Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Trending » Politic » Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

Dari Mao ke Xi : Jalan Terjal PKC Menuju Superpower

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
  • comment 0 komentar

Dari Chairman ke Sekjen, dari Mao ke Xi. Kisah PKC adalah cerita bagaimana satu partai bisa ngatur hidup 1,4 miliar orang. Goks nggak, bro?

buzzID – PKC (Partai Komunis China) sejatinya lahir di tengah kekacauan. Bayangin tahun 1921, Tiongkok masih penuh perang saudara, kemiskinan, dan campur tangan asing. Di situlah lahir Partai Komunis Tiongkok (PKC), cuma dari 13 orang di sebuah rumah di Shanghai. Nggak ada yang nyangka partai kecil itu bakal jadi mesin raksasa yang mengatur hidup lebih dari 1,4 miliar orang hari ini.

Era Mao Zedong : Revolusi Besar-besaran
Mao Zedong, bapak pendiri RRT (1949), punya slogan: “Berdiri di Timur” (Stand Up in the East). Dia bikin Tiongkok berdiri sebagai negara baru setelah ratusan tahun dijajah. Tapi perjalanannya keras: Great Leap Forward bikin kelaparan massal, Revolusi Kebudayaan bikin kekacauan sosial. Mao memimpin dengan kultus pribadi, sampai jabatan tertinggi waktu itu dinamain Chairman.

Deng Xiaoping : Reformasi Ekonomi
Setelah Mao wafat, muncul Deng Xiaoping (1978). Slogannya: “Tidak peduli kucing hitam atau putih, yang penting bisa tangkap tikus.” Artinya? Ideologi bukan segalanya, yang penting ekonomi jalan. Deng buka Tiongkok ke dunia luar, bikin Zona Ekonomi Khusus kayak Shenzhen. Dari sinilah Tiongkok mulai ngerasain boom ekonomi.

Jiang Zemin : Modernisasi 3 Representasi
1990-an, giliran Jiang Zemin. Slogannya: “Tiga Representasi” (Partai harus mewakili kekuatan produktif modern, budaya maju, dan kepentingan mayoritas). Jiang bawa Tiongkok masuk WTO (2001), bikin dunia makin sadar: Tiongkok bukan cuma raksasa tidur, tapi udah bangun dan siap main di arena global.

Hu Jintao : Harmoni 
Era 2000-an, Hu Jintao bawa jargon: “Masyarakat Harmonis”. Fokusnya: pemerataan, stabilitas sosial, dan pertumbuhan berkelanjutan. Hu lebih low profile, nggak segila Mao atau sekeras Deng, tapi masa pemerintahannya jadi jembatan ke era baru yang lebih agresif: era Xi.

Xi Jinping : Unlimited Power Mode
Tahun 2012, Xi naik jadi Sekjen PKC. Slogannya: “China Dream” alias mimpi kebangkitan bangsa. Tapi cara mainnya beda. Xi hapus batas masa jabatan presiden (2018), artinya dia bisa terus berkuasa. Dia juga kunci tiga jabatan sekaligus: Sekretaris Jenderal PKC, Presiden RRT, Ketua Komisi Militer Pusat. Jadi, politik, partai, dan militer semua ada di genggamannya. Kalau Mao itu Chairman, Xi adalah Sekjen superpower.

struktur pkc infografis

Infografis Struktur PKC. (Desain : D. Setyo)

Struktur PKC Saat Ini
Struktur puncak PKC ada di Politbiro Standing Committee (7 orang). Di bawahnya ada Politbiro (25 orang), terus Komite Sentral (~200 orang). Bedanya dengan dulu: nggak ada lagi jabatan “Ketua” setelah Mao. Semua kekuasaan real dikunci ke posisi Sekretaris Jenderal. Plus, tentara di Tiongkok (PLA) bukan tentara negara, tapi tentara partai. Jadi loyalitasnya ke PKC dan otomatis ke Xi.

