Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Daerah » Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi jadi omongan, bukan cuma karena statementnya yang nyentuh soal mahasiswa ditahan, tapi juga cara dia nge-handle aspirasi anak muda. Setelah demo 29–31 Agustus yang bikin 147 mahasiswa ditangkap (37 di antaranya masih di bawah umur), Dedi langsung ngegas minta Kapolda Jabar ngebebasin mereka yang nggak terbukti kriminal. “Kalau cuma teriak-teriak, itu bagian ekspresi. Tapi kalau beneran kriminal kayak bawa senjata atau narkoba, itu lain cerita,” tegasnya. Ucapan Dedi soal “kasihan ibunya di rumah” bikin banyak orang ngeh kalau di balik kasus hukum, ada rasa kemanusiaan yang nggak boleh dilupain.

Isu ini makin rame karena publik memang nungguin kepastian: apakah mahasiswa yang hanya ikut demo bakal segera bebas? Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan bilang kasus masih diproses, tapi pihaknya terbuka buat klarifikasi. Artinya, desakan dari Gubernur bisa jadi pressure moral ke aparat supaya adil. Dari sini keliatan positioning Dedi: dia coba berdiri di tengah, antara menjaga ketertiban dan tetap dengerin suara anak muda.

Bukan cuma ngomong doang, Dedi juga langsung aksi dengan memfasilitasi dialog terbuka antara mahasiswa BEM dan DPRD Jabar. Awalnya forum digelar di halaman Gedung Sate, Rabu (3/9). Tapi baru sejam, mahasiswa ngeluh kepanasan. Alih-alih cuek, Dedi langsung gercep: “Ya udah ayo kita pindah ke dalam.” Forum pun geser ke dalam gedung, suasana adem, dan diskusi lanjut lebih kondusif. Simpel tapi meaningful, karena menunjukkan kalau ruang aspirasi bisa diciptakan tanpa harus panas-panasan atau ricuh.

Di dalam forum, Dedi pastiin pimpinan DPRD dan ketua fraksi hadir biar mahasiswa bisa nyampein ide secara langsung. Presiden Mahasiswa Unisba, Kamal Rahmatullah, bahkan bilang siap bawa naskah kajian yang berisi solusi konkret buat masalah masyarakat. Dia juga ngajak kampus lain ikut gabung biar suara mahasiswa makin solid. Dedi percaya dengan cara ini, nggak ada lagi penyusup yang bikin onar dengan molotov atau petasan. Jadi bukan cuma teriak di jalan, tapi ada dialog nyata yang bisa jadi jembatan solusi antara mahasiswa, dewan, dan pemerintah.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • iPhone 17 akan segera hadir di indonesia.

    iPhone 17 Series Resmi Masuk Indonesia, Siap Jadi Incaran Oktober 2025

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    buzzID – Pecinta gadget, waktunya senyum lebar! Setelah berbulan-bulan jadi bahan gosip di forum dan medsos, iPhone 17 Series akhirnya dapat restu resmi buat dijual di Indonesia. Apple sukses menyelesaikan semua proses legalitas penting, mulai dari sertifikasi TKDN 40% yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian pada 11 September 2025, hingga sertifikasi Postel (Komdigi) yang diterbitkan pada 18 […]

  • Fakta Terungkap, Kasus Jual Laut Desa Kohod

    Fakta Terungkap, Kasus Jual Laut Desa Kohod

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 124
    • 0Komentar

    buzzID – Berawal dari kasus pagar laut misterius di perairan Tangerang yang viral. Pagar laut itu membentang sepanjang 30,16 kilometer dari Desa Muncung hingga Pakuhaji, Tangerang, Banten dengan wujud berupa bambu yang ditancapkan di dasar laut. Hal tersebut langsung dikomentari oleh Kepala Desa Kohod, Arsin, lahan pagar laut itu dulunya adalah daratan yang digunakan untuk […]

  • HUT TNI ke 80, Ganti Seragam Loreng, dari Hijau Tua ke Sage Green

    HUT TNI ke 80, Ganti Seragam Loreng, dari Hijau Tua ke Sage Green

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 219
    • 0Komentar

    buzzID — Jakarta. Menjelang peringatan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, ada satu hal yang langsung menarik perhatian publik: perubahan warna dan motif pakaian dinas lapangan (PDL) para prajurit. Jika dulu loreng khas TNI didominasi warna hijau tua, kini tampilannya berubah total menjadi hijau muda dengan motif digital, yang […]

  • Kementerian BUMN Resmi Dihapus, Lahirnya BP BUMN: Reformasi atau Reposisi Kekuasaan?

    Kementerian BUMN Resmi Dihapus, Lahirnya BP BUMN: Reformasi atau Reposisi Kekuasaan?

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 170
    • 0Komentar

    buzzID – Indonesia memasuki babak baru dalam tata kelola perusahaan milik negara (08/10). Setelah lebih dari dua dekade berdiri, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi dibubarkan dan digantikan oleh Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Keputusan ini menandai perubahan besar dalam struktur ekonomi nasional sekaligus menimbulkan pertanyaan: apakah ini bentuk reformasi, atau sekadar pergeseran kekuasaan […]

  • Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Bergerak-Bendera One Piece Berkibar

    Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Turun Jalan & Bendera One Piece Ikut Berkibar

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 447
    • 0Komentar

    buzzID — Gelombang protes yang awalnya ramai di Indonesia, kini merembet sampai ke Peru. Anak muda di sana, khususnya Gen Z, turun ke jalan, menuntut pemerintah bersih dari korupsi dan lebih mendengar suara rakyat. Yang bikin unik? Bendera One Piece berkibar di tengah lautan massa! Simbol kru Topi Jerami (Straw Hat Pirates) itu jadi semacam […]

  • xijinping mao zedong china

    Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Dari Chairman ke Sekjen, dari Mao ke Xi. Kisah PKC adalah cerita bagaimana satu partai bisa ngatur hidup 1,4 miliar orang. Goks nggak, bro? buzzID – PKC (Partai Komunis China) sejatinya lahir di tengah kekacauan. Bayangin tahun 1921, Tiongkok masih penuh perang saudara, kemiskinan, dan campur tangan asing. Di situlah lahir Partai Komunis Tiongkok (PKC), […]

expand_less