Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Aksi Demo Meluas

Aksi Demo Meluas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
  • comment 0 komentar

DEMONSTRASI besar-besaran di berbagai daerah terus terjadi sejak Senin, 25 Agustus 2025. Unjuk rasa yang semula memprotes besaran tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di berbagai lokasi di Indonesia. 

Senin, 25 Agustus 2025 

Seruan demo 25 Agustus itu pertama kali muncul lewat pesan berantai dari grup percakapan Whatsapp juga media sosial. Ajakan dari kelompok yang menamakan diri “Revolusi Rakyat Indonesia” itu disebar hampir seminggu sebelum pelaksanaan. 

Mereka mengajak elemen masyarakat, buruh, petani, dan mahasiswa turun ke jalan. Dalam narasinya, kelompok ini menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi keluarga mantan presiden Joko Widodo hingga pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca 

Tak hanya itu, mereka juga meramaikan seruan untuk membubarkan lembaga parlemen.”Mari desak DPR untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai kontrol pemerintah,” begitu bunyi pesan tersebut seperti diterima Tempo pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Pada hari pelaksanaan, aksi itu dihadiri oleh ratusan massa dari berbagai kalangan tanpa identitas kelompok. Demonstrasi berlangsung hingga malam. Namun, anggota parlemen tidak ada yang menemui massa. Hingga pukul 21.15 WIB, polisi dan massa aksi terlibat bentrokan di kawasan kolong jembatan layang Pejompongan, Jakarta.

Bentrok itu juga melibatkan demonstran yang mengenakan baju sekolah putih abu-abu. Polda Metro Jaya menangkap sedikitnya 169 pelajar dari demo yang berlangsung di sekitar kawasan Gedung MPR/DPR/DPD itu. 

Kamis, 28 Agustus 2025 

Pada Kamis, 28 Agustus 2025, serikat buruh menggelar unjuk rasa dengan topik berbeda. Mereka membawa enam tuntutan, antara lain penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, stop PHK, percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan, RUU Perampasan Aset, dan meminta DPR merevisi UU Pemilihan Umum atau Pemilu.

Aksi tersebut berlangsung damai dan para buruh bubar sekitar pukul 12 siang. Namun, setelah itu gelombang massa dari mahasiswa dan massa berseragam sekolah berdatangan ke sekitar gedung DPR. Mereka menuntut pembubaran DPR serta pencabutan tunjangan anggota dewan yang berlebihan yakni mencapai Rp 100 juta saban bulan. 

Demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR ini berlangsung ricuh. Puncaknya, ketika kendaraan taktis Brigade Mobil atau Brimob melindas Affan Kurniawan, 21 tahun, seorang pengemudi online di kawasan Rumah Susun Bendungan HIlir II, Jakarta Pusat.

Kamis malam, pukul 21.00 WIB

Kematian Affan menyulut kemarahan publik. Para pengemudi ojek online seketika ramai-ramai mengepung Mako Brimob Polda Metro Jaya, di Kwitang, Jakarta Pusat. Aksi berlangsung sampai keesokan harinya dan meluas hingga ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bandung, Makassar, Surabaya dan lain sebagainya. 

Jumat malam, 29 Agustus 2025

Eskasasi mulai naik pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Bentrok antara massa dan aparat di berbagai tempat demontrasi terus memanas. Sementara polisi terus menerus menembakkan gas air mata ke arah pendemo, massa pun mulai membakar sejumlah gedung seperti gedung DPRD dan Markas Kepolisian Daerah, serta berbagai fasilitas umum seperti halte dan stasiun. 

Sabtu sore, 30 Agustus 2025

Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sebagian massa masih bertahan di lokasi namun berlangsung cukup kondusif. Namun, di tengah situasi kacau itu, beredar informasi di media sosial yang mengungkap bahwa sejumlah anggota dewan malah berada di luar negeri, termasuk Ahmad Sahroni. 

Kabar itu semakin menyulut amarah massa. Pada Sabtu sore, ratusan orang tiba-tiba menggeruduk kediaman anggota DPR Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka menjarah sejumlah barang milik legislator tersebut, mulai dari kursi, lemari, kasus, jam tangan, sejumlah uang, mesin pendingin, hingga berangkas uang yang berisi pecahan dollar. 

