Mercy Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
- account_circle Fajar Elang
- calendar_month Ming, 5 Okt 2025
- comment 0 komentar

Mobil Mercy dievakuasi usai tertimpa reruntuhan bangunan. (Foto : Radar Sidoarjo)
Sidoarjo — Di tengah proses evakuasi puing-puing musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, petugas gabungan menemukan sebuah mobil mewah terkapar di bawah reruntuhan beton. Mobil tersebut diduga Mercedes-Benz berwarna hitam dan kondisinya ringsek parah. Penemuan itu menambah deretan tragedi menyentak dari ambruknya musala yang telah menewaskan puluhan orang.
Mobil itu dievakuasi pada Sabtu, 4 Oktober 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, dengan menggunakan alat berat ekskavator dari tim DLHK, Basarnas, BPBD, dan BPKP. Evakuasi dilakukan hati-hati agar tidak merusak struktur bangunan yang masih rapuh.
Menurut Ketua RT 7 / RW 3 Desa Buduran, Munir, kendaraan Mercy tersebut semula diparkir di samping rumah pengasuh pesantren, tepatnya di sebelah timur bangunan musala. Ketika musibah terjadi, pilar bangunan patah dan menimpanya. Karena posisinya berada di lantai paling bawah reruntuhan, mobil ini tak langsung terlihat diantara tumpukan beton dan debu tebal.

Mobil mewah diduga Mercedes-Benz CLA Class ikut dievakuasi dari reruntuhan bangunan ponpes Al Khoziny Sidoarjo sabtu (4/10/2025) sore. (Jawapos/Istimewa)
Keberadaan mobil mewah di lokasi musibah sempat menyita perhatian, meski tim SAR memilih untuk tidak berkomentar panjang lebar.
“Untuk evakuasi mobil kami tidak berkomentar di sana. Kami fokus di evakuasi dari korban-korban ataupun korban yang artinya manusianya,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), Nanang Sigit.
Mobil ditemukan tertindih material kolom beton di sekitar sektor A3 atau A4. Meski nomor polisi dan kepemilikan pastinya masih diselidiki, mobil hitam itu diduga kuat milik pengasuh pesantren. Tanda bodi mobil juga cukup terlihat jelas bahwa mobil tersebut adalah Mercedes-Benz CLA-Class yang merupakan sedan coupe empat pintu, meskipun dalam keadaan ringsek.
Kendaraan itu disebut telah terparkir di antara gedung yang ambruk dan rumah pengasuh, jauh sebelum tragedi terjadi. Setelah berhasil diangkat dari tumpukan puing menggunakan ekskavator, bangkai mobil itu kemudian diangkut dengan dump truk menuju tempat pembuangan akhir.
Beberapa pihak menyebut bahwa mobil itu baru dibeli sekitar dua minggu sebelum musibah, meskipun klaim tersebut belum dikonfirmasi resmi dalam laporan evakuasi maupun keterangan petugas.
Korban Meninggal Capai 37 Orang, Evakuasi Terus Berlangsung
Seiring ditemukannya mobil mewah tersebut, proses pencarian korban tak berhenti. Pada hari ketujuh operasi SAR, tim berhasil mengevakuasi 11 jenazah tambahan dari sektor A3 dan A4 dalam rentang waktu dini hari hingga pagi (sekitar 00.15 WIB hingga 03.24 WIB).
Sementara itu, kabar duka terus bertambah dari lokasi kejadian. Kasubdit RPDO Basarnas, Emi Freezer, mengonfirmasi bahwa korban tewas telah mencapai 37 orang. Angka ini melonjak setelah tim SAR menemukan 11 jenazah dalam operasi pencarian pada Minggu (5/10/2025) dini hari.
“Laporan terakhir, total terdapat 11 korban berhasil diekstrikasi pada hari ketujuh pencarian, di sektor A3 (sisi belakang reruntuhan),” kata Freezer.

Evakuasi Ponpes Al Khoziny (Istimewa/Suara Indonesia Jatim)
Dengan tambahan tersebut, jumlah total korban tewas mencapai 37 orang per Minggu pagi, dari total 141 korban yang sudah dievakuasi sejauh ini. Terdiri dari 104 orang selamat dan 37 meninggal (termasuk satu bagian tubuh).
Mayoritas korban diduga tertimbun material beton, baja, maupun kayu yang runtuh dalam skema “pancake collapse” beberapa lantai langsung meluncur ke bawah satu sama lain, menyulitkan akses tim penyelamat.
Proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
- Penulis: Fajar Elang









Saat ini belum ada komentar