Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Trending » Chromebook Versi Nadiem : Spek Biasa, Harga Sultan

Chromebook Versi Nadiem : Spek Biasa, Harga Sultan

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
  • comment 0 komentar

Drama besar lagi ngeguncang dunia pendidikan Indonesia. Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek yang dulu dikenal sebagai “Mas Menteri milenial”, resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan Chromebook pada Kamis, 5 September 2025, dan langsung ditangkap Kejaksaan Agung. Kasus ini jadi sorotan karena anggaran gila-gilaan yang bikin publik geleng kepala. Pemerintah, melalui Kemendikbudristek, mengalokasikan pengadaan Chromebook sebanyak 1,2 juta unit untuk program digitalisasi pendidikan (2020–2022), ada yang udah dapet kah guys?

Bayangin aja, satu unit Chromebook buat sekolah dibanderol sampai 10 juta rupiah. Padahal kalau cek harga pasar, Chromebook spek mirip, layar 11 inci, RAM 4 GB, storage 32 GB cuma ada di kisaran 3–5 juta rupiah. Bahkan di e-katalog pemerintah, model TKDN kayak Axioo, Zyrex, atau Advan tercatat di angka 5,0–7,2 juta per unit. Jadi kalau benar pemerintah ngegas beli di 10 juta, selisihnya bisa 2,8–5 juta per unit, alias lebih mahal 40–100 persen. Kalau skalanya jutaan unit, bisa kebayang kan kenapa kerugian negara ditaksir sampai 1,98 triliun rupiah?

Yang bikin makin rame, spek ini bukan laptop high end. Mayoritas cuma entry level, cocok buat browsing dan aplikasi ringan. Bedanya, laptop versi Nadiem wajib pakai Chrome OS plus lisensi Chrome Education Upgrade. Masalahnya, riset internal awal justru nyaranin Windows karena banyak sekolah punya koneksi internet lelet. Jadi kebijakan mengunci ke Chromebook ini dianggap bikin pengadaan jadi “dipaksa” dan nyebabin pemborosan.

Perbandingan Harga Chromebook

Versi Spesifikasi Umum Harga per Unit Catatan Selisih
Chromebook Program Kemendikbud (plafon) Layar 11”, RAM 4GB, Storage 32GB, Chrome OS + lisensi ± Rp10.000.000
Chromebook TKDN (E-katalog/SIPLah) Spek setara, brand Axioo/Zyrex/Advan Rp5.000.000 – Rp7.200.000 Lebih murah 2,8–5 juta
Chromebook Pasar Umum (non-TKDN) Spek entry level global Rp3.000.000 – Rp5.000.000 Lebih murah 5–7 juta

Tersangka, Modus, dan Ujungnya Ditangkap

Sebelum Nadiem, Kejagung lebih dulu menetapkan empat tersangka lain pada 22 Agustus 2025. Mereka adalah Sri Wahyuningsih (eks Direktur PAUD-SD Kemendikbudristek periode 2020–2021) dan Mulyatsyah (eks Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020–2021) yang disebut mengubah aturan teknis supaya pengadaan mengunci ke Chrome OS. Lalu Jurist Tan, mantan stafsus Nadiem, yang diduga merancang program sejak awal, dan Ibrahim Arief, konsultan yang memengaruhi kajian teknis. Pemerintah, melalui Kemendikbudristek, mengalokasikan pengadaan Chromebook sebanyak 1,2 juta unit untuk program digitalisasi pendidikan (2020–2022).

Dengan penetapan Nadiem pada 5 September 2025, total sudah ada lima tersangka dalam kasus ini. Modusnya dinilai jelas: dari aturan juknis, metode, sampai kajian teknis diarahkan ke satu pilihan, yaitu Chromebook. Dengan begitu, belanja TIK yang nilainya nyaris 10 triliun otomatis fokus ke produk tertentu. Publik makin panas karena ternyata hasil uji coba 1.000 unit di daerah prioritas nunjukkin Chromebook nggak efisien kalau internet lemot. Tapi proyek tetep jalan.

