Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Society » Event » Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat karakter yang bergumul dengan keresahan eksistensial mereka: Lelaki Muda yang memberontak, Lelaki Tua yang terjebak masa lalu, Pecinta Balon yang mewakili anomali kekuasaan, dan Perempuan yang bergulat-tak-henti dengan trauma. Di tangan sutradara Ardianti Permata Ayu dan Dramaturg Heri Purwoko, naskah ini dihidupkan kembali dengan latar distopia yang suram, mencerminkan realitas dunia saat ini yang dikuasai ketamakan dan ketidakpedulian terhadap alam. Panggung diubah menjadi tempat penampungan sampah plastik dan elektronik, menjadi kritik tajam tentang kondisi manusia di tengah dunia yang rusak.

Pertunjukan drama Petang di Taman.

Pertunjukan drama Petang di Taman. (Istimewa)

Skenografi yang dihadirkan Anteater dirancang untuk memperkuat kesan kelam dan tanpa harapan. Penonton dapat menemukan bongkahan sampah dalam bentuk kardus, kemasan plastik, serta ban-ban usang sebagai tempat duduk dan tanaman. Atmosfer ini didukung oleh penataan suara oleh Derick Adeboi yang menciptakan lanskap audio disonan dari suara metal, desau angin, dan petir. Para pemain, termasuk Heri Purwoko, Idham Aulia Shaffansyah, Septiadi, Sukendi, dan Pracista Dhira Prameswari, menghidupkan kembali karakter-karakter ikonik ini dengan kedalaman emosional yang relevan, tentunya dengan bantuan sentuhan Khairunnisah pada tata rias dan kostum.

“Petang di Taman” adalah lebih dari sekadar pertunjukan teater; ia adalah sebuah perjalanan introspektif yang mengundang penonton untuk merenungkan makna dan absurditas kehidupan. Ketika “taman” dalam pementasan Iwan Simatupang adalah sebuah panggung tempat keresahan absurd, di sisi lain demonstrasi akhir Agustus 2025 di jalanan, yang dimulai dari tuntutan buruh, ojek daring, hingga mahasiswa, membuktikan bahwa “taman” yang sesungguhnya kini adalah ruang publik, di mana keresahan rakyat tak lagi filosofis, tetapi nyata dan menuntut keadilan, sebuah cerminan dari naskah yang menjadi realitas distopia (Tempo, 31 Agustus 2025). Tuntutan reformasi DPR, penolakan kenaikan tunjangan, dan desakan pengusutan kasus kekerasan aparat (Kumparan, 29 Agustus 2025) menunjukkan bahwa dialog yang seharusnya terjadi di parlemen kini harus diungkapkan melalui suara keras di jalanan, menciptakan panggung dramatis yang penuh ketegangan, seperti yang disampaikan oleh berbagai media terkemuka. Pementasan Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng oleh Anteater ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Teater Jakarta Selatan (FTJS) dan digelar pada Selasa, 15 September 2025 pukul 19.30 WIB di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan. FTJS sendiri terselenggara berkat kerjasama Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan SINTESA yang merupakan asosiasi teater wilayah Jakarta Selatan.

Kelompok teater kolaboratif, Anteater Experiment menghidupkan lagi absurditas drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan

Kelompok teater kolaboratif, Anteater Experiment menghidupkan lagi absurditas drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang di Gedung Pertunjukan Bulungan, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan,. (Istimewa)

TENTANG ANTEATER EXPERIMENT

Anteater Experiment adalah wadah kreatif yang terdiri dari individu-individu dengan beragam latar belakang disiplin ilmu, dari akademisi hingga jurnalis, yang bersatu untuk menciptakan karya-karya visual dan pertunjukan yang provokatif. Pementasan ini menjadi bukti komitmen mereka untuk terus bereksperimen dan menghadirkan gagasan-gagasan segar ke dunia seni pertunjukan Indonesia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Kampus UBK Cikini, Jakarta

    Universitas Bung Karno : Kampus, Ideologi Soekarno dan Politik Jaman Now

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 94
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau ngomongin Universitas Bung Karno (UBK), otomatis pikiran kita langsung ke sosok proklamator, Ir. Soekarno. Kampus ini emang lahir dengan misi khusus: bukan cuma jadi tempat kuliah, tapi juga “penjaga” warisan ideologi Bung Karno. Dari namanya aja udah ketahuan, ini bukan sekadar kampus biasa. Buat anak muda, UBK itu menarik karena dia ada […]

  • Chrome Book

    Chromebook Versi Nadiem : Spek Biasa, Harga Sultan

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Drama besar lagi ngeguncang dunia pendidikan Indonesia. Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek yang dulu dikenal sebagai “Mas Menteri milenial”, resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan Chromebook pada Kamis, 5 September 2025, dan langsung ditangkap Kejaksaan Agung. Kasus ini jadi sorotan karena anggaran gila-gilaan yang bikin publik geleng kepala. Pemerintah, melalui Kemendikbudristek, mengalokasikan pengadaan Chromebook sebanyak 1,2 […]

  • Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    Hari Tani Nasional 2025: Dari Cor Badan di Monas, Orasi Panas di DPR, hingga Janji Pemerintah

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 85
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2025 tahun ini (24/09) bukan sekadar seremoni atau upacara. Jakarta menjadi pusat perhatian dengan dua titik aksi besar: Medan Merdeka Selatan dan depan Gedung DPR/MPR RI. Ribuan petani, aktivis agraria, mahasiswa, hingga elemen masyarakat sipil turun ke jalan membawa pesan lantang: reforma agraria sejati harus dijalankan sekarang juga. […]

  • Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Mimpi Timnas Indonesia menatap panggung Piala Dunia 2026 kandas pahit ketika mereka tunduk 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, dini hari Minggu (12 Oktober 2025). Gol tunggal dari Zidane Iqbal cukup memupus harapan Garuda setelah melewati lini belakang yang rapuh dan salah satu sorotan tajam jatuh kepada bek muda, Rizky Ridho, […]

  • Atlet Israel Minta Bawa Tentara ke Indonesia

    Atlet Israel Minta Bawa Tentara ke Indonesia

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Jakarta — Polemik keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta terus bergulir. Pemerintah Indonesia hingga kini belum mengeluarkan visa bagi enam atlet asal Israel yang dijadwalkan bertanding dalam ajang tersebut. Seperti yang dilansir laman detikcom, bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengancam mengucilkan Indonesia di panggung olahraga dunia. Penyebabnya karena Indonesia menolak atlet […]

  • Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Bergerak-Bendera One Piece Berkibar

    Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Turun Jalan & Bendera One Piece Ikut Berkibar

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 382
    • 0Komentar

    buzzID — Gelombang protes yang awalnya ramai di Indonesia, kini merembet sampai ke Peru. Anak muda di sana, khususnya Gen Z, turun ke jalan, menuntut pemerintah bersih dari korupsi dan lebih mendengar suara rakyat. Yang bikin unik? Bendera One Piece berkibar di tengah lautan massa! Simbol kru Topi Jerami (Straw Hat Pirates) itu jadi semacam […]

expand_less