Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Lifestyle » Food » Segarnya Es Teler Legenda Sinar Garut

Segarnya Es Teler Legenda Sinar Garut

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
  • comment 0 komentar
buzzID – Jika kamu melewati jalanan Jakarta atau jalan-jalan di kota besar, mungkin sudah sering dengar nama “Sinar Garut” di warung es, kios kecil, atau bahkan di mall. Tapi di balik nama besar itu, tersembunyi kisah panjang, bagaimana es teler yang melabeli diri menjadi Es Sinar Garut lahir, berkembang, dan harus berjuang mempertahankan identitasnya.
Adalah H. Ucu Samsul Arifin, sang pelopor Es Sinar Garut yang mulai ia racik sejak 1968.  Awalnya memang belum punya nama, ia membantu kakaknya berdagang es campur, lalu mulai mencoba sendiri di kawasan Pintu Besi, Jakarta.  Suatu ketika, ia memutuskan memberi nama “Sinar Garut” sekitar tahun 1970, terinspirasi dari restoran bernama “Sinar Medan” dan dengan bangga menambahkan “Garut” sebagai identitas asalnya.
Seiring waktu, popularitas Es Sinar Garut melejit. Lapaknya di kawasan Pecenongan, antrean panjang tiap hari menjadi pemandangan biasa. Ia pernah berkata, bahwa pada masa jayanya, satu gerobak bisa menjual ribuan porsi per hari bahkan es balok besar pun habis berganti.

Ciri Khas & Rahasia Rasa

Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas Es Sinar Garut :
• Sirup gula rahasia: meskipun menggunakan gula biasa, tak semua bisa mereplikasi rasa “sirup” khas Es Sinar Garut.
• Kombinasi isian: kelapa muda, alpukat, kelapa kopyor, nangka. Tersedia juga tape, kolang kaling, cincau, mutiara.
• Pelengkap: sirup merah (sering rasa pisang ambon), susu kental manis.
• Label “Paguyuban Sinar Garut Asli” atau identitas resmi di gerai.

Pelanggan setia biasanya tahu rasa racikan khas Sinar Garut yang membuatnya berbeda dari jenis Es Lain, seperti Es Campur atau Es Teler pada umumnya. Ciri khasnya terletak pada keseimbangan rasa manis dan segar, perpaduan buah yang melimpah, serta sirup kental berwarna merah menyala yang jadi ikon.

Gerai sederhana es sinar garut

Seorang pelanggan, Angel (27), yang sudah menikmati Es Sinar Garut sejak kecil, masing-masing pedagang berbeda cara racikan yang melabeli diri Sinar Garut. “Saya udah coba Es Teler yang lain-lain, tapi tetap balik ke Sinar Garut. Rasanya lebih natural, nggak terlalu manis, dan ada aroma khas yang bikin kangen.”

Seperti halnya, ada warung legendaris di Cipete bernama Es Teler Sinar Garut Pak Jajang. Menurut Pak Jajang, ia mulai usahanya sejak tahun 1989 belajar dari Es Teler Insan Putra Pecenongan, dan sampai sekarang ia selalu turun tangan menjaga kualitas buah agar cita rasa tetap konsisten.
Pak Jajang juga menyebutkan bahwa rasanya berbeda kalau buahnya sudah tak segar atau es-nya terlalu lama mencair konsumen langsung bisa “curiga”.  Meski berbeda resep, namun melabeli diri menjadi Es Sinar Garut, sudah menjadi hal lumrah. Kembali ke selera, suka otentik atau suka rasa yang inovatif. Penggunaan sirop Pisang Ambon lah yang memperkuat rasa otentik Es Sinar Garut itu sendiri.

Es Teler yang Menjadi Legenda

Fenomena Es Sinar Garut ternyata tidak hanya ramai di Jakarta, tapi juga menjalar ke wilayah satelit seperti Depok dan Tangerang Selatan. Di kawasan Pondok Petir, Bojongsari, Depok, berdiri gerai yang dikenal dengan nama Es Sinar Garut ASG. Lokasinya ada di Jalan Raya Pondok Petir dan menjadi primadona pembeli, tersedia juga kombinasi es campur, es kopyor, es alpukat hingga camilan roti dan pisang bakar. Menunya es teler dan es campur tetap mengandalkan racikan buah segar seperti alpukat, nangka, kelapa muda, hingga buah naga, disiram sirup merah khas dan susu kental manis. Soal harga bervariasi mulai dari Rp. 17.000 untuk semangkuk es teler berisikan kelapa muda, nangka dan alpukat.