Puncaknya, Kejagung langsung menahan Nadiem setelah penetapan tersangka untuk mempercepat proses penyidikan. Dari yang dulu dielu-elukan sebagai ikon anak muda di kabinet, sekarang Nadiem harus menghadapi tuduhan korupsi kelas kakap. Publik tinggal nunggu: apakah persidangan nanti bakal membongkar semua dalang di balik proyek “laptop sultan” ini, atau malah jadi drama politik baru.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, bilang pada 5 September 2025 kalau proyek ini jelas-jelas ngerugiin negara. “Dari hasil penyidikan, ditemukan indikasi penggelembungan harga yang signifikan. Padahal secara spek, perangkat yang diadakan tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, dalam wawancara 23 Agustus 2025, menilai kasus ini nunjukkin ada problem klasik dalam pengadaan barang pemerintah. “Spesifikasi yang mengunci ke satu produk udah melanggar prinsip dasar lelang. Harusnya fleksibel, biar kompetisi sehat dan harga wajar,” katanya.

Praktisi pendidikan Indra Charismiadji, juga pada 23 Agustus 2025, menyorot kebijakan Chromebook sejak awal. “Sekolah di daerah dengan internet buruk jelas nggak cocok dipaksa pakai Chromebook. Kalau tetep dipaksain, yang rugi ya siswa dan guru, karena perangkatnya jadi nggak optimal,” tegasnya.

infografis koprupsi nadiem

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Hasil Prompt olah digital Keychain AI viral

    Viral, Cara Buat Miniatur Keychain Ultra Realistic dari Gemini AI

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    buzzID – Dunia kreatif digital makin liar aja, bro! Kali ini netizen lagi rame ngebahas trik bikin miniatur keychain ultra realistic yang keliatan kayak collectible premium, tapi sebenernya hasil render dari Gemini AI. Tutorialnya pertama kali dishare sama akun @digitative.id di Threads, dan langsung jadi obrolan karena hasilnya detail parah, kayak beneran difoto di studio. […]

  • Presiden Trump resmi menandatangani perubahan nama Pentagon menjadi Department of War

    Presiden Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Department of War

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    buzzID – Amerika Serikat lagi panas gara-gara keputusan Presiden Donald Trump yang nge-rebrand Department of Defense (DoD) jadi Department of War. Lewat perintah eksekutif, Trump ngasih lampu hijau supaya nama “War Department” bisa dipakai di komunikasi resmi, walaupun secara hukum nama resminya tetep “Defense” karena itu diatur UU sejak 1949. “Kita bukan cuma bertahan, kita […]

  • prabowo jin ping putin

    Prabowo Tampil Sejajar Xi, Putin, dan Kim di Parade Militer China

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    buzzID – Presiden Prabowo Subianto akhirnya bikin heboh dunia maya. Dalam parade militer gede-gedean di Tiananmen Square, Beijing, doi nongol di sesi foto bareng Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un. Bayangin aja, tiga nama besar dunia plus Prabowo berdiri sejajar dalam satu frame—langsung viral di medsos! Awalnya, kunjungan ini sempet drama karena kondisi […]

  • Uztaz Maulana di Rumah Inspirasi Mekarbaru, Tangerang. Tempat ide kreatif lintas generasi.

    CTARSA Foundation Resmikan Rumah Inspirasi di Mekar Baru, Ruang Kreatif Buat Semua

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    buzzID, Kabupaten Tangerang — Kabar gembira buat warga Desa Mekar Baru! Pada Senin (22/9/2025), CTARSA Foundation resmi meresmikan Rumah Inspirasi Mekar Baru, sebuah tempat yang bakal jadi pusat edukasi, kreativitas, dan kumpul seru untuk semua kalangan dari anak-anak, remaja sampai orang tua. Peresmian ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan CTARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, bareng […]

  • Dedi Mulyadi dan Mahasiswa Berdialog di Gedung Sate. Foto : tribun.

    Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    buzzID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi jadi omongan, bukan cuma karena statementnya yang nyentuh soal mahasiswa ditahan, tapi juga cara dia nge-handle aspirasi anak muda. Setelah demo 29–31 Agustus yang bikin 147 mahasiswa ditangkap (37 di antaranya masih di bawah umur), Dedi langsung ngegas minta Kapolda Jabar ngebebasin mereka yang nggak terbukti kriminal. […]

  • Atlet Israel Minta Bawa Tentara ke Indonesia

    Atlet Israel Minta Bawa Tentara ke Indonesia

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Jakarta — Polemik keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta terus bergulir. Pemerintah Indonesia hingga kini belum mengeluarkan visa bagi enam atlet asal Israel yang dijadwalkan bertanding dalam ajang tersebut. Seperti yang dilansir laman detikcom, bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengancam mengucilkan Indonesia di panggung olahraga dunia. Penyebabnya karena Indonesia menolak atlet […]

expand_less