Ukir Sejarah, ”De Facto” PBB Akui Kemerdekaan Palestina
- account_circle Fajar Elang
- calendar_month Rab, 24 Sep 2025
- comment 0 komentar

Gedung United Nations atau PBB di New York. (VOA Salya T-Unsplash)
Akhirnya, di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, konferensi tingkat tinggi khusus mengukuhkan pengakuan pada Palestina dan Solusi Dua Negara. Indonesia menjadi bagian torehan sejarah itu di New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
Pembahasan mengenai Palestina dan Solusi Dua Negara itu diprakarsai oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Di dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB, Arab Saudi diwakili oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Saud.

Presiden Emmanuel Macron (UN Photo/Loey Felipe).
“Kita harus melakukan segala daya upaya untuk menjaga kemungkinan Solusi Dua Negara. Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan aman. Waktunya telah tiba,” kata Macron.
Dikutip dari Arab News, Faisal bin Saud menyerukan untuk mengakui negara Palestina dan mendorong menghentikan agresi Israel di Gaza maupun Tepi Barat. Dia juga menyambut baik hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB terkait Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara. Resolusi ini didukung 142 atau dua pertiga dari total anggota PBB sebanyak 193 negara.
Prabowo di PBB: Palestina Harus Merdeka, Dua Negara Keturunan Abraham Harus Hidup Damai!
Prabowo menggarisbawahi pentingnya rekonsiliasi antara kedua belah pihak yang disebutnya sebagai “dua keturunan Abraham,” yang harus hidup berdampingan dalam damai dan harmoni serta menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. “Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam rapat Perserikatan Bangsa-bangsa di New York City, AS, (22/9). (Tangkapan Layar Youtube/United Nations)
Presiden menegaskan bahwa tanggung jawab historis masyarakat internasional bukan hanya menyangkut masa depan Palestina, tetapi juga masa depan Israel dan kredibilitas PBB itu sendiri. Menurutnya, Indonesia tetap konsisten pada solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya menuju perdamaian.
“Oleh karena itu, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” Prabowo Subianto.
Indonesia, lewat Presiden Prabowo Subianto, tampil dengan pidato tegas. Menurutnya:
- Solusi dua negara adalah satu-satunya jalan adil & berkelanjutan.
- Krisis kemanusiaan di Gaza sudah jadi tragedi besar, dengan ribuan warga sipil tewas.
- Desakan agar komunitas internasional segera mengakui Palestina.
- Syarat jelas: jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina, maka Indonesia akan langsung mengakui Israel, sekaligus menjamin keamanan Israel sebagai bagian dari tatanan damai.
- Kontribusi aktif: Indonesia siap mengirim pasukan penjaga perdamaian PBB.
- Pesan moral: PBB harus menjaga kredibilitasnya, dan dunia wajib mencegah kekerasan lebih lanjut.
Sikap Israel dan Amerika Serikat

Presiden Donald Trump pidato di PBB (NBC)
- Penulis: Fajar Elang









Saat ini belum ada komentar