Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Daerah » Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi jadi omongan, bukan cuma karena statementnya yang nyentuh soal mahasiswa ditahan, tapi juga cara dia nge-handle aspirasi anak muda. Setelah demo 29–31 Agustus yang bikin 147 mahasiswa ditangkap (37 di antaranya masih di bawah umur), Dedi langsung ngegas minta Kapolda Jabar ngebebasin mereka yang nggak terbukti kriminal. “Kalau cuma teriak-teriak, itu bagian ekspresi. Tapi kalau beneran kriminal kayak bawa senjata atau narkoba, itu lain cerita,” tegasnya. Ucapan Dedi soal “kasihan ibunya di rumah” bikin banyak orang ngeh kalau di balik kasus hukum, ada rasa kemanusiaan yang nggak boleh dilupain.

Isu ini makin rame karena publik memang nungguin kepastian: apakah mahasiswa yang hanya ikut demo bakal segera bebas? Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan bilang kasus masih diproses, tapi pihaknya terbuka buat klarifikasi. Artinya, desakan dari Gubernur bisa jadi pressure moral ke aparat supaya adil. Dari sini keliatan positioning Dedi: dia coba berdiri di tengah, antara menjaga ketertiban dan tetap dengerin suara anak muda.

Bukan cuma ngomong doang, Dedi juga langsung aksi dengan memfasilitasi dialog terbuka antara mahasiswa BEM dan DPRD Jabar. Awalnya forum digelar di halaman Gedung Sate, Rabu (3/9). Tapi baru sejam, mahasiswa ngeluh kepanasan. Alih-alih cuek, Dedi langsung gercep: “Ya udah ayo kita pindah ke dalam.” Forum pun geser ke dalam gedung, suasana adem, dan diskusi lanjut lebih kondusif. Simpel tapi meaningful, karena menunjukkan kalau ruang aspirasi bisa diciptakan tanpa harus panas-panasan atau ricuh.

Di dalam forum, Dedi pastiin pimpinan DPRD dan ketua fraksi hadir biar mahasiswa bisa nyampein ide secara langsung. Presiden Mahasiswa Unisba, Kamal Rahmatullah, bahkan bilang siap bawa naskah kajian yang berisi solusi konkret buat masalah masyarakat. Dia juga ngajak kampus lain ikut gabung biar suara mahasiswa makin solid. Dedi percaya dengan cara ini, nggak ada lagi penyusup yang bikin onar dengan molotov atau petasan. Jadi bukan cuma teriak di jalan, tapi ada dialog nyata yang bisa jadi jembatan solusi antara mahasiswa, dewan, dan pemerintah.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • kanror desa sukawangi

    Desa di Bogor Mau Dilelang, Warga Panik!

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    buzzID, Bogor – Kejadian unik sekaligus bikin geleng-geleng kepala muncul dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, terancam dilelang karena sejak tahun 1980-an dijadikan jaminan utang bank oleh seorang pengusaha. Kabar ini diungkap langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Yandri […]

  • Gianluigi Donnarumma akhirnya resmi meninggalkan Paris Saint-Germain dan bergabung dengan Manchester City photo_camera 1

    Donnarumma Resmi Gabung Manchester City, Era Baru Dimulai!

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    buzzID – Gianluigi Donnarumma akhirnya resmi meninggalkan Paris Saint-Germain dan bergabung dengan Manchester City pada Selasa 2 September 2025. Kiper timnas Italia itu menandatangani kontrak lima tahun dengan nilai transfer yang disebut-sebut mencapai 30 juta euro. Donnarumma akan mengenakan nomor punggung 99 di Etihad Stadium, sekaligus menutup era panjang Ederson yang memilih pindah ke Fenerbahce […]

  • Kantor DPRD DKI Jakarta

    Netizen Tagih Janji Evaluasi Tunjangan Rumah DPRD DKI

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta, Timeline X dan Instagram lagi panas. Warganet rame-rame nagih janji soal evaluasi tunjangan rumah DPRD DKI Jakarta yang nilainya tembus Rp70–78 juta per bulan. “Katanya mau dievaluasi, kok masih adem-adem aja?” tulis akun @jakartanspeak. Ada juga yang nyeletuk, “Tunjangan rumahnya gede banget, kalau dipangkas bisa buat beasiswa satu kampus.” Publik makin heboh […]

  • Supreme Store Miami.

    Supreme : Dari Skate Shop Pinggir Jalan Jadi Raja Streetwear Dunia

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Strategi kelangkaan bikin barang Supreme jadi kayak aset investasi. Hoodie retail $150 bisa naik jadi ribuan dolar di pasar resell. buzzID – Kalau ngomongin streetwear, gak mungkin gak nyebut Supreme. Brand asal New York ini udah jadi legenda: dari toko kecil buat anak skate tahun 90-an, sekarang jadi ikon budaya pop yang dipuja (dan kadang […]

  • Mengenang Salim Kancil, Aktivis Desa penolak tambang yang dibunuh Kades nya 26 Sept 2015 silam.

    Mengenang Tragedi Salim Kancil, Melawan Tambang Terbunuh

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    buzzID – Hari ini 26 September 2025 tepat 10 tahun kematiannya, nama Salim Kancil sampai sekarang masih jadi simbol perlawanan rakyat kecil melawan tambang ilegal. Ceritanya tragis, tapi juga jadi pengingat keras tentang betapa mahalnya harga keadilan di negeri ini. Dari Petani ke Nelayan karena Sawah Rusak Salim lahir pada tanngal 22 April 1969 di […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Sebut “Bentar Lagi Penangkapan”

    Purbaya Yudhi Sadewa Sebut “Bentar Lagi Penangkapan”

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan akan dilakukan penangkapan besar-besaran terhadap jaringan mafia penyelundupan barang impor dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21 Oktober 2025). Menurut Purbaya, sasaran utama operasi kali ini ialah pelaku yang melakukan praktik under-invoicing atau menurunkan nilai barang impor dari harga sebenarnya, […]

expand_less