Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Daerah » Banjir Besar Semarang: Dua Warga Tewas, Dua Anak Hanyut

Banjir Besar Semarang: Dua Warga Tewas, Dua Anak Hanyut

  • account_circle Gerard F
  • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID — Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang sejak akhir pekan lalu hingga Selasa (28/10/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan Pantura dan daerah sekitar Kaligawe. Peristiwa ini menelan korban jiwa, menyebabkan dua warga meninggal dunia dan dua anak dilaporkan hanyut terbawa arus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan korban tewas terdiri atas seorang pria dewasa yang tenggelam saat membersihkan sampah di kolam retensi Trimulyo, Semarang Utara, serta seorang anak yang terseret arus banjir di wilayah Genuk. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Sementara itu, dua anak lainnya dilaporkan hanyut di Kecamatan Pedurungan. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun tercebur di depan sekolahnya sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan seorang anak perempuan berusia 9 tahun terseret arus di dekat saluran air pada sore hari. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keduanya hingga hari ini.

Banjir merendam sedikitnya 24 kelurahan di lima kecamatan, yaitu Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Sekitar 21.000 keluarga dengan total lebih dari 63.000 jiwa terdampak genangan yang mencapai ketinggian hingga 80 sentimeter di sejumlah titik. Kawasan Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar menjadi wilayah dengan dampak paling parah.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan lumpuhnya arus transportasi di beberapa ruas utama. Jalan Soekarno-Hatta dan Wolter Monginsidi terendam hingga kendaraan sulit melintas. Di sektor perkeretaapian, jalur antara Stasiun Semarang Tawang dan Alastua sempat terputus akibat rel tergenang, menyebabkan beberapa perjalanan kereta dibatalkan atau dialihkan.

BPBD Kota Semarang menyebut intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak Senin (27/10) malam menjadi pemicu utama. Kondisi sistem drainase yang belum optimal serta keterlambatan pengoperasian pompa air di beberapa titik memperparah genangan. Wilayah hilir yang menampung aliran dari daerah hulu juga mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan sedimen.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama di kawasan rendah dan dekat aliran sungai. Ia juga mengimbau warga untuk tidak bermain atau beraktivitas di area berair deras, serta segera melapor ke posko jika menemukan warga hilang atau membutuhkan evakuasi.

Dalam data BPBD Kota Semarang hari Selasa (28/10) pukul 16.30 WIB, banjir merendam sebagian wilayah Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Ketinggian air bervariasi antara 10-80 sentimeter, dengan titik terparah di kawasan Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar. Salah satu penyebab yaitu hujan lebat di pagi hari.

“Per 16.40 WIB, ada 24 kelurahan di 5 kecamatan terdampak banjir. Ada 21.125 KK atau 63.450 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi 15, korban meninggal 2,” kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto.

Selain dua korban meninggal, pada Selasa (28/10) petang terdapat informasi dua anak hanyut di dua lokasi berbeda. Korban pertama yaitu anak laki-laki berinisial ARA (7) yang disebut hanyut di depan sekolahnya daerah Tlogomulyo pukul 11.00 WIB dan hingga malam belum ditemukan. Lokasi kedua ada di daerah Gasem sekitar pukul 17.50 WIB dengan korban anak perempuan bernama RA (9).

Peristiwa yang menimpa RA itu sempat terekam CCTV, terlihat korban berjalan menuju saluran yang sedang dalam perbaikan dan di sekitarnya memang banjir. Korban langsung tercebur dan hanyut, kemudian ibunya terlihat berlari dan ikut masuk ke kubangan air. Warga berdatangan dan berusaha menolong ibu tersebut, namun sang anak sudah tidak terlihat lagi.

“Malam hari ini masih dalam pencarian, masih rescue. Karena arus air masih begitu deras, masih dilakukan penyisiran,” ucap Endro, Selasa (28/10) malam.

