Minggu, 15 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Society » Event » Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat karakter yang bergumul dengan keresahan eksistensial mereka: Lelaki Muda yang memberontak, Lelaki Tua yang terjebak masa lalu, Pecinta Balon yang mewakili anomali kekuasaan, dan Perempuan yang bergulat-tak-henti dengan trauma. Di tangan sutradara Ardianti Permata Ayu dan Dramaturg Heri Purwoko, naskah ini dihidupkan kembali dengan latar distopia yang suram, mencerminkan realitas dunia saat ini yang dikuasai ketamakan dan ketidakpedulian terhadap alam. Panggung diubah menjadi tempat penampungan sampah plastik dan elektronik, menjadi kritik tajam tentang kondisi manusia di tengah dunia yang rusak.

Pertunjukan drama Petang di Taman.

Pertunjukan drama Petang di Taman. (Istimewa)

Skenografi yang dihadirkan Anteater dirancang untuk memperkuat kesan kelam dan tanpa harapan. Penonton dapat menemukan bongkahan sampah dalam bentuk kardus, kemasan plastik, serta ban-ban usang sebagai tempat duduk dan tanaman. Atmosfer ini didukung oleh penataan suara oleh Derick Adeboi yang menciptakan lanskap audio disonan dari suara metal, desau angin, dan petir. Para pemain, termasuk Heri Purwoko, Idham Aulia Shaffansyah, Septiadi, Sukendi, dan Pracista Dhira Prameswari, menghidupkan kembali karakter-karakter ikonik ini dengan kedalaman emosional yang relevan, tentunya dengan bantuan sentuhan Khairunnisah pada tata rias dan kostum.

“Petang di Taman” adalah lebih dari sekadar pertunjukan teater; ia adalah sebuah perjalanan introspektif yang mengundang penonton untuk merenungkan makna dan absurditas kehidupan. Ketika “taman” dalam pementasan Iwan Simatupang adalah sebuah panggung tempat keresahan absurd, di sisi lain demonstrasi akhir Agustus 2025 di jalanan, yang dimulai dari tuntutan buruh, ojek daring, hingga mahasiswa, membuktikan bahwa “taman” yang sesungguhnya kini adalah ruang publik, di mana keresahan rakyat tak lagi filosofis, tetapi nyata dan menuntut keadilan, sebuah cerminan dari naskah yang menjadi realitas distopia (Tempo, 31 Agustus 2025). Tuntutan reformasi DPR, penolakan kenaikan tunjangan, dan desakan pengusutan kasus kekerasan aparat (Kumparan, 29 Agustus 2025) menunjukkan bahwa dialog yang seharusnya terjadi di parlemen kini harus diungkapkan melalui suara keras di jalanan, menciptakan panggung dramatis yang penuh ketegangan, seperti yang disampaikan oleh berbagai media terkemuka. Pementasan Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng oleh Anteater ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Teater Jakarta Selatan (FTJS) dan digelar pada Selasa, 15 September 2025 pukul 19.30 WIB di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan. FTJS sendiri terselenggara berkat kerjasama Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan SINTESA yang merupakan asosiasi teater wilayah Jakarta Selatan.

Kelompok teater kolaboratif, Anteater Experiment menghidupkan lagi absurditas drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan

Kelompok teater kolaboratif, Anteater Experiment menghidupkan lagi absurditas drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan,. (Istimewa)

TENTANG ANTEATER EXPERIMENT

Anteater Experiment adalah wadah kreatif yang terdiri dari individu-individu dengan beragam latar belakang disiplin ilmu, dari akademisi hingga jurnalis, yang bersatu untuk menciptakan karya-karya visual dan pertunjukan yang provokatif. Pementasan ini menjadi bukti komitmen mereka untuk terus bereksperimen dan menghadirkan gagasan-gagasan segar ke dunia seni pertunjukan Indonesia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Harga emas lagi jadi bahan gosip panas di pasar global maupun Indonesia. photo_camera 1

    Harga Emas Pecah Rekor Dunia, Antam Masih Tembus Rp 2 Jutaan

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    buzzID – Harga emas lagi jadi bahan gosip panas di pasar global maupun Indonesia. Per 2 September 2025, harga spot emas dunia tembus di level 3.475 dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi baru, sementara kontrak Oktober di India udah nyampe ₹104.724 per 10 gram. Analis bahkan bilang masih ada peluang harga emas ngegas sampai […]

  • iphone Fold

    Mau iPhone Lipat? Siapin Duit Setara Motor N-Max Bro!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Apple akhirnya resmi ikutan tren HP lipat yang udah duluan dimonopoli Samsung. Katanya, desain iPhone lipat pertama bakal mirip banget sama Galaxy Z Fold, model lipat buku gitu. Pas ditutup ukurannya sekitar 5,5 inci, tapi pas dibuka bisa melebar jadi 7,8 inci kayak mini iPad. Layarnya udah pake Ultra Thin Glass biar mulus tanpa garis […]

  • Mata Tertutup, Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan

    Mata Tertutup, Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 90
    • 0Komentar

    buzzID— Aktor Ammar Zoni resmi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security Karang Anyar, Nusakambangan, Jawa Tengah. Pemindahan dilakukan pada Kamis pagi dalam pengawalan ketat petugas, setelah ia diduga terlibat dalam peredaran narkoba dari dalam rumah tahanan (rutan). Dalam proses pemindahan tersebut, Ammar Zoni dipindahkan bersama lima narapidana lain. Dari dokumentasi yang diterima, tampak […]

  • Kunto Aji Kibarkan Bendera Palestina di Synchronize Fest 2025

    Kunto Aji Kibarkan Bendera Palestina di Synchronize Fest 2025

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta – Di tengah kemeriahan Synchronize Festival 2025 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, momen emosional pun muncul di panggung Forest Stage. Ketika kolaborasi antara Kunto Aji dan YogyaKarta Hadroh Club (Y.K.H.C) membawakan lagu mereka, suasana berubah menjadi aksi solidaritas yang menggetarkan. Menjelang penutup penampilan, Kunto Aji meminta sebuah bendera Palestina dari salah satu penonton, […]

  • Nadeim Makarim dijerat pasal korupsi sebesar 1.,98 Triliun

    Wow, Nadiem Makarim Tersangka Korupsi 1,98 Triliun

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 99
    • 0Komentar

    buzzID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, sebagai tersangka baru. Kabar ini pun mulai menghebohkan linimasa media sosial. “Telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna dalam jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025). Siapa sih yang gak kenal Nadiem Makarim?Dulu dia dilihat sebagai golden […]

  • Ferry Irwandi

    Ferry Irwandi vs Siber TNI, Aktivis Kritis Kena Sorotan

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    buzzID – Nama Ferry Irwandi, CEO Malaka Project sekaligus eks PNS Kemenkeu, lagi jadi bahan perbincangan. Soalnya, Komandan Satuan Siber TNI Brigjen J.O. Sembiring datang ke Polda Metro Jaya Senin (8/9) buat konsultasi soal dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan Ferry. Katanya ada unsur pencemaran nama baik terhadap institusi, meski detailnya belum dibuka ke publik. […]

expand_less