Sabtu, 23 Mei 2026
light_mode
Beranda » Trending » Nasional » Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

Jokowi Buka Suara Soal Kereta Cepat : “Ini Investasi, Bukan Kerugian”

  • account_circle Fajar Elang
  • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
  • comment 0 komentar

buzzID – Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo akhirnya menanggapi sorotan publik terkait utang besar proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau WHOOSH yang dikerjakan melalui kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam pernyataannya di Solo, Senin (27/10/2025), Jokowi menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk investasi strategis untuk masa depan, bukan kerugian yang harus ditakuti.

Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal seperti Whoosh dilakukan untuk mengatasi persoalan kemacetan kronis yang selama ini membebani kawasan Jakarta, Jabodetabek, hingga Bandung. Ia menyebutkan, kemacetan telah menimbulkan kerugian ekonomi negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya akibat waktu produktif yang hilang, konsumsi bahan bakar berlebih, serta meningkatnya polusi udara.

Ia menyebutkan bahwa kerugian akibat kemacetan di Jakarta saja mencapai sekitar Rp65 triliun per tahun, dan jika digabungkan dengan Jabodetabek dan Bandung, angkanya bisa lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Kita harus tahu masalahnya dulu. Kemacetan di Jakarta dan Bandung sudah berlangsung selama puluhan tahun. Setiap tahun negara kehilangan lebih dari Rp100 triliun karena waktu dan energi terbuang. Maka transportasi massal cepat seperti Whoosh adalah solusi, bukan beban,” ujar Jokowi.

Ia menambahkan, pembangunan moda transportasi publik tidak bisa diukur semata dari sisi keuntungan finansial. Menurutnya, manfaat sosial, lingkungan, dan efisiensi ekonomi jangka panjang jauh lebih penting. “Transportasi publik tidak bisa dihitung dengan laba, tapi dengan manfaat sosial udara lebih bersih, produktivitas meningkat, dan waktu tempuh yang lebih efisien,” tegasnya.

Pemerintahan eranya kemudian mencanangkan untuk membangun transportasi massal untuk mengurai kemacetan. Dibangunlah fasilitas kereta cepat termasuk Woosh ini.

“Untuk mengatasi itu, kemudian direncanakan, dibangun yang namanya MRT, LRT, kereta cepat . Sebelumnya lagi KRL, ada juga kereta bandara. Agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi, mobil atau sepeda motor ke kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL,” jelasnya.

Jokowi mencontohkan MRT Jakarta yang masih menerima subsidi sekitar Rp800 miliar per tahun. Meskipun baru beroperasi dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, MRT telah sukses mengangkut 171 juta penumpang sejak diluncurkan. Ia meyakini bahwa subsidi tersebut akan sebanding dengan manfaat yang diberikan MRT bagi masyarakat Jakarta.

Dari sisi ekonomi, proyek Whoosh diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di sepanjang koridor Jakarta–Bandung. Kawasan transit seperti Padalarang, Tegalluar, Karawang, dan Halim dirancang untuk menjadi simpul investasi baru yang dapat menumbuhkan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri lokal.

“Memindahkan orang dari mobil pribadi ke transportasi umum itu butuh proses. Mengubah karakter itu tidak gampang,” ujarnya.

Namun, Jokowi mengajak semua pihak untuk bersyukur atas adanya pergerakan positif dalam penggunaan transportasi umum.

Ia mencontohkan kereta cepat Whoosh yang telah mengangkut 12 juta orang sejak diluncurkan. Ia optimis bahwa jumlah penumpang Whoosh akan terus meningkat seiring dengan semakin baiknya layanan dan infrastruktur pendukung.

“Kereta cepat ini menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, menumbuhkan UMKM, warung-warung yang berjualan di sekitar stasiun,” katanya.

Ia juga meyakini bahwa Whoosh akan meningkatkan sektor pariwisata dan properti di Bandung dan sekitarnya. Dengan segala manfaat yang ditawarkan, Jokowi optimis bahwa kerugian Whoosh akan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang dan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur kereta cepat.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa proyek Whoosh harus dilihat dalam perspektif jangka panjang sebagai warisan pembangunan nasional. “Ini bukan tentang untung atau rugi hari ini, tapi tentang warisan bagi generasi mendatang, warisan berupa efisiensi, waktu, dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Penulis: Fajar Elang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Aksi Demo Meluas

    Aksi Demo Meluas

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    DEMONSTRASI besar-besaran di berbagai daerah terus terjadi sejak Senin, 25 Agustus 2025. Unjuk rasa yang semula memprotes besaran tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di berbagai lokasi di Indonesia.  Senin, 25 Agustus 2025  Seruan demo 25 Agustus itu pertama kali muncul lewat pesan berantai dari grup percakapan Whatsapp juga media sosial. Ajakan dari kelompok yang […]

  • Hasil Prompt olah digital Keychain AI viral

    Viral, Cara Buat Miniatur Keychain Ultra Realistic dari Gemini AI

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    buzzID – Dunia kreatif digital makin liar aja, bro! Kali ini netizen lagi rame ngebahas trik bikin miniatur keychain ultra realistic yang keliatan kayak collectible premium, tapi sebenernya hasil render dari Gemini AI. Tutorialnya pertama kali dishare sama akun @digitative.id di Threads, dan langsung jadi obrolan karena hasilnya detail parah, kayak beneran difoto di studio. […]

  • Polemik tunjangan rumah DPRD

    Polemik Tunjangan Rumah DPRD

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Di balik gedung megah parlemen daerah, ada fakta yang bikin rakyat geleng-geleng kepala, tunjangan rumah DPRD di beberapa provinsi bisa tembus Rp 70–79 juta per bulan. Angka ini bahkan menyamai tunjangan perumahan anggota DPR RI. Ongkos politik memang mahal, mungkin karena ini jadi sebanding. Menurut penelusuran buzzID, perbincangan soal tunjangan perumahan DPRD ini jadi trending […]

  • Band Hardcore Haram

    Band Hardcore Haram Rilis Album Baru, Ada Tribute buat Affan & Munir!

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    buzzID– Band hardcore punk asal New York, Haram, resmi ngerilis album baru mereka yang berjudul Why Does Paradise Begin in Hell? dan bikin geger skena hardcore Indonesia. Album ini rilis secara global via Toxic State Records pada 11 September 2025 silam, dan versi kasetnya hadir di Indonesia lewat Disaster Records. Gaungnya ngena hingga kini. Album […]

  • Supreme Store Miami.

    Supreme : Dari Skate Shop Pinggir Jalan Jadi Raja Streetwear Dunia

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Strategi kelangkaan bikin barang Supreme jadi kayak aset investasi. Hoodie retail $150 bisa naik jadi ribuan dolar di pasar resell. buzzID – Kalau ngomongin streetwear, gak mungkin gak nyebut Supreme. Brand asal New York ini udah jadi legenda: dari toko kecil buat anak skate tahun 90-an, sekarang jadi ikon budaya pop yang dipuja (dan kadang […]

  • jumatan di pestapora 2025

    Pestapora 2025 : Jumatan ala Kalcer, Vincent Dengerin Rhoma Irama Khutbah

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Gerard F
    • visibility 132
    • 0Komentar

    buzzID – Ada pemandangan tak biasa di festival musik Pestapora 2025. Di tengah gegap gempita panggung dan ribuan penonton yang biasanya hanyut dalam alunan musik, Jumat siang itu venue mendadak berubah jadi lautan saf. Para penikmat musik kompak ikut shalat Jumat berjamaah, bikin vibes festival terasa beda dari biasanya (05/09). Dirangkum dari sumber tayangan IG […]

expand_less