Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » Tragedi Ponpes Al Khoziny: Evakuasi Santri Terus Berlangsung, Harapan dan Duka Menyatu

Tragedi Ponpes Al Khoziny: Evakuasi Santri Terus Berlangsung, Harapan dan Duka Menyatu

  • account_circle Velope Zaskya
  • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
  • comment 0 komentar

SIDOARJO — Runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9/2025) masih menyisakan duka mendalam sekaligus harapan. Peristiwa nahas itu terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjamaah. Tiba-tiba, bagian musala yang sedang direnovasi ambruk seketika dan menimpa para santri yang berada di dalamnya.

Hingga Rabu (1/10/2025), tim SAR gabungan terus berjibaku menyingkirkan puing dengan penuh kehati-hatian. Struktur bangunan yang runtuh berbentuk pancake collapse atau lantai yang menimpa lantai, sehingga penggunaan alat berat ditunda. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Kusworo, menegaskan bahwa operasi penyelamatan mengutamakan keselamatan korban. “Struktur sangat rapuh. Salah langkah dapat memperparah runtuhan dan membahayakan korban yang mungkin masih hidup di bawah puing,” ujarnya.

Proses evakuasi musala Ponpes Al Khoziny ambruk, Senin sore (29/9/2025). Foto : Jawapos.

Proses Evakuasi dan Jumlah Korban

Hingga Rabu (1/10/2025), data yang dihimpun tim SAR mencatat total 104 jiwa telah dievakuasi, dengan rincian 91 orang keluar secara mandiri dan 13 orang dievakuasi Tim SAR gabungan. Dari jumlah tersebut, empat korban dipastikan meninggal dunia.

Memasuki hari ketiga proses evakuasi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua santri lagi yang terjebak di bawah reruntuhan pada Rabu, 1 Oktober 2025. Satu dari dua santri tersebut dipastikan selamat, sementara satu lainnya dinyatakan meninggal dunia. Korban pertama berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.42 WIB, disusul korban kedua pada pukul 15.20 WIB. Keduanya merupakan santri yang suaranya sempat terekam dalam video yang viral di media sosial. Dengan tambahan ini, total korban yang telah berhasil dievakuasi kini mencapai 13 orang.

Berdasarkan data awal Basarnas, masih ada sekitar 13 titik lokasi yang terindikasi terdapat korban dan menjadi fokus pencarian lanjutan. Proses evakuasi hingga hari ketiga masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat. Pihak Basarnas menjelaskan bahwa getaran dari alat berat sangat berisiko menyebabkan keruntuhan susulan yang dapat membahayakan korban terjebak maupun tim penyelamat.

Tim SAR Terus Upayakan Penyelamatan

Proses evakuasi melibatkan unsur Basarnas pusat dan Kantor SAR Surabaya, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat. Alat yang digunakan meliputi kamera bawah tanah, sensor panas tubuh, drone mini, hingga pipa untuk menyalurkan oksigen. Alat berat memang disiagakan, tetapi sementara waktu tidak difungsikan agar tidak memicu runtuhan tambahan.

Kondisi korban yang belum ditemukan masih jadi tanda tanya besar. Tim SAR menggunakan berbagai metode untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan, termasuk sensor gerak, kamera bawah tanah, dan pengiriman oksigen melalui pipa.

Proses evakuasi korban bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Tim SAR gabungan saat ini berpacu dengan waktu mengingat terdapat periode krusial atau golden time dalam mengevakuasi korban dalam keadaan hidup. Hal ini dikatakan Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI M. Syafeii, kepada wartawan di lokasi, Rabu (01/09).

“Saat ini kita mengejar golden time. Sesuai teori memang 72 jam. Namun pada saat kita sudah bisa menyentuh korban, kita sudah bisa mensuplai minuman, vitamin, bahkan infus sudah bisa kita berikan. [Sehingga] memungkinkan yang bersangkutan ini bisa bertahan lebih lama,” paparnya.

Emi Freezer, selaku kasubdit pengarahan dan pengendalian operasi bencana dan kondisi membahayakan manusia Basarnas, menambahkan bahwa para petugas berupaya memberi makanan dan minuman kepada para korban yang terperangkap.

Foto udara bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny.(Umarul Faruq/ANTARA FOTO).

“Kami belum bisa touch [menyentuh] langsung ke mereka. Kami hanya bisa mendeliver [mengantarkan] suplemen melalui celah kecil yang ada di pilar utama yang ada di tengah,” paparnya.

Menurut Emi, petugas sedang membuat terowongan kecil di bawah struktur bangunan guna menjangkau korban.

“Kami sedang membuat tunnel [terowongan] di bawahnya untuk memberikan kesempatan pembebasan korban. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali karena berada di bawah rembetan bordes,” jelas Emi.

Tangis dan Doa ditengah Harapan

Para keluarga santri masih bertahan di posko yang didirikan di area pondok pesantren. Mereka berjuang mencari informasi dan kejelasan data karena merasa tidak pernah mendapatkan informasi yang pasti sejak hari pertama.

Seperti dikutip dari metrotvnews, Islamiyah, yang mencari adiknya, menyuarakan keluhannya terkait kurangnya transparansi dari tim penyelamat.

“Kita ini butuh informasi,. Setidaknya kita diinformasikan kalau ada enam korban yang sudah ditemukan, misalnya. Masalah nama itu saya tidak masalah, karena memang butuh waktu. Hanya saja, enam korban ini (dibawa) ke mana? Lebih transparan lagi. Kita tidak bisa ke lapangan, jadi selain informasi, apa yang akan kita dapat? Sampai kapan kita harus menunggu?” tutur Islamiyah.