Pemerintah Kota Semarang menyiagakan sejumlah posko darurat di titik-titik terdampak dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang mengungsi. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan evakuasi, pembersihan, serta pencarian korban yang belum ditemukan.

Hingga Selasa malam, cuaca di sebagian besar wilayah Semarang masih mendung disertai potensi hujan ringan hingga sedang. BPBD meminta masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga akhir pekan.

  • Penulis: Gerard F

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • timnas Indonesia lawan Taipe

    Garuda Pesta Gol, Next Stop : Lebanon!

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    buzzID – Surabaya kembali membara! Jumat malam, 5 September 2025, Stadion Gelora Bung Tomo jadi saksi ketika Timnas Indonesia bikin pesta besar, melibas Chinese Taipei / Taiwan 6–0. Sejak menit awal, atmosfer udah kerasa beda—tribun penuh nyanyian, flare warna-warni, dan vibes anak muda yang gak berhenti jingkrak tiap kali Garuda cetak gol. Timnas Indonesia berhadapan […]

  • Polemik tunjangan rumah DPRD

    Polemik Tunjangan Rumah DPRD

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Di balik gedung megah parlemen daerah, ada fakta yang bikin rakyat geleng-geleng kepala, tunjangan rumah DPRD di beberapa provinsi bisa tembus Rp 70–79 juta per bulan. Angka ini bahkan menyamai tunjangan perumahan anggota DPR RI. Ongkos politik memang mahal, mungkin karena ini jadi sebanding. Menurut penelusuran buzzID, perbincangan soal tunjangan perumahan DPRD ini jadi trending […]

  • Usaha warung kopi /Instagram@warungkopirakyat

    Hari Kopi Internasional, Jejak Kopi Dari Ethiopia ke Warung Nusantara

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 108
    • 0Komentar

    buzzID – Sejarah kopi tidak bisa dilepaskan dari Afrika Timur, tepatnya Ethiopia. Catatan paling awal datang dari legenda Kaldi, seorang penggembala kambing yang hidup sekitar abad ke-9. Kaldi disebut kaget ketika kambing-kambingnya mendadak enerjik setelah memakan buah merah dari semak kopi. Meski kisah ini bersifat legenda, bukti botani menunjukkan bahwa Coffea arabica memang berasal dari […]

  • Tumpak Sewu, wisata hits Jawa Timur

    Tumpak Sewu, Trip & Budget Lengkap dari Jakarta

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 111
    • 0Komentar

    buzzID – Lagi cari destinasi yang bikin feed Instagram lo auto naik kelas?Jawabannya, Tumpak Sewu! Air terjun yang katanya mirip Niagara ini lagi jadi magnet buat para traveler, terutama anak muda yang doyan adventure. Lokasinya ada di Lumajang, Jawa Timur, hidden gem banget karena harus sedikit effort buat sampai ke sini, tapi hasilnya worth it […]

  • Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    Deretan Aktivis, Pasutri sampai TikToker yang Terseret Kasus Demo Agustus

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 113
    • 0Komentar

    buzzID – Akhir Agustus 2025 kemarin, Jakarta dan sekitarnya sempat panas banget. Demo besar-besaran pecah, katanya buat nyuarain keresahan rakyat, tapi versi polisi, banyak aksi yang dianggap “anarkis.” Nah, buntut dari itu, polisi langsung bergerak cepat, patroli siber rame-rame, ada ratusan akun medsos diblokir, dan belasan orang ditetapkan sebagai tersangka. Uniknya, yang kena nggak cuma […]

  • kanror desa sukawangi

    Desa di Bogor Mau Dilelang, Warga Panik!

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    buzzID, Bogor – Kejadian unik sekaligus bikin geleng-geleng kepala muncul dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, terancam dilelang karena sejak tahun 1980-an dijadikan jaminan utang bank oleh seorang pengusaha. Kabar ini diungkap langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Yandri […]

expand_less