Gerai Es Sinar Garut ASG, Pondok Petir, Depok. (buzzID)

Tak hanya di Depok, di Pamulang juga banyak bermunculan penjual es teler dengan label “Sinar Garut”. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik brand Sinar Garut sebagai ikon es campur legendaris. Menariknya, meski hadir di berbagai titik dengan nama dan pengelola berbeda, semangatnya tetap sama: menghadirkan kesegaran khas Es Sinar Garut. Dari gerobak sederhana hingga kedai modern, semua tetap menjunjung identitas yang lahir dari tangan H. Ucu Samsul Arifin lebih dari setengah abad lalu.

Kini, Es Sinar Garut bukan hanya minuman, melainkan sudah menjadi simbol persatuan rasa dan nostalgia, yang mampu menyatukan pelanggan dari berbagai latar belakang di setiap sendokannya. Kisah Es Sinar Garut adalah contoh menarik soal bagaimana sebuah usaha lokal kecil bisa tumbuh menjadi legenda kuliner.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Tumpak Sewu, wisata hits Jawa Timur

    Tumpak Sewu, Trip & Budget Lengkap dari Jakarta

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 129
    • 0Komentar

    buzzID – Lagi cari destinasi yang bikin feed Instagram lo auto naik kelas?Jawabannya, Tumpak Sewu! Air terjun yang katanya mirip Niagara ini lagi jadi magnet buat para traveler, terutama anak muda yang doyan adventure. Lokasinya ada di Lumajang, Jawa Timur, hidden gem banget karena harus sedikit effort buat sampai ke sini, tapi hasilnya worth it […]

  • Menhut Raja Juli Antoni bermain domino

    Domino Lobby

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Brot Si Bengis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Domino itu permainan klasik yang udah mendunia, tapi tetap asik dimainkan sampai sekarang. Intinya, domino pake keping-keping kecil berbentuk persegi panjang yang biasanya disebut “balok” atau “batu”. Tiap keping punya dua sisi dengan titik-titik (kayak dadu), mulai dari kosong sampai enam, bahkan ada versi lain yang lebih gede kayak “double nine” atau “double twelve”. Cara […]

  • Drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang

    Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat […]

  • Perayaan Maulid Nabi di Bali.

    Maulid Nabi 2025 di Bali : Dari Parade Telur, Harmoni Budaya, sampai Long Weekend Seru

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    buzzID – Kalau ngomongin Bali, yang langsung kebayang biasanya pantai, pura, sama vibes liburan. Tapi ada satu sisi lain yang nggak banyak orang tau, Bali juga punya tradisi Islam yang kuat dan unik. Salah satu momen paling kerasa adalah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini jatuh di Jumat, 5 September 2025, pas banget […]

  • xijinping mao zedong china

    Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Dari Chairman ke Sekjen, dari Mao ke Xi. Kisah PKC adalah cerita bagaimana satu partai bisa ngatur hidup 1,4 miliar orang. Goks nggak, bro? buzzID – PKC (Partai Komunis China) sejatinya lahir di tengah kekacauan. Bayangin tahun 1921, Tiongkok masih penuh perang saudara, kemiskinan, dan campur tangan asing. Di situlah lahir Partai Komunis Tiongkok (PKC), […]

  • Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    Rizky Ridho : “Kami Sudah Berjuang Sepenuh Hati”

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Mimpi Timnas Indonesia menatap panggung Piala Dunia 2026 kandas pahit ketika mereka tunduk 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, dini hari Minggu (12 Oktober 2025). Gol tunggal dari Zidane Iqbal cukup memupus harapan Garuda setelah melewati lini belakang yang rapuh dan salah satu sorotan tajam jatuh kepada bek muda, Rizky Ridho, […]

expand_less