Senin, 6 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
  • comment 0 komentar

Jakarta, 16 Oktober 2025 — Program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada awal pekan ini memicu reaksi keras dari kalangan pesantren di berbagai daerah. Tayangan yang membahas tradisi penghormatan santri terhadap kiai dinilai menyinggung nilai-nilai luhur kehidupan pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri.

Kontroversi bermula pada 13 Oktober 2025, saat segmen tersebut ditayangkan dalam episode bertema “Tradisi Pesantren dan Penghormatan Santri”. Beberapa cuplikan menampilkan penggambaran kehidupan santri yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan dinilai melecehkan makna penghormatan terhadap kiai yang selama ini dijunjung tinggi di kalangan pesantren.

Kronologi dan Akar Permasalahan

Dalam tayangan itu, narasi disajikan dengan gaya satir dan visualisasi dramatik yang dianggap tidak pantas oleh banyak kalangan. Penggambaran interaksi santri dan kiai yang bersifat karikatural dinilai mencederai nilai adab serta spiritualitas yang menjadi inti kehidupan pesantren.

Aksi Santri Malang Raya, boikot Trans7 (Disway)

Tradisi seperti mencium tangan kiai, berdiri ketika kiai datang, serta sikap hormat santri terhadap guru dianggap oleh redaksi program sebagai “kebiasaan unik”, namun dalam penyajiannya muncul kesan merendahkan dan tidak kontekstual.

Reaksi keras segera muncul dari para santri, alumni, dan pengasuh pondok pesantren di berbagai daerah, khususnya dari Ponpes Lirboyo, Kediri, yang merasa tayangan tersebut telah menyinggung martabat pesantren.

Permohonan Maaf Trans7 dan Silaturahmi ke Lirboyo

Menanggapi protes tersebut, pihak Trans7 segera mengambil langkah klarifikasi. Melalui keterangan resmi yang dirilis 14 Oktober 2025, manajemen Trans7 menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pesantren dan secara khusus kepada Ponpes Lirboyo, Kediri.

“Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas tayangan Xpose Uncensored yang menyinggung perasaan masyarakat pesantren. Kami mengakui adanya kelalaian dalam proses editorial dan akan melakukan evaluasi menyeluruh,” tulis pernyataan resmi pihak Trans7.

Audiensi Trans7 Bersama Alumni Ponpes Lirboyo (Adrial/detikcom)

Perwakilan dari Trans7 melakukan mediasi dengan pihak Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jabodetabek atas sebuah tayangan yang dianggap menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pihak Trans7 mengakui telah lalai dan akan bertanggung jawab.

“Trans7 mengakui kelalaian walaupun itu materi atau konten dari PH (production house), tetapi Trans7 tidak lepas dari tanggung jawab untuk itu,” ujar Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, di Kantor Trans7, Jakarta, Selasa silam (14/10).

Andi mengatakan tayangan tersebut merupakan produk dari rumah produksi atau production house (PH). Bentuk sanksi ke pihak PH akan didiskusikan lebih lanjut oleh Trans7.

Dalam kesempatan yang sama, Penasihat Almuni Lirboyo Jabodetabek, Rasyud Syahkir, menjelaskan ada lima tuntutan yang disampaikan ke pihak Trans7. Pihak Trans7, katanya, telah merespons tuntutan tersebut.

“Alhamdulillah dari lima tuntutan yang disampaikan oleh teman-teman semuanya direspons, insyaallah secara tertulis, sebelum 1×24 jam,” kata dia.

Trans7 juga berjanji untuk menghapus dan meninjau ulang seluruh konten terkait pesantren yang telah ditayangkan serta memperkuat tim verifikasi dan sensor internal.

Sikap Organisasi Keagamaan dan Tokoh Publik

Kontroversi ini turut menarik perhatian organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU). Pimpinan PBNU menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi industri media agar lebih berhati-hati ketika menayangkan isu yang menyangkut agama dan budaya lokal.

“Pesantren bukan hanya institusi pendidikan, tapi juga pusat nilai, adab, dan spiritualitas. Media harus paham konteks sebelum membuat narasi,” kata KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU, dalam keterangannya di Jakarta.

Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: PBNU)

Gus Yahya menilai, siaran tersebut tidak hanya menyalahi prinsip jurnalisme yang benar, tetapi juga dapat mengganggu harmoni dan ketenteraman masyarakat. “Karena jelas penghinaan-penghinaan yang dilakukan di dalam tayangan Trans7 tersebut sangat menyinggung dan membangkitkan amarah bagi kalangan pesantren dan warga Nahdlatul Ulama pada umumnya,” ujarnya.

