Ferry Irwandi vs Siber TNI, Aktivis Kritis Kena Sorotan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 9 Sep 2025
- comment 0 komentar

Ferry Irwandi, dilaporkan Satuan Siber TNI dengan dugaan tindak pidana.
buzzID – Nama Ferry Irwandi, CEO Malaka Project sekaligus eks PNS Kemenkeu, lagi jadi bahan perbincangan. Soalnya, Komandan Satuan Siber TNI Brigjen J.O. Sembiring datang ke Polda Metro Jaya Senin (8/9) buat konsultasi soal dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan Ferry. Katanya ada unsur pencemaran nama baik terhadap institusi, meski detailnya belum dibuka ke publik.
Ferry sendiri bukan sosok asing. Lahir di Jambi, 16 Desember 1991, lulusan STAN, sempat kuliah di Australia, bahkan sekarang lagi ngerjain disertasi di Monash University. Selama 10 tahun dia kerja di Kemenkeu sebelum akhirnya cabut, jadi aktivis, konten kreator, dan pendiri Malaka Project. Ferry sering bikin podcast bareng tokoh muda kayak Jerome Polin dan Coki Pardede, bahas stoikisme, filsafat, sampe kritik sosial yang sering nyantol ke anak muda.

Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring saat diwawancarai di Polda Metro Jaya, Jakarta . (Foto : Tribun Jabar)
Ferry Santai, ICJR Angkat Suara dan TNI Tegas
Pas namanya dilaporkan, Ferry langsung kasih respon santai. Dia bilang gak ada niat nyerang institusi, podcastnya netral, dan kalau pun ada proses hukum, dia siap jalanin.
“Kalau diproses, proses saja. Hak setiap orang. Saya heran, bukannya MK sudah bilang pencemaran nama baik hanya bisa dilaporin oleh pribadi? Emang saya ancaman ketahanan nasional? Emang saya pegang rudal?”
– Ferry Irwandi. (9/9)
ICJR (Institute for Criminal Justice Reform) juga ikutan komentar. Menurut mereka, langkah TNI yang maju ke ranah sipil jelas kelewatan.
“Peran TNI itu pertahanan, bukan jadi penyidik kasus sipil. Ini melampaui kewenangan.”
– Iqbal, ICJR. (9/9)
Sementara itu, Brigjen J.O. Sembiring menegaskan pihaknya cuma menjalankan fungsi sesuai aturan.
“Kami hanya menyampaikan temuan dugaan tindak pidana. Tidak ada maksud membungkam, ini soal menjaga nama baik institusi.”
– Brigjen J.O. Sembiring (8/9)
Di medsos, netizen pecah dua kubu: ada yang anggap Ferry ini suara anak muda yang berani, tapi ada juga yang menilai gaya kritisnya kelewat nekat. Drama ini masih jalan, dan bakal jadi ujian apakah ruang kritik di publik masih aman, atau justru makin gampang dibungkam.
- Penulis: Redaksi









Saat ini belum ada komentar