Dari Jalan Terjal ke Panggung Dunia
Dari masa Mao yang chaos, Deng yang pragmatis, Jiang yang modernis, Hu yang harmonis, sampai Xi yang ultra sentralistik, PKC udah menempuh jalan panjang penuh drama. Hari ini, Tiongkok berdiri sebagai rival utama Amerika, bukan lagi “pabrik dunia” doang. PKC berhasil bawa Tiongkok dari “pecundang sejarah” jadi negara yang diperhitungkan di level global. Dan di tengah semua itu, satu nama jadi simbolnya: Xi Jinping.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Presiden Trump resmi menandatangani perubahan nama Pentagon menjadi Department of War

    Presiden Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Department of War

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    buzzID – Amerika Serikat lagi panas gara-gara keputusan Presiden Donald Trump yang nge-rebrand Department of Defense (DoD) jadi Department of War. Lewat perintah eksekutif, Trump ngasih lampu hijau supaya nama “War Department” bisa dipakai di komunikasi resmi, walaupun secara hukum nama resminya tetep “Defense” karena itu diatur UU sejak 1949. “Kita bukan cuma bertahan, kita […]

  • Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

    Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Oktober 2025 — Program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada awal pekan ini memicu reaksi keras dari kalangan pesantren di berbagai daerah. Tayangan yang membahas tradisi penghormatan santri terhadap kiai dinilai menyinggung nilai-nilai luhur kehidupan pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Kontroversi bermula pada 13 Oktober 2025, saat segmen tersebut ditayangkan dalam […]

  • Menhut Raja Juli Antoni bermain domino

    Domino Lobby

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Brot Si Bengis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Domino itu permainan klasik yang udah mendunia, tapi tetap asik dimainkan sampai sekarang. Intinya, domino pake keping-keping kecil berbentuk persegi panjang yang biasanya disebut “balok” atau “batu”. Tiap keping punya dua sisi dengan titik-titik (kayak dadu), mulai dari kosong sampai enam, bahkan ada versi lain yang lebih gede kayak “double nine” atau “double twelve”. Cara […]

  • Drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang

    Petang di Taman: Ketika Naskah Avant-Garde Iwan Simatupang Bertemu Distopia Modern

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    buzzID, Jakarta– Anteater, sebuah laboratorium untuk eksperimen karya, pada tahun ini mempersembahkan pementasan teater dengan judul “Petang di Taman: Sepenggal Filsafat Iseng”. Pertunjukan ini merupakan reinterpretasi kontemporer dari naskah avant-garde legendaris karya maestro sastra Indonesia, Iwan Simatupang, yang ditulis pada tahun 1966. Naskah orisinal “Petang di Taman” mengisahkan sebuah taman yang menjadi saksi pertemuan empat […]

  • Gianluigi Donnarumma akhirnya resmi meninggalkan Paris Saint-Germain dan bergabung dengan Manchester City photo_camera 1

    Donnarumma Resmi Gabung Manchester City, Era Baru Dimulai!

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    buzzID – Gianluigi Donnarumma akhirnya resmi meninggalkan Paris Saint-Germain dan bergabung dengan Manchester City pada Selasa 2 September 2025. Kiper timnas Italia itu menandatangani kontrak lima tahun dengan nilai transfer yang disebut-sebut mencapai 30 juta euro. Donnarumma akan mengenakan nomor punggung 99 di Etihad Stadium, sekaligus menutup era panjang Ederson yang memilih pindah ke Fenerbahce […]

  • timnas Indonesia lawan Taipe

    Garuda Pesta Gol, Next Stop : Lebanon!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    buzzID – Surabaya kembali membara! Jumat malam, 5 September 2025, Stadion Gelora Bung Tomo jadi saksi ketika Timnas Indonesia bikin pesta besar, melibas Chinese Taipei / Taiwan 6–0. Sejak menit awal, atmosfer udah kerasa beda—tribun penuh nyanyian, flare warna-warni, dan vibes anak muda yang gak berhenti jingkrak tiap kali Garuda cetak gol. Timnas Indonesia berhadapan […]

expand_less