Banksy, Seniman Misterius yang Terus Bikin Dunia Seni Geger
- account_circle Fajar Elang
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- comment 0 komentar

Photo of Lighthouse, 2025/ Alamy
buzzID — Nama Banksy selalu bikin heboh setiap kali karyanya muncul di tembok, papan jalan, atau bahkan balai lelang. Bukan cuma karena muralnya keren, tapi karena dia selalu berhasil bikin orang mikir. Dia misterius, nggak pernah mau buka identitas, tapi pesan-pesannya lantang: tentang perang, kapitalisme, kemanusiaan, sampai protes sosial.
Di era sekarang, semua hal jadi tontonan. Tragedi direkam, di-upload, jadi trending. Nah, Banksy justru hadir buat bikin kita berhenti sejenak. Karya-karyanya kayak teriak: “Jangan cuma jadi penonton. Lihat, ini masalah kita!”
Sanglah Institute pernah menulis bahwa Banksy itu seperti tamparan buat dunia yang terlalu sibuk menonton layar. Lewat tikus, anak kecil, dan figur satir, dia ngajak kita mempertanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik panggung besar yang disebut “masyarakat tontonan”.


Karya Banksy di Tembok Palestina – Israel.
Banksy nggak takut bahas isu panas. Salah satu mural paling bersejarahnya ada di tembok pemisah Palestina–Israel. Gambar anak kecil yang mencoba melihat sisi lain tembok atau terbang dengan balon itu jadi simbol harapan pesan bahwa kebebasan itu hak semua orang.
Baru-baru ini, 8 September 2025, dia bikin mural di Royal Courts of Justice, London, yang menampilkan hakim sedang memukul demonstran dengan palu. Kritikus dari kelompok kebebasan sipil bilang ini sindiran pedas ke cara pemerintah menangani protes pro-Palestina. Bahkan, mural itu sempat dijaga ketat oleh petugas, seakan-akan negara takut orang melihatnya terlalu lama.
Kontroversi di Balai Lelang
Dan siapa yang bisa lupa momen paling legendary di dunia seni? 5 Oktober 2018, Sotheby’s London. Begitu palu lelang diketok untuk karya Girl with Balloon, lukisan itu terpotong sendiri lewat mesin penghancur kertas tersembunyi di bingkainya. Semua orang panik, beberapa ketawa, beberapa marah, tapi yang pasti, momen itu jadi sejarah.

Karya Banksy yang dilelang namun kontroversional karena terpotong. (Getty Image)
Karya itu diberi nama baru “Love is in the Bin” dan nilainya malah naik gila-gilaan. Kritikus seni dari The Guardian menyebut aksi itu “salah satu momen paling penting dalam seni kontemporer,” karena sukses bikin pasar seni ketahuan terlalu sibuk mengejar angka, lupa makna.
Karya Terbaru & Respons Dunia
Tahun 2025 bisa dibilang jadi tahun comeback Banksy. Selain karya di pengadilan London, dia juga bikin mural “I Want To Be What You Saw In Me” di Marseille, Prancis. Kali ini lebih personal, seperti refleksi diri dan harapan baru.
Di kolom opini The Irish Times tanggal 11 September 2025, kritikus seni nulis bahwa karya-karya seperti Banksy jangan dianggap enteng. Seni politik, katanya, adalah cara masyarakat memproses trauma dan mempertanyakan moralitas sistem.

Hakim yang Memukuli Pengunjuk Rasa, Karya Terbaru Banksy, September 2025. (AP Photo).
Karya-Karya Ikonik & Jejak Waktu
| Karya | Tahun | Lokasi |
|---|---|---|
| Royal Courts of Justice | 2025 | London |
| I Want To Be What You Saw In Me | 2025 | Marseille, Prancis |
| Flower Thrower (Love is in the Air) | 2003 | Jerusalem / Tembok Palestina |
| Girl with Balloon / Love is in the Bin | 2002 | London |
| Sweeping It Under the Carpet | 2006 | Chalk Farm, London |
Mural-mural ini bukan cuma gambar, tapi catatan sejarah versi Banksy, tentang perang, ketidakadilan, dan perlawanan.
Banksy itu fenomena. Dia nggak pernah pamer muka, tapi semua orang kenal karyanya. Dia bisa bikin tembok jadi headline berita, bikin pelelangan berubah jadi performance art, dan bikin kita mikir ulang tentang apa itu seni.
Setiap kali karyanya muncul, dunia berhenti sebentar, foto, debat, tweet bermunculan. Dia memaksa kita keluar dari zona nyaman, dan itu mungkin alasan kenapa sampai hari ini, Banksy masih jadi suara penting di dunia seni dan aktivisme.
- Penulis: Fajar Elang



Saat ini belum ada komentar