Sementara itu, Nurul yang mencari keberadaan anaknya, berharap proses pencarian bisa dipercepat.

“Mungkin (pencarian) lebih dipercepat. Sekarang sudah tiga hari, otomatis dia kan lemas. Memang menurut info dikasih roti, dikasih air mineral, tapi kan tidak maksimal juga,” ujarnya sambil menangis.

“Kita antara pasrah juga, tapi kita tidak putus asa. Kita tetap berdoa. Katanya kan masih ada banyak yang selamat, jadi kita ya husnudzon dulu. Semoga salah satu yang selamat itu putra saya,” harapnya.

Di tengah kesibukan penyelamatan, keluarga korban menunggu dengan penuh kecemasan. Salah satu wali santri, M. Sholeh (43), tak kuasa menahan emosinya. “Sudah tiga hari… tolong alat berat digunakan. Bau sudah menyengat,” ungkapnya. Jeritan keluarga semakin menambah beban psikologis tim penyelamat di lapangan.

TERUS BERHARAP: Para orang tua maupun wali santri sedang mencari data terkait kondisi anak maupun gedung Ponpes Al Khoziny Buduran. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini datang pada Selasa (30/9) dan memberikan masukan teknis, seperti pemasangan penahan konstruksi berbentuk T dan pembuatan parit darurat. Pada malam sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir untuk meninjau proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan moral bagi keluarga korban. Dari pemerintah daerah, Bupati Sidoarjo dan Kepala BPBD Jawa Timur Gatot Subroto juga terlihat memantau dan berkoordinasi dengan aparat di lapangan.

Dugaan awal menyebutkan bahwa bangunan yang ambruk sedang dalam tahap renovasi dengan penambahan lantai baru. Pondasi lama yang tidak memadai diduga tidak mampu menahan beban tambahan tersebut. Polisi bersama tim ahli konstruksi kini melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab.

Tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan gedung pendidikan dan pesantren harus menjadi prioritas. Bagi keluarga, setiap detik yang berjalan di lokasi bencana adalah pertaruhan antara harapan dan kehilangan. Sementara itu, bagi bangsa, peristiwa ini adalah alarm keras bahwa pengawasan terhadap kualitas bangunan tidak boleh diabaikan.

  • Penulis: Velope Zaskya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Band Hardcore Haram

    Band Hardcore Haram Rilis Album Baru, Ada Tribute buat Affan & Munir!

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    buzzID– Band hardcore punk asal New York, Haram, resmi ngerilis album baru mereka yang berjudul Why Does Paradise Begin in Hell? dan bikin geger skena hardcore Indonesia. Album ini rilis secara global via Toxic State Records pada 11 September 2025 silam, dan versi kasetnya hadir di Indonesia lewat Disaster Records. Gaungnya ngena hingga kini. Album […]

  • Atlet Israel Minta Bawa Tentara ke Indonesia

    Atlet Israel Minta Bawa Tentara ke Indonesia

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Jakarta — Polemik keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta terus bergulir. Pemerintah Indonesia hingga kini belum mengeluarkan visa bagi enam atlet asal Israel yang dijadwalkan bertanding dalam ajang tersebut. Seperti yang dilansir laman detikcom, bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengancam mengucilkan Indonesia di panggung olahraga dunia. Penyebabnya karena Indonesia menolak atlet […]

  • Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

    Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Oktober 2025 — Program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada awal pekan ini memicu reaksi keras dari kalangan pesantren di berbagai daerah. Tayangan yang membahas tradisi penghormatan santri terhadap kiai dinilai menyinggung nilai-nilai luhur kehidupan pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Kontroversi bermula pada 13 Oktober 2025, saat segmen tersebut ditayangkan dalam […]

  • Presiden Trump resmi menandatangani perubahan nama Pentagon menjadi Department of War

    Presiden Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Department of War

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    buzzID – Amerika Serikat lagi panas gara-gara keputusan Presiden Donald Trump yang nge-rebrand Department of Defense (DoD) jadi Department of War. Lewat perintah eksekutif, Trump ngasih lampu hijau supaya nama “War Department” bisa dipakai di komunikasi resmi, walaupun secara hukum nama resminya tetep “Defense” karena itu diatur UU sejak 1949. “Kita bukan cuma bertahan, kita […]

  • Brot Jadi Orkay!

    Brot Jadi Orkay!

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kali ini Si Brot jadi orkay secara medadak, sebelumnya gaji dia cuma 3 juta per tahun. Keadaan berubah saat gajinya menjadi 3 juta perhari! 

  • Tangkapan layar video viral Bobby Nasution memberhentikan truk berplat Aceh.

    Viral, Gubernur Bobby Razia Truk Plat Aceh

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    buzzID — Medan, Sabtu (28/9/2025) jadi hari panas di provinsi Sumatera Utara. Gubernur Bobby Nasution memerintahkan razia terhadap kendaraan bermuatan yang menggunakan pelat BL (kode Kendaraan Aceh) di wilayah Sumut, langkah yang langsung disorot banyak pihak, khususnya dari Aceh sendiri. Sebagian kritikus menyebut tindakan ini provokatif, politis, dan bisa memicu gesekan antar daerah. Razia ini […]

expand_less