Sejumlah pengamat media menilai langkah cepat Trans7 dalam meminta maaf merupakan tindakan yang tepat, namun mereka juga menekankan pentingnya pelatihan jurnalisme sensitif budaya di industri penyiaran.

Kasus ini membuka diskusi publik tentang bagaimana media memahami dan merepresentasikan tradisi pesantren dalam konteks modern. Bagi kalangan pesantren, hubungan antara santri dan kiai bukan sekadar hubungan akademik, tetapi juga spiritual dan moral.

Tradisi penghormatan yang menjadi sorotan bukan bentuk kultus individu, melainkan ekspresi adab nilai yang menjadi fondasi pendidikan Islam klasik.

Usai permintaan maaf, Trans7 berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Xpose Uncensored. Pihaknya menyatakan akan melibatkan konsultan keagamaan dan budayawan untuk memastikan tayangan berikutnya lebih berimbang dan kontekstual.

Kontroversi Xpose Uncensored menjadi pelajaran penting bagi dunia penyiaran nasional. Di tengah derasnya kompetisi media dan kebutuhan konten yang menarik, sensitivitas terhadap nilai budaya dan agama tetap harus dijaga.

Permohonan maaf Trans7 dan langkah rekonsiliasi dengan Ponpes Lirboyo menjadi contoh positif penyelesaian konflik secara bermartabat. Namun, kasus ini juga menjadi pengingat: bahwa tradisi pesantren bukan sekadar materi tayangan, melainkan warisan adab dan nilai yang telah membentuk wajah Islam Nusantara selama berabad-abad.

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Program Prabowo-Gibran hadir di Bioskop.

    Viral Video Program Prabowo Tayang di Bioskop, Warganet Heboh

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 209
    • 0Komentar

    buzzID — Lagi nonton film di bioskop, eh tiba-tiba yang muncul di layar bukan trailer film Marvel atau horor lokal, tapi video berisi capaian Presiden Prabowo Subianto. Cuplikannya menampilkan data produksi beras nasional, program makan gratis, sampai koperasi desa. Gak heran kalau video ini langsung jadi bahan obrolan netizen di medsos. “Sepanjang tidak melanggar aturan […]

  • Drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang

    Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat […]

  • Sheila on 7 Dipastikan Tampil di Hari Kedua KLBB Festival 2026

    Sheila on 7 Dipastikan Tampil di Hari Kedua KLBB Festival 2026

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kabar yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Sheila on 7 resmi dipastikan menjadi salah satu penampil di hari kedua KLBB (Kapan lagi Buka Bareng) Festival 2026 yang akan digelar di Stadion Madya GBK, Jakarta, pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kepastian ini langsung disambut antusias para penggemar yang sudah lama menantikan aksi panggung band […]

  • Dedi Mulyadi dan Mahasiswa Berdialog di Gedung Sate. Foto : tribun.

    Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    buzzID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi jadi omongan, bukan cuma karena statementnya yang nyentuh soal mahasiswa ditahan, tapi juga cara dia nge-handle aspirasi anak muda. Setelah demo 29–31 Agustus yang bikin 147 mahasiswa ditangkap (37 di antaranya masih di bawah umur), Dedi langsung ngegas minta Kapolda Jabar ngebebasin mereka yang nggak terbukti kriminal. […]

  • prabowo jin ping putin

    Prabowo Tampil Sejajar Xi, Putin, dan Kim di Parade Militer China

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    buzzID – Presiden Prabowo Subianto akhirnya bikin heboh dunia maya. Dalam parade militer gede-gedean di Tiananmen Square, Beijing, doi nongol di sesi foto bareng Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un. Bayangin aja, tiga nama besar dunia plus Prabowo berdiri sejajar dalam satu frame—langsung viral di medsos! Awalnya, kunjungan ini sempet drama karena kondisi […]

  • Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Bergerak-Bendera One Piece Berkibar

    Demo RI Nular ke Peru, Gen Z Turun Jalan & Bendera One Piece Ikut Berkibar

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 388
    • 0Komentar

    buzzID — Gelombang protes yang awalnya ramai di Indonesia, kini merembet sampai ke Peru. Anak muda di sana, khususnya Gen Z, turun ke jalan, menuntut pemerintah bersih dari korupsi dan lebih mendengar suara rakyat. Yang bikin unik? Bendera One Piece berkibar di tengah lautan massa! Simbol kru Topi Jerami (Straw Hat Pirates) itu jadi semacam […]

expand_less