Aksi itu disiarkan secara live di Tiktok oleh sejumlah orang yang datang ke lokasi. Warganet yang menonton siaran kemudian ramai-ramai menimpali untuk melanjutkan penjarahan ke rumah Eko Patrio, Uya Kuya hingga pejabat negara seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani. Nama-nama ini merupakan orang yang beberapa waktu terakhir mendapatkan sorotan publik atas berbagai pernyataan kontroversinya. (sumber : tempo)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Buzz

  • Presiden Indonesia Sukarno (kiri) sedang berbicara dengan Jenderal Suharto setelah sesi pembubaran komando Malaysia, 24 Agustus 1966, di Jakarta.

    G30S/PKI: Misteri, Narasi, dan Tafsir Sejarah Versi Anhar Gonggong

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 479
    • 0Komentar

    buzzID – Setiap September, sejarah Indonesia kembali diperdebatkan. G30S/PKI bukan sekadar catatan masa lalu, tapi jadi titik rawan politik dan identitas bangsa. Di tengah kontroversi itu, sejarawan Anhar Gonggong lewat kanal YouTube resminya mencoba membongkar ulang pertanyaan mendasar: “Benarkah peristiwa G30S/PKI itu terjadi sebagaimana kita percayai selama ini?” Jawaban Anhar lugas : ya, peristiwa itu […]

  • Festival musik paling ditunggu sejagat Tanah Air, Pestapora 2025,

    Pestapora 2025: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kolaborasi Gila-Gilaan!

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 555
    • 0Komentar

    buzzID – Festival musik paling ditunggu sejagat Tanah Air, Pestapora 2025, bakal resmi digelar tanggal 5–7 September 2025 di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tahun ini, Pestapora hadir dengan gebrakan konsep baru: “Never Seen This Before Experience”, di mana musisi-musisi papan atas bakal tampil dalam format yang belum pernah lo lihat sebelumnya. […]

  • Tangkapan layar video viral Bobby Nasution memberhentikan truk berplat Aceh.

    Viral, Gubernur Bobby Razia Truk Plat Aceh

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    buzzID — Medan, Sabtu (28/9/2025) jadi hari panas di provinsi Sumatera Utara. Gubernur Bobby Nasution memerintahkan razia terhadap kendaraan bermuatan yang menggunakan pelat BL (kode Kendaraan Aceh) di wilayah Sumut, langkah yang langsung disorot banyak pihak, khususnya dari Aceh sendiri. Sebagian kritikus menyebut tindakan ini provokatif, politis, dan bisa memicu gesekan antar daerah. Razia ini […]

  • Banjir Besar Semarang: Dua Warga Tewas, Dua Anak Hanyut

    Banjir Besar Semarang: Dua Warga Tewas, Dua Anak Hanyut

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 114
    • 0Komentar

    buzzID — Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang sejak akhir pekan lalu hingga Selasa (28/10/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan Pantura dan daerah sekitar Kaligawe. Peristiwa ini menelan korban jiwa, menyebabkan dua warga meninggal dunia dan dua anak dilaporkan hanyut terbawa arus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan korban tewas terdiri […]

  • 251 siswa keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kec. Tinangkung, Kota Salakan, Sulawesi Tengah. (Istimewa)

    Rangkaian Kasus Keracunan MBG Bikin Geger, Pemerintah Evaluasi Total

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 82
    • 0Komentar

    buzzID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya bikin anak-anak sekolah tambah sehat, malah bikin heboh se-Indonesia. Rangkaian kasus keracunan massal terjadi hampir bersamaan di beberapa daerah mulai dari Banggai Kepulauan (Sulteng), Gunungkidul (DIY), Garut (Jabar), sampai Baubau (Sultra). Netizen ramai-ramai menuntut pemerintah lebih serius soal pengawasan kualitas makanan. “Arahan Presiden jelas, target kita […]

  • Jejak Korupsi Tambang, Prabowo Tinjau Smelter Timah Triliunan Sitaan Kejagung

    Jejak Korupsi Tambang, Prabowo Tinjau Smelter Timah Triliunan Sitaan Kejagung

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 109
    • 0Komentar

    buzzID – Bangka Belitung, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung smelter timah hasil sitaan Kejaksaan Agung RI Bangka Belitung. Aset ini sebelumnya terkait dengan kasus korupsi tambang timah yang menimbulkan kerugian negara fantastis, mencapai Rp 271 triliun. Prabowo menyaksikan secara langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk., yang digelar di Smelter PT […]

expand_less