaan musik grunge yang dulu sempat jadi soundtrack hidup banyak orang. Tiket sudah dijual lewat platform resmi kayak Ticketmelon, Bandsintown, dan beberapa e-commerce, jadi kalau lo pengen nonton, mending buru-buru sebelum sold out.

Nirvana Tribute Tour Asia.
Buat lo yang pengen datang, tipsnya beli tiket di channel resmi biar aman, datang lebih awal supaya dapat spot paling depan, dan siapin energi buat teriak-teriak bareng. Jangan lupa dokumentasiin momen lo, tapi jangan sampai ganggu orang di sekitar karena vibes konser grunge itu paling nikmat kalau lo bisa lompat bareng crowd dan lepas semua energi.
Hype Netizen, Harapan, dan Sejarah Nirvana
Di Twitter dan Instagram, netizen udah ramai bahas konser ini. Ada yang bikin thread khusus rekomendasi outfit grunge ala Kurt Cobain—kemeja flanel, ripped jeans, sampai rambut berantakan yang jadi ciri khas. Ada juga yang bilang ini konser wajib buat anak-anak 90-an supaya bisa mengenang masa muda mereka sambil bawa anak-anaknya biar kenal musik yang “beneran”.
Banyak fans berharap konser ini punya kualitas sound yang jernih dan lighting yang bikin atmosfer makin intim. Harapan lainnya, event ini bisa jadi pemicu kebangkitan musik rock alternatif di Indonesia, biar anak muda gak cuma disuguhi pop atau EDM aja.

Nirvana formasi akhir dengan tambahan Pat Smear(kanan) punggawa punk yang melengkapi Nirvana.
Sedikit flashback, Nirvana dibentuk tahun 1987 oleh Kurt Cobain dan Krist Novoselic di Aberdeen, Washington, sebelum akhirnya membawa drummer Dave Grohl masuk pada tahun 1990. Band ini jadi pionir grunge bareng Pearl Jam, Soundgarden, dan Alice in Chains. Grunge sendiri adalah genre rock yang lahir dari Seattle akhir 80-an, campuran punk, metal, dan lirik yang galau tentang alienasi, kebosanan, dan kritik sosial. Musiknya keras tapi emosional, bikin generasi muda waktu itu ngerasa punya suara.
Nirvana jadi ikon global setelah lagu Smells Like Teen Spirit meledak tahun 1991, bikin musik grunge keluar dari underground dan mendominasi MTV. Mereka cuma punya tiga album studio, tapi pengaruhnya gila-gilaan sampai sekarang. Pat Smear, eks gitaris The Germs, ikut gabung sebagai gitaris tur di era In Utero (1993) dan bikin sound live Nirvana makin padat.
Sayangnya, perjalanan mereka harus berakhir mendadak setelah Kurt Cobain meninggal dunia pada April 1994. Kejadian itu bikin Dave dan Krist memutuskan untuk membubarkan Nirvana, menjadikannya legenda musik selamanya. Dave kemudian mendirikan Foo Fighters, sementara Krist aktif di berbagai proyek musik dan sosial.
Kurt Cobain: Ikon Grunge yang Tak Tergantikan
Kurt Cobain bukan cuma vokalis, tapi jiwa dari Nirvana. Lahir di Aberdeen, Washington, 20 Februari 1967, Kurt tumbuh sebagai anak yang peka, kreatif, tapi juga sering merasa terasing. Musik jadi pelarian dan cara dia mengekspresikan rasa sakit dan keresahannya. Dari kamar kecilnya di rumah orang tua, dia menciptakan lagu-lagu yang mengubah wajah musik rock.

Kurt Cobain, tetap menjadi ikonik musik dunia hingga kini.
Lirik-lirik Cobain sering gelap, jujur, dan penuh emosi ngegambarin pergulatan batinnya tentang ketenaran, depresi, dan dunia yang dianggapnya munafik. Smells Like Teen Spirit jadi anthem generasi 90-an, tapi justru bikin Cobain semakin merasa terjebak dalam sorotan media.
Tragisnya, pada 5 April 1994, Cobain ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Seattle. Peristiwa itu mengguncang dunia musik dan mengakhiri perjalanan Nirvana. Fans di seluruh dunia berduka, dan sampai sekarang Kurt masih dianggap simbol kejujuran, perlawanan, dan kebebasan dalam musik.
- Penulis: Redaksi









Saat ini belum ada komentar