Dedi Mulyadi : “Bebasin Dong Mahasiswa yang Nggak Kriminal!”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 3 Sep 2025
- comment 0 komentar

Dedi Mulyadi dan Mahasiswa Berdialog di Gedung Sate. Foto : tribun.
buzzID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi jadi omongan, bukan cuma karena statementnya yang nyentuh soal mahasiswa ditahan, tapi juga cara dia nge-handle aspirasi anak muda. Setelah demo 29–31 Agustus yang bikin 147 mahasiswa ditangkap (37 di antaranya masih di bawah umur), Dedi langsung ngegas minta Kapolda Jabar ngebebasin mereka yang nggak terbukti kriminal. “Kalau cuma teriak-teriak, itu bagian ekspresi. Tapi kalau beneran kriminal kayak bawa senjata atau narkoba, itu lain cerita,” tegasnya. Ucapan Dedi soal “kasihan ibunya di rumah” bikin banyak orang ngeh kalau di balik kasus hukum, ada rasa kemanusiaan yang nggak boleh dilupain.
Isu ini makin rame karena publik memang nungguin kepastian: apakah mahasiswa yang hanya ikut demo bakal segera bebas? Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan bilang kasus masih diproses, tapi pihaknya terbuka buat klarifikasi. Artinya, desakan dari Gubernur bisa jadi pressure moral ke aparat supaya adil. Dari sini keliatan positioning Dedi: dia coba berdiri di tengah, antara menjaga ketertiban dan tetap dengerin suara anak muda.
Bukan cuma ngomong doang, Dedi juga langsung aksi dengan memfasilitasi dialog terbuka antara mahasiswa BEM dan DPRD Jabar. Awalnya forum digelar di halaman Gedung Sate, Rabu (3/9). Tapi baru sejam, mahasiswa ngeluh kepanasan. Alih-alih cuek, Dedi langsung gercep: “Ya udah ayo kita pindah ke dalam.” Forum pun geser ke dalam gedung, suasana adem, dan diskusi lanjut lebih kondusif. Simpel tapi meaningful, karena menunjukkan kalau ruang aspirasi bisa diciptakan tanpa harus panas-panasan atau ricuh.
Di dalam forum, Dedi pastiin pimpinan DPRD dan ketua fraksi hadir biar mahasiswa bisa nyampein ide secara langsung. Presiden Mahasiswa Unisba, Kamal Rahmatullah, bahkan bilang siap bawa naskah kajian yang berisi solusi konkret buat masalah masyarakat. Dia juga ngajak kampus lain ikut gabung biar suara mahasiswa makin solid. Dedi percaya dengan cara ini, nggak ada lagi penyusup yang bikin onar dengan molotov atau petasan. Jadi bukan cuma teriak di jalan, tapi ada dialog nyata yang bisa jadi jembatan solusi antara mahasiswa, dewan, dan pemerintah.
- Penulis: Redaksi









Saat ini belum ada komentar