Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Trending » Politic » Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

Aksi Mahasiswa Piknik di DPR, Bebaskan Tahanan Politik

  • account_circle Gerard F
  • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
  • comment 0 komentar
buzzID – Jakarta. Pemandangan tak biasa muncul di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi bertajuk “” pada Senin sore (6/10). Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar Rapat Dengar Pendapat Warga (RDPW) dengan konsep ‘piknik demokrasi’.
Namun, alih-alih orasi panas atau barisan polisi berhadap-hadapan, aksi ini justru dipenuhi tawa, musik, dan spanduk nyeleneh. Di tengah panasnya aspal Jakarta, mereka membawa kolam pancing mainan, meja pasang kutek gratis, dan tikar piknik simbol kritik damai terhadap parlemen yang dinilai kian jauh dari rakyat.

Cat kuku dalam aksi ‘piknik’ di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2025). Foto Tribun.

 

“Kami ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia kepada mereka yang masih peduli mereka yang aktivis di seluruh Indonesia untuk memperbanyak titik-titik seperti ini memperbanyak aksi seperti ini,” ujar Ketua BEM UI, Zayyid Sulthan Rahman.

“Kami ingin mencoba menjadi contoh atau seenggaknya memantik kawan-kawan di seluruh Indonesia bagaimana model aksi tidak hanya terpaku sama satu bentuk saja. Konsepnya campuran piknik, aksi massa, sekaligus kami rapat dengar pendapat warga,” jelasnya.

Meski DPR RI tengah memasuki masa reses mulai 3 Oktober 2025 lalu, Ketua BEM UI, Zayyid Sulthan Rahman, mengatakan pihaknya justru menggunakan kesempatan tersebut untuk mengundang para anggota dewan untuk berdiskusi.

Dari Kutek Hingga Kritik Makan Bergizi Gratis

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana “demo rasa festival”. Sejumlah peserta menenteng poster-poster satire dengan tulisan unik seperti:
“Ku bisa tenggelam di lautan, aku bisa diracun di MBG” merujuk pada sindiran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Penyitaan buku adalah tanda ketakutan negara pada pengetahuan.”

Aksi ‘piknik’ di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2025). (Tribunnews.com/Alfarizy)

Kegiatan ringan seperti mewarnai kuku, bermain musik akustik, hingga memancing ikan plastik di ember menjadi cara simbolik peserta menyampaikan kritik: politik hari ini dianggap terlalu “dangkal”, seperti permainan anak-anak.
Meski santai, aksi ini tidak kehilangan arah. Pada pukul 16.00 WIB, massa berkumpul untuk membacakan tiga tuntutan utama, dipimpin perwakilan dari beberapa kampus besar Jakarta.

Tiga Tuntutan “Piknik Nasional Rakyat”

1.Hentikan represivitas aparat, mereka menilai tindakan kekerasan dan penangkapan terhadap demonstran sebelumnya telah melanggar prinsip kemanusiaan.
2.Bebaskan tahanan demo, termasuk mahasiswa yang ditangkap dalam kericuhan aksi Agustus – September lalu.
3.Dengarkan aspirasi rakyat dalam 1 bulan, ultimatum simbolis bagi lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif agar tak abai terhadap suara publik.
Ketua BEM UI, Atan Zayyid Sulthan Rahman, dalam orasinya mengatakan, “Kami datang bukan untuk merusak, tapi untuk mengingatkan. Kalau rakyat sudah bicara dengan santai dan masih tak didengar, mungkin nanti kami bicara dengan cara lain.”
“Kami melihat bahwa banyak sekali tahanan-tahanan politik, Delpedro Marhaen, dan juga kawan-kawan lainnya yang masih ditahan hanya karena menyuarakan pendapatnya, hanya karena membawa aktivitas demokrasi, dan juga dituding sebagai penghasutan,” katanya.
Massa juga membawa sejumlah poster tuntutan atas kondisi demokrasi menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, yang akan tepat pada 20 Oktober mendatang.
  • Penulis: Gerard F

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Buzz

  • Menhut Raja Juli Antoni bermain domino

    Domino Lobby

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Brot Si Bengis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Domino itu permainan klasik yang udah mendunia, tapi tetap asik dimainkan sampai sekarang. Intinya, domino pake keping-keping kecil berbentuk persegi panjang yang biasanya disebut “balok” atau “batu”. Tiap keping punya dua sisi dengan titik-titik (kayak dadu), mulai dari kosong sampai enam, bahkan ada versi lain yang lebih gede kayak “double nine” atau “double twelve”. Cara […]

  • Nostalgia Rangga – Cinta Synchronize 2025, Nicholas Saputra Hadir

    Nostalgia Rangga – Cinta Synchronize 2025, Nicholas Saputra Hadir

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 131
    • 0Komentar

    buzzID – Jakarta. Sabtu malam (4 Oktober 2025) menjadi malam magis bagi penggemar film Rangga & Cinta dan Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Di panggung Dynamic Stage Synchronize Fest 2025, cerita dan lagu dari film itu dibangkitkan kembali dalam pertunjukan spesial bertajuk Musik Dari Rangga & Cinta. Nuansa romantis dan nostalgia langsung menyelimuti area konser […]

  • Marc Marquez resmi amankan gelar Juara Dunia MotoGP 2025 di Jepang. (Foto: Michelin Sport)

    Kata Marc Marquez Usai Juara Dunia MotoGP 2025

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 96
    • 0Komentar

    buzzID – Dunia MotoGP kembali berguncang. Marc Marquez, sang “Baby Alien”, akhirnya resmi merebut gelar juara dunia MotoGP 2025 di Grand Prix Jepang. Ini bukan sekadar kemenangan biasa, ini adalah akhir dari perjalanan enam tahun penuh cedera, operasi, dan keraguan yang hampir menghentikan kariernya. Momen yang Bikin Merinding Balapan di Sirkuit Motegi berlangsung dramatis. Marquez […]

  • Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

    Tayangan Trans7 Soal Santri Picu Gelombang Protes

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Velope Zaskya
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Oktober 2025 — Program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada awal pekan ini memicu reaksi keras dari kalangan pesantren di berbagai daerah. Tayangan yang membahas tradisi penghormatan santri terhadap kiai dinilai menyinggung nilai-nilai luhur kehidupan pesantren, terutama Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Kontroversi bermula pada 13 Oktober 2025, saat segmen tersebut ditayangkan dalam […]

  • Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

    Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sidoarjo — Di tengah proses evakuasi puing-puing musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, petugas gabungan menemukan sebuah mobil mewah terkapar di bawah reruntuhan beton. Mobil tersebut diduga Mercedes-Benz berwarna hitam dan kondisinya ringsek parah. Penemuan itu menambah deretan tragedi menyentak dari ambruknya musala yang telah menewaskan puluhan orang. Mobil itu dievakuasi pada Sabtu, 4 […]

  • Segarnya Es Teler Legenda Sinar Garut

    Segarnya Es Teler Legenda Sinar Garut

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Fajar Elang
    • visibility 136
    • 0Komentar

    buzzID – Jika kamu melewati jalanan Jakarta atau jalan-jalan di kota besar, mungkin sudah sering dengar nama “Sinar Garut” di warung es, kios kecil, atau bahkan di mall. Tapi di balik nama besar itu, tersembunyi kisah panjang, bagaimana es teler yang melabeli diri menjadi Es Sinar Garut lahir, berkembang, dan harus berjuang mempertahankan identitasnya. Adalah […]

expand_less